Semoga Blog ini Bermanfaat, selamat membaca

Sabtu, 25 Februari 2012

Reli Sumut, Tiga Seri, Level Lebih Tinggi


Meneruskan gelaran reli yang telah dimulai pada 2011, pengprov IMI Sumut kembali membuat event serupa di 2012. Seri yang akan digelar jumlahnya sama, namun sisi kompetisi dan gengsi mengikuti event North Sumatera Rally Championship 2012 akan berbeda.

OBSERVER FIA
Jumlah seri yang tetap dipertahankan 3 ini menurut Ijeck, ketua pengprov IMI Sumut, supaya persiapan tiap pereli bisa maksimal. Jarak antar seri yang lebih dari 2 bulan menurutnya lebih dari cukup untuk mempersiapkan segalanya.

Mengenai lokasi juga tidak terlalu banyak berubah dibanding seri 2011. Seri 1 masih akan diselenggarakan di Langkat (6-8/4). Lokasi ‘bermain' masih di perkebunan kelapa sawit, dengan permukaan perpaduan antara tanah dengan batu-batuan lepas.

Kontur batu yang dilibas bukan sembarangan, ada yang sebesar kepalan tangan orang dewasa, batu-batu tajam, juga licin. Tahun lalu, ada peserta di Grup N4 dan GR2 yang mengalami masalah pada kaki-kaki cukup serius setelah melibas trek batuan tersebut. Akibatnya, peserta tersebut kehilangan waktu cukup banyak.

Hadirnya hujan bisa sedikit menurunkan suhu di Langkat yang cukup panas, namun peserta akan sedikit kesulitan melewati tanah yang pasti akan jadi sangat licin.

Sedangkan seri 2 dan 3 masih ada beberapa alternatif. "Kemungkinan akan tetap bermain di Rambong Sialang, tapi ada pilihan juga ke daerah Sergai (Serdang Bedagai). Seri 3 juga begitu, pilihannya antara Rambong Sialang dan Asahan. Kita masih belum tentukan, karena secara jadwal juga masih lama," seru John Lubis, salah satu panitia. Rencananya seri 2 akan digelar pada 6-8 Juli, sedang seri 3 di 5-7 Oktober.

Rambong Sialang ini pernah menjadi trek reli dunia (world rally championship) ketika bertandang ke Indonesia medio 1996-1997. Lokasi permainan masih sama seperti Langkat, yakni di antara pepohonan kelapa sawit. Pembedanya hanya pada kontur trek.

Rambong Sialang semuanya bermain di tanah, tidak ada batu. Saat 2011, peserta sangat terkagum-kagum dengan trek ini. Selain high speed, pemandangan indah, trek lurus juga banyak terhampar. "Semua model trek ada di Rambong Sialang ini," komentar Hervian Soejono, navigator senior ketika itu.


Perbedaan dibanding seri 2011, pada seri tahun ini tidak akan digelar malam hari. "Kasihan ke peserta dan tim mekaniknya. Tidur pasti larut malam dan pagi-pagi sekali harus sudah bangun," ucap Ijeck.

Tak hanya itu saja, namun musim kompetisi ini akan naik gengsinya. Pasalnya, Ijeck berencana untuk ‘duduk' bersama dengan pengprov IMI Kaltim dan Sulsel untuk membahas kelangsungan kejuaraan nasional reli tersebut. Agaknya, salah satu seri di Sumut ini akan dijadikan seri kejurnas. "Kita sih sangat berharap di kepengurusan IMI yang baru ini," ungkap John.

Selain naik level menjadi kejurnas, salah satu seri juga akan didatangi oleh observer dari FIA. Maksudnya untuk menilai kelayakan reli tersebut untuk dijadikan salah satu rangkaian seri Asia Pacific Rally Championship (APRC). Menurut Ijeck, observer tersebut akan didatangkan pada seri 1 di Langkat. "Mudah-mudahan semuanya oke dan IMI yang baru pasti mendorong juga ke arah tersebut," komentarnya.

Adanya reli Sumut ini mendapat perhatian dari kalangan pereli non Sumut. Akbar Hadianto salah satu pereli yang tergabung di FBRT Sport menyatakan akan ikut jika tidak ada halangan.

Semoga konsistensi Sumut dalam menggelar reli dan kepengurusan PP IMI yang baru bisa membawa Indonesia kembali menggelar event reli internasional. (otosport.co.id)

Astra Motor Racing Team, Siap Beri Kejutan


Untuk kedua kalinya tim Astra Motor Racing Team (ART) yang dikelola Benny Djatiutomo menggelar sesi latihan untuk uji coba motor plus adaptasi pembalap. Pertama latihan di Sirkuit Sentul (3/2), dijajal Honda CBR250R berikut kedua motor bebeknya oleh duet Wawan Hermawan dan Denny Triyugo yang melakukan inreyen sebanyak 40 lap.

Sesi latihan kedua digelar di Sirkuit Sentul Karting yang kali ini fokus ke setup sasis dan suspensi selama 2 hari (12-13/2). Secara khusus OTOMOTIF melihat sesi latihan kedua ART selama 2 hari ini. Nampak pula hadir kru dari pabrikan Showa dan produsen ban FDR yang mendukung dengan membantu preparasi suspensi dan ban.

“Belum ada target waktu karena kami mencari setting suspensi yang terbaik dan pas dengan maunya pembalap,” kata Benny yang mengawasi proses gonta-ganti dari sok depan Kayaba ke Showa, lalu sok belakang jajal racikan Ohlins bergantian ke sok Showa Racing.

Belum lagi pembalap yang harus jajal merasakan karakter suspensi yang pas dengan ban pilihan yang akan dipakai untuk Indoprix yaitu IRC dengan pembanding ban FDR yang akan dipasang untuk OMR Honda.

Seperti halnya saat di tes pertama, catatan waktu Denny dan Wawan di sesi tes kedua ini terbilang bagus meski setting di bagian mesin dan pengapian belum dimaksimalkan. Dengan catatan waktu sudah menjanjikan seperti saat di Sentul Kecil yang sudah bermain di bawah angka 58 detik untuk motor Honda Supra X125.

Tapi yang paling utama kedua pembalap ART ini sudah terlihat tune-in dengan motor barunya. Berarti proses peralihan tim Star Racing dari Yamaha ke Honda terbilang mulus, terutama untuk Denny yang sekian tahun dari Motoprix terbiasa dengan Yamaha Jupiter Z.

Ini berarti ART kompetitif untuk menyambut seri perdana Indoprix 2012 yang akan digelar sirkuit Sentul Karting. Meski proses ubahan tak berarti terhenti karena aktivitas di bengkel Star Racing di kawasan Bambu Apus, Jaktim terus meningkat dengan melakukan riset dari Honda Blade 110, Supra X 125 dan CBR250R, terlihat dari tumpukan sasis Blade dan Supra yang siap diriset dan dites.

Termasuk sibuk menyiapkan Honda Blade 110 untuk FIM Asian Road Race Championship. Mencari data setting motor sebanyak-banyaknya menjadi target karena 2012 menjadi tahun yang baru Star Racing bergabung ke kubu Honda dengan target bisa meraih gelar juara di Indoprix.

Nada optimis nampak dari Hadijanto Santoso, technical service dept. head PT Astra International Tbk selaku prinsipal ART yang menyempatkan menengok sesi latihan. Hasil yang sudah dicapai cukup menjanjikan tinggal menanti seri pertama Indoprix di Maret. (otosport.co.id)

Kartu Izin Start Balap Motor, Tak Lagi Semua Cabang


PP IMI lewat biro olahraga roda 2-nya mengagendakan pemisahan Kartu Izin Start (KIS) balap motor. Jika selama ini satu KIS balap motor untuk semua cabang balap roda 2, nantinya akan dipisah per cabang, seperti KIS balap roda 4 yang selama ini sudah berlaku.

“Maksudnya pembalap yang ingin mendapatkan KIS akan disesuaikan dengan jenis balapan yang diikuti. Ambil contoh pembalap Indoprix, maka KIS-nya khusus buat balapan itu saja,” kata Bambang Gunardi, kabid olahrada roda 2 PP IMI.

Apa yang ingin ditetapkan itu tentunya bukan tanpa alasan. Dikeluarkannya KIS dengan cara itu, diharapkan pembalap bisa berlaga di arena balap dengan skill yang sesuai. Seperti di balapan motor tertinggi dunia, dimana pembalap MotoGP hanya punya KIS untuk balapan tersebut.

"Kalaupun salah satu pembalap MotoGP itu hendak jajal balapan lain, KIS yang dikeluarkan oleh negaranya bersifat sementara saja. Dengan aturan pembuatan KIS tersebut, diharapkan pada masa mendatang kompetisi balap motor nasional jadi lebih kompetitif dengan pembalap yang skillnya setara," kata Bambang.

Apa yang ingin digelontorkan, bisa membawa dampak positif. Namun harus diingat, untuk melakukan sosialisasi baik ke pengprov-pengprov maupun pembalap mengenai hal tersebut. Jangan sampai maksud bagus namun penyampaiaannya enggak jelas, malah menimbulkan sikap pro dan kontra.

Apalagi saat ini saja, untuk pengurusan KIS tingkat daerah, masih ada saja pembalap yang merasa dipersulit untuk mendapatkannya. (otosport.co.id)

Daftar Tim Yamaha 2012 di Ajang Balap Motor Nasional


Tepat pada Rabu sore (8/2) PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) akhirnya meluncurkan tim 28 tim balap mereka untuk musim kompetisi tahun 2012. Meski terdapat beberapa perubahan di kubu mereka, namun tidak ada perubahan ekstrim pada susunan pembalap secara keseluruhan. Bahkan tim Yamaha kembali memperkuat lini pembalap mudanya sebagai pembalap masa depan.

“Target kami jelas untuk mmepertahankan hasil yang kami selalu raih dalamn 4 tahun terakhir, khususnya di ajang balap Indoprix. Namun untuk ajang balap Motoprix, kami akan tetap melakukan yang terbaik. Sebab dari sinilah Yamaha membina pembalap-pembalap muda yang bakal naik ke ajang balap Indoprix dan ajang balap lainnya dalam level yang lebih tinggi,” papar Dyonisius Betti, Presiden Direktur PT YIMM. (otosport.co.id)

Berikut daftar lengkap tim balap Yamaha di ajang balap nasional 2012 :
Tim Motoprix :
1.    Lautan Teduh : Andreas Gunawan dan Teddy AS (region 1)
2.    Alfa Scorpil : M. Irvansyah L dan Agung F (region 1)
3.    Bobby Alhamra RT : Bobby Anasis (region 1)
4.    Aneka Jaya : Rizky Yoanda (region 1)
5.    Perwira RT : Iqbal Gatra (region 1)
6.    Yonk Jaya : Galang, Reza Ramdan dan Agus Setiawan (region 2)
7.    Tri Jaya Motor : M. Zaki (region 2)
8.    SND Racing : Tammy Pratama dan Fathrin HK (region 2)
9.    Ridlatama : Andi Pramana dan Yoga Adi Pratama (region 2)
10.    IRM : M Noor Khairi dan Fedri Efendi (region 2)
11.    Andy Speed : Eko Adi P dan Sulung Giwa (region 2)
12.    Kartika Junjunan : Asep Kurnia, Willy Ahadasi dan Wildan (region 2)
13.    Warid : Tony Rahmawan dan Irfan Riyadoh (region 2)
14.    Wins Motor : IB Gerdha Redita D dan Agus Dedy Purnawan (region 3)
15.    Waja Motor : I Nengah Mulya Arta (region 3)
16.    YMH Banjar STB : Rofix (region 4)
17.    Serba Motor : Norman Pradana dan Sonda Alpha  (region 4)
18.    Lanay Jaya : Yongki Taher dan Rudy Salim  (region 4)
19.    ADM Biker : Anggil Pratama  (region 5)
20.    SJAM : Irfan Majid, M Wildan Goma, Cikal Jayawijaya dan Randy AT (region 5)
21.    Trisakti Srempet : Saddank H Mustarim dan Nanang Akbar (region 5)
22.    Solthana RT : Novan BZ dan Ridwan De Aji (region 5)
23.    Adhi Motor : Andi Arnold, Ermal Wijaya dan Hamka Ahmad (region 5)

Tim Indoprix :
1.    Yonk Jaya : Florianus Roy dan Sigit PD
2.    Tri Jaya Motor : Anggi Permana dan Sudharmono
3.    SND Racing : Asep Kancil Maulana
4.    Sentral Mandiri : Adi Bontot dan I Ketut Madiasta
5.    Tunggal Jaya : Hadi Wijaya dan Ferlando Herdiana
6.    Nino’s : Teddy Permana

Tim Underbone 115 cc Asia :
1.    Tunggal Jaya : Hadi Wijaya dan Ferlando Herdiana

Tim Supersport Nasional dan Asia :
1.    Indoprom TJM : Dimas E, Doni Tata P dan Rapid Topan
2.    ASH : Satria dan Sudharmono

Inspirasi Modifikasi, Naked Cruiser Modern


Apakah brother punya keinginan memodif tampilan ala motor penjelajah alias cruiser? Ketiga semplakan ini bisa jadi inspirasi modifikasi. Mereka punya keunikan tersendiri. Desain cruisernya menyasar arahan minimalis, terbuka dan modern.

Seperti arahan yang ditawarkan Michael Plogue. Gagasan motor konsep bernama Djuka Cruiser ini sesuai dengan tema masa depan, tenaga digerakkan motor listrik yang ramah lingkungan.

Arahannya meleburkan gaya chopper dan bobber. Kesan futuristik terlihat dari mesin besar bertenaga baterai sebagai penggerak. Batere memuntahkan tenaga sebesar 12 kw, mengoptimalkan kinerja mesin di putaran atas. Biar gak ngedrop saat dipacu, komponen ‘Pods’ yang letaknya di bawah tangki berfungsi sebagai recharge alias pengisian baterai.



Untuk bergerak, 2 percepatan dirasa cukup buat menjelajah jalanan. Untuk mendukung kestabilan, rangka terbuat dari aluminium setebal 1/8 inci. Rangka tubular mencirikan motor petarung.

Bagian kaki-kaki, suspensi depan berupa lembaran per daun. Di belakang mengadopsi suspensi mobil double wishbone yang menanamkan 2 lengan ayun. Konstruksi ini bikin nyaman pengendara.

Desain serupa dilakukan Johathan Russel. Desain sudah mengarah pada teori motor modern. Yakni power weight to ratio. Motor dibuat seefisien mungkin agar mampu mengail kecepatan tinggi.

Motor yang dinamai 2020 Harley-Davidson juga bertenaga batere, Ia sudah mengadopsi mesin V-twin. Sayangnya, spesifikasi power belum jelas. Rangka terbuat dari aluminium, dibentuk dari laser agar sambungan presisi dan terlihat rapi.

Tampilan modern terkesan dari bodi keselurahan yang mengkilat. Tengok saja dari kaki-kaki, tangki dan rangka. Keindahan cat yang mengkilap bikin tampilan 2020 Harley-Davidson makin sip. Paling mantap dari area seputar tangki. Tangki ditanamkan GPS biar gak tersesat.

Yang sedikit berbeda konsep yang di desain Brent Beggs. Ia mengambil tema militer buat desain motornya. Kalau melihat zaman dulu memang Harley retro menemani buat keseharian militer. Ini terlihat dari tipe WLA 750, tapi didesain lebih modern. Karenanya motor dinamai Warhawk.



Warhawk terlihat sangat macho. Mesin berkapasitas 1.200 cc. Desain mesin berbentuk radial, mampu memuntahkan tenaga 150 dk. Menghasilkan performa yang dahsyat. Namun Beggs masih mengadopsi mesin berbahan bakar minyak.

Untuk menemani mesin yang berkapasitas besar, dipilih rangka berbahan karbon. Karena bahan ini dipercaya Beggs lebih enteng, yakni mencapai 245 kg. Selain itu tampilan karbon lebih modern dibandingkan rangka jadul yang masih terbuat dari bahan besi.

Tapi, salut deh! buat desainnya. (motorplus-online.com)

Yamaha V-Ixion, Te Sattee....


Gemar mantengin tayangan MotoGP, membuat Hashim terinspirasi untuk bikin pacuan bergaya motor balap prototype itu. Bermodal Yamaha V-ixion yang sejak 2007 sudah bersamanya, besutan tersebut langsung masuk dapur operasi modifikator.

“Sudah kepalang tanggung bro, soalnya aku suka banget tongkrongan motor di balap MotoGP. Makanya Yamaha V-ixion direlain buat dimodifikasi,” jelas juragan sate yang mangkal di Jl. Pondok Labu, Jakarta Selatan. Te satte...

Inspirasi ubahan ini mengikuti besutan tim Yamaha MotoGP musim 2011. Saat tim Yamaha merayakan kiprahnya 50 tahun di ajang MotoGP. “Mengandalkan livery atau grafis bodi kebesaran Yamaha yang berkelir putih dan merah yang turun saat berlaga di seri MotoGP di Jerman dan Amerika,” jelas Wardoyo, builder dari bengkel G2C di Gandul, Cinere, Depok.

Namun untuk paduan warnanya tidak dibuat sama persis dengan tim Yamaha di MotoGP. “Aku balik warna dasarnya, kalau aslinya di MotoGP berkelir putih pada Yamaha V-ixion justru kelir merah yang jadi warna dasarnya,” jelas Hashim yang memilih paduan kelir tersebut lantaran V-ixion miliknya pada STNK berkelir merah.

 
Model fairing lebih merunduk (kiri) - Knalpot mirip besutan MotoGP (kanan)
Tapi, logo sponsor yang menempel pada bodi tetap dibuat sama. Mengandalkan teknik stiker printing yang pengerjaannya lebih simpel. Untuk desain grafis pada areal bodi, langsung dipercayakan ke Portal Design yang biasa mengerjakan cutting stiker dan stiker printing. Spesialis stiker ini mangkal di Jl. Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Rangka V-ixion yang model deltabox sangat mendukung tampilan besutan Jorge Lorenzo dan Bens Spies. Makanya ubahan sasis fokus pada bagian sub frame yang dibentuk sedikit lebih tinggi dan ramping, menyesuaikan tongkrongan aslinya. Jadinya proses pengerjaan rangka tidak memakan waktu lama.

Sedangkan ubahan bodi mengandalkan pelat galvanis dengan ketebalan 0,8 mm. Untuk pembentukan pelat bodi menyesuaikan rangka V-ixion yang ramping, jadi desain bodi secara keseluruhan tidak terlalu gambot. “Motor masih dipakai buat aktivitas sehari-hari, makanya aku minta bentuk bodinya tidak terlalu besar,” lanjut Hashim yang berasal dari Madura.

Areal kaki-kaki masih menganut tampilan standar pada bagian sok depannya. Cuma bagian lengan ayun mengandalkan custom yang dibentuk menyerupai model yang dipakai Yamaha R6. “Lengan ayun asli masih dipakai namun dibentuk ulang dilapis model kondom dengan pelat besi," timpal Wardoyo lagi.

 
Lengan ayun kondom bergaya Yamaha R6
Bair tongkrongan lebih tegap layaknya besutan balap, areal roda wajib diberi sentuhan pelek yang dimensinya lebar. "Untuk peleknya mengandalkan produk after market lokal dari RGV, pakai ukuran lebar 3,5 inci buat belakang dan depan 2,5 inci," urai builder berambut ikal ini.

Paling sip model knalpotnya, tekukan dan desainnya benar-benar dibuat sama dengan besutan andalan tim Yamaha. Ini hasil kreasi G2C yang mengaplikasi pipa silencer tidak terlalu panjang. Mulai dari leher knalpot dan perutnya dibentuk mirip, namun tetap menyesuaikan karakter dapur pacu Yamaha V-ixion. “Lumayan suaranya masih oke seperti pipa buang bermerek,” senang Hashim.
(motorplus-online.com)

Yamaha Mio Fino VS Honda Scoopy, Jadi Sepasang Kekasih


Honda Scoopy dan Yamaha Fino, di pasarnya musuh bebuyutan. Tapi, oleh Darmawan, disandingkan mesra dengan airbrush bertema sapi. Namanya Mr & Mrs Moo.

Menurut Wawan, panggilan karib Darmawan, sengaja disatukan. Seperti niatnya menyatukan hatinya dengan hati Riri, yang tak lain sang pacar. Weleh...., so sweet.

Fino, mewakili motor cowok dan diberi gelar Mr. Mo. Tampil macho dengan ubahan mesin ala drag. Sedangkan Scoopy yang tetap bermesin standar, karena memang dipakai buat harian dijuluki Mrs. Moo.

Cek lagi bedanya, yuk!


SOKBREKER BEDA
Pemilihan sok belakang, Scoopy dan Fino pakai dari produk sama, YSS. Tapi, serinya yang beda. Fino yang bodinya dibawa dari Thailand ini aplikasi YSS G series kuning. Ini disesuaikan tema drag pada Fino.

Sedangkan Scoopy pakai YSS K Series ungu. Tujuannya, menyesuaikan tampilan warna pelangi yang didominasi warna ungu. “K series lebih pas buat harian, lebih empuk dan nyaman buat boncengan," aku Wawan. 

MR DAN MRS MOO
Demi membahagiakan sang pacar,  sapuan airbrush Mr dan Mrs Moo jadi pilihan. Mr Moo buat menandakan motor tunggangan pribadi. Sedangkan Mrs Moo, sengaja gambaran tunggangan cewek.

Cuma warnanya agak sedikit beda. Mr alias mister Moo, digambarkan dengan sapi hitam-putih. Kombinasi ini dipilih biar terlihat lebih garang. Sedangkan Mrs Moo, hadir lewat paduan warna coklat. Tentunya, kelir ini sedikit lebih lembut dan feminim. Tapi, enggak melenceng dari warna sapi secara keseluruhan tuh.


SEPAKBOR DEPAN
Pilihan airbrush di sepakbor depan dipilih motif kepala sapi. Dari tampilan kepala sedikit beda. Untuk Scoopy, sapi sedikit memberikan gambaran cewek dengan jambul lebih banyak. "Kan biar kelihatan ceweknya. Dari warna rambutnya juga kelihatan agak pirang, dengan warna cokelat," bilang Wawan.

Sedangkan di Fino, sapi tampil lebih simpel dengan latar belakang hitam. Menggambarkan sapi jantan.

CVT PELANGI
CVT juga dipilih kelir pelangi. Tentu agar menyesuaikan kombinasi part lain. "Efek pelangi lebih menarik dilihat. Selain lagi tren, matching juga dengan warna lain meski bukan pelangi. Misalnya sok belakang,” kata Wawan Lagi.

Tapi, sayangnya eggak semua part bernuansa pelangi ini bisa didapat di pasar lokal tuh. "Di motor ini, lebih banyak pakai part yang bawa dari Thailand," akunya. (motorplus-online.com)

Service Berkala Motor Injeksi Lebih Cepat


Peralihan dari sistem pengkabutan bahan bakar karburator ke injeksi seharusnya membuat mekanik bernafas lega. Pasalnya perawatan injeksi diklaim lebih cepat ketimbang karburator. Di satu sisi juga tidak membebani konsumen karena biayanya tidak jauh beda dengan perawatan karburator.

"Justru dengan injeksi waktu service bisa lebih cepat," buka Saptono dari Honda Training Center PT. Wahana Makmur Sejati, main dealer Honda area Jakarta-Tangerang.

Ambil contoh perbandingan waktu yang dibutuhkan untuk service ringan Honda Spacy Helm-In karbu dan Honda Spacy Helm-In PGM-FI. Berdasarkan maintenance schedule, tidak ada yang berbeda antara keduanya.

Perbedaan paling signifikan ada pada pengecekan saluran bahan bakar tiap 4 ribu kilometer. Jika pada versi karburator, pada kondisi tertentu harus bongkar karburator dan melakukan pembersihan. Di sistem injeksi hanya melakukan pengecekan selang bensin, memastikan tidak ada kebocoran.

Perlakuan ini bisa menghemat waktu service 10 sampai 15 menit. "Kalau tidak ada masalah, MIL atau malfunction indicator lamp tidak berkedip artinya semua berfungsi normal. Tidak perlu diutak atik," tutur Saptono ketika temui di Gedung Wahana Artha lt. 3 Jln. Raya Gunung Sahari No. 32 Jakarta Pusat.

Paling yang membedakan pada injeksi hanya melakukan penggantian filter pompa bensin setiap 48 ribu kilometer. Atau sekitar 3 sampai 4 tahun sekali. Harganya juga lebih terjangkau karena kini filter bisa dilepas dari unit pompa bensin nya.

"Toh komponen injeksi Honda digaransi selama 5 tahun. Kalau ada kerusakan selama masih pada masa garansi tinggal minta ganti saja," ungkapnya.

Bagaimana dengan biaya service-nya? "Sampai saat ini masih kita buat sama seperti versi karburator. Untuk matik seperti Spacy biayanya sekitar Rp 38 ribu," tutup pria ramah ini. (motorplus-online.com) 

Kobayashi Tercepat di Hari Terakhir Tes Kedua


Tidak ingin mengulur waktu untuk mengetahui sejauh mana performa terbaik mereka dalam musim kompetisi F1 2012, tim Sauber F1 pun langsung mengaplikasikan setting simulasi balapan di hari terakhir tes resmi Formula 1 2012 (24/2) kemarin. Tim yang mengawali sesi tes mulai 21 Februari 2012 lalu di Sirkuit Catalunya, Spanyol itu, kali ini menggunakan ban Pirelli berkompon lunak.

Hasilnya Kamui Kobayashi pun melesat mulus sebagai pembalap tercepat di hari terakhir. Ia mengamankan lap tercepat 1 menit 22.312 detik dan tidak terkejar hingga sesi tes resmi kedua berakhir. Hasil ini menunjukkan bahwa potensi hasil terbaik untuk musim 2012, sangat besar bagi tim Sauber F1.

Pastor Maldonado yang juga sempat merasakan sebagai pembalap di urutan pertama di hari sebelumnya, kali ini tampil cukup konsisten. Pembalap asal Venezuela itu keluar sebagai pembalap tercepat kedua dengan 1 menit 22.561 detik. Lalu disusul Paul di Resta yang membawa tim Sahara Force India menempati urutan ketiga pencetak lap tercepat.

Sementara urutan keempat hingga keenam pencetak lap tercepat di hari terakhir masing-masing ditempati oleh Jenson Button, Felipe Massa dan Mark Webber. Berakhirnya sesi tes resmi kedua menyisakan 1 sesi tes resmi lagi (1-4/3) pekan depan sebelum memasuki seri pertama.  (otosport.co.id)

Hasil tes resmi pra musim Formula 1 2012 Catalunya :
1. Kamui Kobayashi Japan Sauber-Ferrari 1m 22.312 detik
2. Pastor Maldonado Venezuela Williams-Renault 1m 22.561 detik
3. Paul di Resta Britain Force India-Mercedes 1m 23.119 detik
4. Jenson Button Britain McLaren-Mercedes 1m 23.200 detik
5. Felipe Massa Brazil Ferrari-Ferrari 1m 23.563 detik
6. Mark Webber Australia Red Bull-Renault 1m 23.774 detik
7. Jean-Eric Vergne France Toro Rosso-Ferrari 1m 23.792 detik
8. Nico Rosberg Germany Mercedes-Mercedes 1m 23.843 detik
9. Heikki Kovalainen Finland Caterham-Renault 1m 26.968 detik
10. Charles Pic France Marussia-Cosworth tak ada catatan lap tercepat *

*Pakai mobil 2011

Preziosi Siapkan Paket Elektronik Baru di GP12


Ducati GP12 atau yang disebut-sebut sebagai ‘Phoenix’ oleh Valentino Rossi, memang belum sekencang motor tim pabrikan Honda atau Yamaha. Namun ambisi tim Ducati untuk membuat motor tersebut jadi kompetitif terus berjalan. Salah satunya melalui sesi tes privat yang mereka lakukan bersamaan dengan sesi tes resmi pra musim kategori CRT (Claiming Rule Team) di Sirkuit Jerez, Spanyol (20-22/2) lalu.

Saat menjalani sesi tes selama 3 hari tersebut, beberapa komponen yang diujicoba secara intensif oleh tim tes Ducati adalah sistem kelistrikan yang baru. Filippo Preziosi sebagai bos teknis tim Ducati juga merasa puas, karena tes berlangsung dalam kondisi cuaca mendukung. Jadi mereka bisa mencoba berbagai macam setting.

“Pasa sesi tes 3 hari di Jerez, kami melanjutkan program pengembangan motor bersama tim tes yang sudah berlangsung sejak musim dingin lalu. Selain itu juga mencoba beberapa aspek di sistem kelistrikan, yang akan dicoba para pembalap tim utama Ducati di Sepang nanti. Saya rasa ada sesuatu yang baru dan bakal dites Valentino Rossi dan Nicky Hayden. Selain itu, Ducati juga akan terus bekerja pada setting terbaik motor,” ungkap Preziosi.

Namun Preziosi tidak hanya akan membatasi penggunaan sistem kelistrikan baru hanya pada pembalap utama Ducati saja. Pembalap di tim satelit seperti Hector Barbera dan Karel Abraham pun berkesempatan untuk mendapat paket kelistrikan yang sama dengan tim utama.

Selain itu Preziosi akan menyerahkan semuanya kepada Rossi dan Hayden, tentang keputusan penggunaan sistem keistrikan yang baru. Jika mereka merasa lebih nyaman, maka tim Ducati siap, menggunakannya. Tapi jika tidak, tim Ducati akan menggunakan sistem kelistrikan seperti sebelumnya. (otosport.co.id)