Semoga Blog ini Bermanfaat, selamat membaca

Sabtu, 31 Maret 2012

BMW Siapkan Girboks Baru Untuk Tandingi Aprilia


Pabrikan asal Bavaria, Jerman yakni BMW Motorrad ternyata tak tinggal diam melihat tim Aprilia Racing yang berhasil menorehkan top speed 337 km per jam di sesi tes World Superbike Championship (WSBK) Motorland Aragon, Spanyol dua pekan lalu (18/3). Salah satu pembalap mereka yakni Marco Melandri mengatakan mesin BMW S1000RR andalan mereka juga dalam pengembangan dan memiliki potensi tak kalah melawan Aprilia RSV4.

Pembalap Italia ini mengatakan selain dirinya yang sedang mengembangkan lengan ayun baru, Leon Haslam yang merupakan rekan setimnya juga tengah meriset girboks terbaru. "Kami saat ini sedang mencari rasio gir yang tepat karena di WSBK Australia kemarin saya malah menggunakan gir rasio yang sama dengan setting di Yamaha YZF-R1," ujar Melandri.

Akibatnya motor Melandri tak melaju maksimal karena harus tertahan sekitar dua detik di redline sebelum berpindah gigi. Jelas saat ini rasio gir yang terdapat di BMW S1000RR belum maksimal dan bisa disetting agar lebih kencang. Ketika sudah menemukan setting yang tepat bisa dipastikan top speed bakal lebih baik dan mungkin menyamai RSV4 milik Eugene Laverty.

Saat ini BMW S1000RR hanya bisa mencatat 327 km per jam di sesi tes privat di Sirkuit Aragon, Spanyol. Top speed ini lebih lambat 10 km per jam dibandingkan Aprilia RSV4 yang di uji Eugene Laverty. Well, kita lihat hasilnya di WSBK Imola akhir pekan ini (1/4)! (otosport.co.id)

Melandri Klaim Arah Riset BMW Selama Ini Salah!

Pembalap baru tim BMW Motorrad Motorsport yakni Marco Melandri beberapa waktu lalu menyatakan bahwa BMW S1000RR tunggangannya memiliki performa yang tak kalah hebat untuk memperebutkan gelar juara di World Superbike Championship (WSBK) 2012. Pembalap Italia ini menyatakan tak ada yang salah dengan S1000RR dan menuding kesalahannya terletak pada pendahulu yang salah mengambil keputusan.

"Saya sempat kaget dengan performa S1000RR yang ternyata bisa membawa saya finish runner up di seri pertama, Australia beberapa waktu lalu (26/2). Saya tak pernah memperkirakan hal itu sebelumnya!" ujar Melandri.

Seperti kita ketahui masuknya pembalap Italia ini lebih karena unsur terpaksa, karena Yamaha WSBK mendadak memutuskan mundur dari kejuaraan WSBK dan saat itu tim BMW sedang dirundung masalah handling yang buruk.

Namun ternyata secara mengagetkan masalah ini hilang begitu saja ketika memasuki musim 2012. BMW S1000RR yang dulu sering dikabarkan bergetar hebat kini terlihat "lebih stabil" dan mudah untuk melesat dengan cepat. Kabarnya kemajuan ini berkat swing arm baru yang saat ini digunakan dan masih khusus di uji secara intensif oleh Melandri.

Namun musuh bebuyutan Max Biaggi ini menampik swing arm baru tersebut merupakan tiruan YZF-R1 yang menjadi andalan Melandri sebelumnya. "Bukan, swing arm itu sudah lama dibuat oleh BMW namun tidak digunakan. Sebenarnya mereka sudah punya departemen balap yang membuat berbagai solusi masalah BMW sejak tahun lalu. Hanya saja pembalap sebelum saya melakukan kesalahan dalam menentukan arah riset," ujar Melandri.

Apakah Melandri bisa membuat perubahan yang signifikan di tim BMW, kita lihat hasil risetnya beberapa seri kedepan! (otosport.co.id)

Rea Tak Sabar Ingin Balapan di WSBK Imola

Pembalap tim Honda WSBK yakni Jonathan Rea mengakui dirinya tak sabar untuk segera kembali membalap di World Superbike Championship (WSBK) seri kedua yang diselenggarakan di Sirkuit Imola, Italia akhir pekan ini (1/4). Pria berkebangsaan Inggris ini nampaknya penasaran karena di WSBK Imola 2011 lalu ia mengalami masalah teknis.

"Tak ada kata yang bisa mengungkapkan betapa antusiasnya saya untuk membalap akhir pekan ini. Rasa gembira ini begitu meluap-luap ketika dalam perjalanan menuju Sirkuit Imola. Tempat ini memiliki banyak kenangan terutama WSBK Imola tahun lalu. Dimana kesempatan juara pertama setelah absen cukup lama karena cedera, cukup besar," ujar Jonathan Rea.

Salah satu penyebab Rea bisa melesat dan menjadi juara di race pertama WSBK Imola 2011, adalah debut penggunaan New CBR1000RR Fireblade 2012 yang memiliki fitur ride by wire system. Sejak saat itu Jonathan Rea bersama tim pabrikan Honda menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan.

Sayangnya di race 2 WSBK Imola 2011 lalu Rea bernasib kurang beruntung karena konektor aki CBR1000RR barunya lepas dan mogok sehingga tak bisa finish. Padahal saat itu Rea memimpin cukup jauh dan bisa dipastikan menang seandainya tidak gagal finish. Well... kita lihat prestasi Rea di WSBK Imola tahun ini! (otosport.co.id)

Duo Ford WRT Dominasi Leg Pertama WRC Portugal


Jari-Matti Latvala kembali menunjukkan performa yang impresif di leg pertama World Rally Championship (WRC) seri Portugal yang digelar tadi malam (29/3). Pereli Finlandia ini lagi-lagi melesat menjadi yang tercepat seperti yang telah ia lakukan di tiga seri WRC 2012 yang telah berlangsung sebelumnya.

Tak cuma Latvala, rekan setimnya Petter Solberg juga melesat cepat dan berada di posisi kedua. Baik Latvala maupun Petter Solberg memang memperlihatkan peningkatan performa signifikan di musim 2012 karena mendapatkan dukungan dari tim balap yang lebih baik di tahun sebelumnya.

Sedangkan di posisi ketiga pereli Citroen Total WRT harus berjuang sendirian karena rekan setimnya Sebastien Loeb mengalami crash di special stage (SS) ketiga. Juara dunia WRC 2011 ini salah mengambil jalur hingga akhirnya terguling dan DS3 WRC miliknya rusak parah. Belum diketahui apakah Loeb masih bisa mengikuti leg kedua yang akan digelar sore ini. (otosport.co.id)

Hasil Pertandingan WRC Portugal Leg Pertama (29/3) (Top 10):
1. Jari-Matti Latvala Ford WRT Fiesta RS WRC 25 menit 04.6 detik M
2. Petter Solberg Ford WRT Fiesta RS WRC +00 menit 02.6 detik M
3. Mikko Hirvonen Citroen Total WRT DS3 WRC +00 menit 05.0 detik M
4. Ott Tanak M-Sport Ford WRT Fiesta RS WRC +00 menit 15.7 detik M
5. Thierry Neuville Citroen Junior WRT DS3 WRC +00 menit 34.0 detik M
6. Mads Ostberg Adapta WRT Fiesta RS WRC +00 menit 53.3 detik M
7. Evgeny Novikov M-Sport Ford WRT Fiesta RS WRC +01 menit 02.9 detik M
8. Jari Ketomaa Ford Fiesta RS WRC +01 menit 15.0 detik
9. Hayden Paddon Skoda Fabia S2000 +01 menit 39.6 detik S
10. Dennis Kuipers M-Sport Ford WRT Fiesta RS WRC +01 menit 47.1 detik

Button Ingin Jadi Rekan Setim Alonso

Performa apik Jenson Button meraih kemenangan di seri pertama Formula 1 Australia, langsung jadi sorotan tajam persaingan duo pembalap McLaren tahun ini. Namun ketika Fernando Alonso meraih kemenangan fantastis di seri kedua F1 2012, sorotan utama langsung berpindah kepada pembalap asal Spanyol itu. Apalagi mobil Ferrari memang mengawali musim dengan kurang kompetitif.

Performa apik Alonso dan strategi mumpuni dari tim Ferrari, langsung membuat Button mengarahkan penilaiannya pada Alonso. Button menganggap bahwa jika ia bisa memilih rekan setim selain Lewis Hamilton yang lebih kompetitif, maka ia akna memilih Fernando Alonso.

“Jika Hamilton tidak berlaga di F1, secara pribadi saya sangat ingin Alonso jadi rekan setim saya. Ia adalah pembalap yang sangat bertalenta kuat, dan ia juga adalah juara dunia dua kali di Formula 1. Meski Alonso bukanlah pembalap yang tercepat, namun ia tipe pembalap yang cerdas. Kami memiliki kesamaan dalam karakter gaya balap. Makanya saya akan sangat senang jika bisa bekerja sama sekaligus bertarung dengannya,” harap Button.

Sayangnya, hubungan kerjasama Jenson Button dengan tim McLaren sepertinya sudah mencapai kesepakatan kerjasama jangka panjang. Sepertinya akan sulit bagi Button untuk jadi rekan setim Alonso di tim McLaren, kecuali jika Button yang pindah ke Ferrari. (otosport.co.id)

Al Khalifa Yakin F1 Bahrain Sudah Sangat Aman


Usai terjadinya kerusuhan akibat krisis politik pemerintahan kerajaan di Bahrain tahun lalu yang mengakibatkan dibatalkannya penyelenggaraan Formula 1, ternyata masih menyisakan keraguan besar untuk penyelenggaraan event yang sama tahun ini. Tapi Sheikh Abdullah bin Isa Al Khalifa (presiden Automobile Federation of Bahrain) yakin bahwa kondisi Bahrain sudah sangat kondusif untuk F1.

“Semua orang selalu bertanya tentang hal itu, dan saya sangat menghargainya. Kami hanya bisa mengatakan bahwa orang-orang yang pernah ke Bahrain sebelumnya dan akan ke Bahrain nanti, akan menemukan kondisi yang sama. Makanya saya berharap F1 Bahrain cepat dilaksanakan, untuk memperlihatkan kondisi yang sebenarnya di Bahrain,” papar Al Khalifa.

Bukan hanya yakin kondisi negaranya sudah kondusif untuk melaksanakan F1, namun juga menganggap bahwa F1 bisa membuat kesatuan rakyatnya jadi lebih baik lagi.

“Satu-satunya pesan untuk penyelenggaraan F1  yaitu jadilah bagian dari kesatuan rakyatku. Saya jamin F1 di Bahrain akan sama amannya dengan penyelenggaraan F1 di negara lainnya,” tegas Al Khalifa.

Semoga apa yang diungkapkan Al Khalifa, memang kenyataanya seperti itu. Apalagi pergolakan masyarakat pada pemerintahan di negaranya masing-masing masih cukup tinggi. Mari berharap semoga kondisinya Bahrain sudah lebih baik. (otosport.co.id)

Federal Oil Sebenarnya Ingin Support Simoncelli di Gresini Racing


Seperti yang kita ketahui baru-baru ini PT. Federal Karyatama selaku produsen pelumas nasional Federal Oil telah mensupport tim balap di ajang Moto2 lewat tim Federal Oil Gresini Moto2 dengan pembalap asal Inggris, Gino Rea. Padahal produk Federal Oil sendiri hanya dijual di Indonesia sehingga harusnya tak perlu melakukan promosi ke luar negeri.

"Kami sudah mensupport banyak tim balap nasional tapi rasanya belum cukup makanya kami merambah ke balap dunia sekelas MotoGP" cerita Heru Purwoko selaku Brand Activation Manager Federal Oil kepada otosport.co.id di sela-sela acara pekenalan kemasan baru Federal Oil di Hotel Orchad, Jakarta Pusat Senin malam (26/3).

Padahal di IndoPrix saja Federal Oil telah mensupport tiga tim yakni Honda Tunasjaya FO, Honda Wahana Dunia Motor FO dan Honda OEI Connection FO. Belum lagi 9 tim balap lainnya yang turun di kejurda Motoprix dan tim BRT FO yang bertanding di Balap Bebek 110 Asia.

"Penonton MotoGP Championship di Indonesia itu sangat banyak, sekali pun tidak ada pembalap Indonesia yang berlaga di kejuaraan tersebut. Makanya kami merasa perlu untuk berpromosi di ajang MotoGP Championship tepatnya di kelas Moto2," lanjut Heru yang akan turun langsung turun menemani tim Federal Oil Gresini Moto2 debut balap pertamanya di Moto2 Qatar pada akhir pekan depan (8/4).

Ia menceritakan alasan kerjasama dengan Gresini Racing yang bakal dimulai sejak tahun lalu. PT. Federal Karyatama awalnya ingin mensupport tim San Carlo Honda Gresini yang saat itu dibela mendiang Marco Simoncelli. Namun niat ini terpaksa diurungkan karena Simoncelli ternyata mengalami kecelakaan hebat di MotoGP Sepang 2011 dan meninggal dunia.

Namun niat Federal Oil turun di balap MotoGP akhirnya bersambut ketika Gresini Racing kembali mengajak bekerjasama untuk ajang Moto2. "Kami awalnya berniat untuk mensupport Gresini Racing di kelas MotoGP. Namun mereka menyarankan untuk mensupport tim Gresini Moto2 sebagai main sponsor dan kami setuju. Sebab jika ajang Moto3 rasanya tidak terlalu greget untuk potensi bisnis," tambahnya.

Pria kelahiran Jogja penyuka balap ini juga menceritakan bahwa support di ajang Moto2 merupakan pembelajaran sebagai persiapan masuk ke kelas yang lebih tinggi yakni MotoGP. (otosport.co.id)

Saatnya Rossi Fokus Pada Karakter Ban


Usai menjalani sesi tes resmi pra musim MotoGP 2012 di Sirkuit Jerez, Spanyol pada Minggu (25/3) lalu, Valentino Rossi terlihat sangat puas pada performa motornya yang sudah mulai membaik. Namun untuk menyesuaikan karakter motor agar tetap kompetitif meski kompon ban sudah mulai aus, masih jad masalah utama di motornya.

Meski demikian Rossi cukup yakin masalah ini bisa diselesaikan dalam beberapa seri kedepan, ketika kompetisi MotoGP mulai memasuki seri pertama.

“Satu-satunya masalah pada sesi tes adalah karakter ban yang akan kami gunakan pada saat balapan nanti. Ketika ban masih baru, semuanya berjalan sesuai dengan prediksi dan keinginan kami. Tapi ketika kompon ban mulai aus, bagian belakan motor sudah mulai sliding dan bagian depan mulai sulit dibelokkan,” ungkap Rossi.

“Kami belum tahu penyebab utamanya, namun kami sudah membicarakan hal ini pada Filippo Preziosi (direktur teknis Ducati). Kami yakin bisa menyelesaikan masalahnya, karena ini adalah motor yang akan kami gunakan semusim penuh,” lanjutnya.

Masalah ini tentu akan sangat berpengaruh pada saat balapan berlangsung nanti. Apalagi Yamaha dan Honda cukup konsisten meraih waktu tercepat meski kompon ban mereka sudah aus. Rossi pun menjelaskan bahwa target utama mereka musim 2012 paling tidak mendekati para pembalap yang finish di podium. Sebab untuk bersaing dengan Ben Spies, rasanya masih cukup berat.

Berdoa saja semoga Ducati GP12 mampu lebih baik dari ekspektasi Rossi selama ini dan Ducati GP12 juga mampu beradaptasi dengan cepat pada karakter ban Bridgestone utamanya saat kondisi ban sudah mulai aus. (otosport.co.id)

Tim Gresini Butuh Improvisasi di Kategori CRT


Selisih 3,4 detik yang dicatat Michele Pirro dari Casey Stoner yang menjadi pembalap tercepat di Jerez, Spanyol pekan lalu (25/3), memang masih cukup besar, mengingat sirkuit itu tidak menghadirkan karakter cepat seperti Sirkuit Sepang, Malaysia. Hal ini membuat tim Honda Gresini masih harus bekerja keras melakukan improvisasi di kategori CRT (Claiming Rule Team).

Pirro hanya mampu mengamankan posisi 19 di akhir sesi tes dan masih berselisih cukup jauh yaitu 1,6 detik dari Randy de Puniet sang pembalap tercepat di kategori CRT. Selisih ini masih cukup besar, dan butuh kerja cepat tim Gresini jika ingin kompetitif di kelas CRT.

“Kami masih butuh kerja keras untuk membuat performa motor jadi lebih kompetitif. Saya menjalani lap demi lap dan berupaya tampil lebih percaya diri, namun tetap saja belum bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki motor dan cenderung mengalami masalah. Akibatnya saya tidak bisa memaksimalkan sesi tes seperti ekspektasi awal,” ujar Pirro.

Keluhan dari Pirro pun ditanggapi dengan santai sang pemilik tim yaitu Fausto Gresini. Juara dunia GP 125 cc pada tahun 1980-an itu, merasa bahwa Pirro harus bersabar untuk melihat performa terbaik motor CRT milik tim Gresini itu. Sebab hingga sekarang tim Gresini bersama dengan Ten Kate Racing masih mengembangkan motor Honda-FTR tersebut. (otosport.co.id)

Motor Bermasalah, Edwards Tak Maksimal


Colin Edwards adalah satu-satunya pembalap CRT (Claiming Rule Team) yang menggunakan mesin dari BMW S1000RR di MotoGP, dan konsisten melakukan sesi tes bersama motor prototipe. Namun kompetitifitas motor tersebut masih belum bisa bersaing bahkan dengan motor CRT lainnya.

Menurut Edwards, motor yang digunakannya sekarang memang cukup kencang dan mudah untuk dikendarai, namun mereka masih mengalami masalah pada basis dasar motor. Posisi mesin di rangka yang dituding belum tepat, pun jadi biang semua masalah yang ada. Tentu hal ini jadi pekerjaan besar Suter yang merupakan pemasok rangka tim NGM Forward Racing.

“Secara teori, pegangan mesin bagian depan terlalu tinggi dan menyebabkan semua masalah mendasar di motor ini. Mulai dari getar berlebih hingga suara mesin yang sangat terasa di setang yang juga rasanya berkaitan dengan hal itu. Jika saya memaksakan performanya seperti itu, maka getar berlebih bisa lebih buruk,” keluh Edwards.

Kondisi ini juga sempat melahirkan problem diantara BMW sebagai pemasok mesin dan Suter sebagai pemasok rangka. BMW mengklaim bahwa mereka sudah memenuhi semua permintaan dari Suter utamanya dari sisi teknis mesin, nah sekarang tinggal melihat hasilnya dari Suter. (otosport.co.id)

Hayden Anggap GP12 Adalah Motor Ducati Terbaik


Musim 2012 adalah musim kompetisi keempat yang dijalani Nicky Hayden sejak memperkuat tim Ducati tahun 2009 lalu. Walaupun musim 2012 berjalan, namun pembalap berjuluk Kentucky Kid itu menilai bahwa motor Ducati GP12 adalah motor terbaik selama ia bergabung bersama tim Ducati tahun 2009 lalu.

“Ini adalah motor Ducati terbaik yang pernah saya tunggangi sepanjang karir bersama Ducati. Lebih gampang untuk dikendarai, memberikan kesan positif dan kita sudah bisa menjelaskan apa yang akan dikembangkan untuk selanjutnya. Kami sudah punya beberapa ide untuk diaplikasikan menjelang MotoGP Qatar, dan saya harap kami bisa lebih kompetitif di sana,” ujar Hayden.

Meski merasakan kesan yang cukup bagus pada Ducati GP12, namun saat menjalani sesi tes resmi pra musim terakhir di Jerez, Spanyol dua pekan lalu, sang juara dunia MotoGP 2006 itu mengalami masalah yang berbeda dengan Valentino Rossi. Hayden menjelaskan bahwa masalah Rossi tidak terjadi pada motornya.

“Understeer alias motor susah dibelokkan bukanlah problem utama pada motor saya. Masalah justru terjadi pada bagian belakang motor, dimana saat melakukan tikungan di zona yang cepat, ban belakang kebanyakan sliding. Kondisi ini membuat kami tidak bisa memaksimalkan pencapaian waktu terbaik di tikungan cepat,” keluhnya.

Namun Hayden yakin bahwa masalah yang dialaminya bisa terselesaikan seiring persiapan yang mereka lakukan menjelang seri pertama MotoGP 2012. (otosport.co.id)

Senin, 26 Maret 2012

Daftar Tim Yamaha 2012 di Ajang Balap Motor Nasional


Tepat pada Rabu sore tadi (8/2) PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) akhirnya meluncurkan tim 28 tim balap mereka untuk musim kompetisi tahun 2012. Meski terdapat beberapa perubahan di kubu mereka, namun tidak ada perubahan ekstrim pada susunan pembalap secara keseluruhan. Bahkan tim Yamaha kembali memperkuat lini pembalap mudanya sebagai pembalap masa depan.

“Target kami jelas untuk mmepertahankan hasil yang kami selalu raih dalamn 4 tahun terakhir, khususnya di ajang balap Indoprix. Namun untuk ajang balap Motoprix, kami akan tetap melakukan yang terbaik. Sebab dari sinilah Yamaha membina pembalap-pembalap muda yang bakal naik ke ajang balap Indoprix dan ajang balap lainnya dalam level yang lebih tinggi,” papar Dyonisius Betti, Presiden Direktur PT YIMM. (otosport.co.id)

Berikut daftar lengkap tim balap Yamaha di ajang balap nasional 2012 :
Tim Motoprix :
1.    Lautan Teduh : Andreas Gunawan dan Teddy AS (region 1)
2.    Alfa Scorpil : M. Irvansyah L dan Agung F (region 1)
3.    Bobby Alhamra RT : Bobby Anasis (region 1)
4.    Aneka Jaya : Rizky Yoanda (region 1)
5.    Perwira RT : Iqbal Gatra (region 1)
6.    Yonk Jaya : Galang, Reza Ramdan dan Agus Setiawan (region 2)
7.    Tri Jaya Motor : M. Zaki (region 2)
8.    SND Racing : Tammy Pratama dan Fathrin HK (region 2)
9.    Ridlatama : Andi Pramana dan Yoga Adi Pratama (region 2)
10.    IRM : M Noor Khairi dan Fedri Efendi (region 2)
11.    Andy Speed : Eko Adi P dan Sulung Giwa (region 2)
12.    Kartika Junjunan : Asep Kurnia, Willy Ahadasi dan Wildan (region 2)
13.    Warid : Tony Rahmawan dan Irfan Riyadoh (region 2)
14.    Wins Motor : IB Gerdha Redita D dan Agus Dedy Purnawan (region 3)
15.    Waja Motor : I Nengah Mulya Arta (region 3)
16.    YMH Banjar STB : Rofix (region 4)
17.    Serba Motor : Norman Pradana dan Sonda Alpha  (region 4)
18.    Lanay Jaya : Yongki Taher dan Rudy Salim  (region 4)
19.    ADM Biker : Anggil Pratama  (region 5)
20.    SJAM : Irfan Majid, M Wildan Goma, Cikal Jayawijaya dan Randy AT (region 5)
21.    Trisakti Srempet : Saddank H Mustarim dan Nanang Akbar (region 5)
22.    Solthana RT : Novan BZ dan Ridwan De Aji (region 5)
23.    Adhi Motor : Andi Arnold, Ermal Wijaya dan Hamka Ahmad (region 5)

Tim Indoprix :
1.    Yonk Jaya : Florianus Roy dan Sigit PD
2.    Tri Jaya Motor : Anggi Permana dan Sudharmono
3.    SND Racing : Asep Kancil Maulana
4.    Sentral Mandiri : Adi Bontot dan I Ketut Madiasta
5.    Tunggal Jaya : Hadi Wijaya dan Ferlando Herdiana
6.    Nino’s : Teddy Permana

Tim Underbone 115 cc Asia :
1.    Tunggal Jaya : Hadi Wijaya dan Ferlando Herdiana

Tim Supersport Nasional dan Asia :
1.    Indoprom TJM : Dimas E, Doni Tata P dan Rapid Topan
2.    ASH : Satria dan Sudharmono

Stoner Tak Khawatirkan Getar di Motornya


Meski kembali berhasil mendominasi sesi tes hari terakhir di Sirkuit Jerez, Spanyol dengan pencapaian terbaik, namun Casey Stoner mengakui masalah di Honda RC213V yaitu getar berlebih, belum sepenuhnya hilang. Tapi ia tidak khawatir karena krunya menemukan cara untuk mulai mengurangi getar tersebut setahap dengan setahap.

“Usai melakukan sesi tes tersebut, rasanya ada peningkatan terbesar dalam hal performa motor utamanya pada jenis trek seperti ini. Namun kami merasa masih banyak hal yang bisa kami tingkatkan agar performa motor jadi lebih baik. Di hari terakhir, kami masih saja mengalami masalah yang serupa, meski tidak terlalu besar dan tidak seburuk di Malaysia. Tentu ini jadi hal yang sangat positif, mengingat kami sudah menemukan cara untuk mengurangi masalah yang ada,” jelas Stoner.

Selain menjelaskan bahwa kru timnya sudah menemukan cara agar motornya tidak menderita getar berlebih saat digeber hingga batas maksimalnya, Stoner juga menegaskan bahwa ia sudah siap memasuki seri pertama, apalagi setelah mereka melakukan simulasi balapan (long run) di Jerez.

“Kami menjajal lap yang sangat banyak dan mengerti karakter konsumsi bahan bakar di Honda RC213V. Kami sangat puas karena semua rencana berjalan dengan baik, setidaknya kami lebih siap untuk memasuki seri pertama di Qatar bulan depan,” yakin Stoner.

Jika melihat dominasi yang terus dilakukan oleh Stoner, rasanya pembalap asal Australia itu masih akan sulit ditaklukkan. Apalagi di tipe-tipe sirkuit berkarakter cepat. Hmm kita lihat saja nanti hasilnya. (otosport.co.id)

Rossi Masih Alami Masalah Saat Masuk ke Tikungan


Sesi tes resmi pra musim MotoGP 2012 yang terakhir pada hari pertama Jumat (23/3) berlangsung dengan sangat alot. Dimana perebutan lap tercepat memperlihatkan ambisi besar dari Honda dan Yamaha. Namun tim pabrikan Ducati sepertinya tidak bisa berbuat banyak. Pencapaian terbaik Nicky Hayden adalah di posisi kelima dengan selisih cukup besar dari yaitu diatas 1 detik dari Casey Stoner yang menjadi pembalap tercepat.

Sedangkan Valentino Rossi sendiri masih terpuruk di posisi 9 dengan selisih diatas 1,5 detik. Hasil ini tentu bukan hasil yang diharapkan tim asal Borgo Panigale, Italia itu. Meski masih akan ada pengembangan yang dilakukan tim dan pembalap di hari kedua dan ketiga, setidaknya harus ada konsistensi pencapaian jika ingin tampil apik musim 2012.

Rossi sendiri mengakui bahwa mereka masih belum sepenuhnya mengerti kinerja mesin dan motor baru dari Ducati GP12. Problem motor yang cenderung tidak stabil saat memasuki tikungan pun jadi isu utama.

“Saya tidak bisa melakukan pengereman yang begitu dekat ke tikungan, sebab bagian depan motor rasanya kurang stabil. Jadi begitu memasuki tikungan saya tidak bisa membawa kecepatan yang lebih baik, makanya kami tertinggal cukup jauh dari pembalap lain. Padahal bagian inilah yang sangat vital. Meski kami sudah mampu menyelesaikan masalah pada saat keluar tikungan,” kilah Rossi.

“Sayangnya kemarin kami ingin mencoba beberapa hal, namun hari sudah menjelang petang dan temperatur sirkuit mulai menurun. Padahal kami mulai menemukan setting terbaik motor,” harap Rossi.

Semoga sesi tes hari kedua pada Sabtu (24/3) tim Ducati bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik dan membawa kedua pembalapnya tampil lebih apik. Sehingga pertarungan pembalap di klasemen nanti cukup merata. (otosport.co.id)

Stoner Tutup Sesi Latihan Pra Musim di Urutan Pertama

Setelah di hari kedua tak mampu berda di posisi sepuluh besar, Casey Stoner kembali jadi yang tercepat di sesi tes hari ketiga Minggu (25/3) kemarin. Stoner yang sejak awal sesi hanya bertengger di posisi tiga besar, berhasil menyodok dominasi waktu Jorge Lorenzo di akhir sesi tes.

Stoner mencetak waktu tercepatnya 1 menit 38.780 detik setelah mencoba performa RC213V sebanyak 61 lap. Sedangkan ditempat kedua diraih oleh pembalap Yamaha Factory, yaitu Jorge Lorenzo dengan selisih waktu 0.173 detik. Dani Pedrosa juga bermain cukup baik dan berhasil menempatkan diri di urutan ketiga, disusul oleh Ben Spies di urutan keempat.

Hal yang sangat membanggakan adalah Valentino Rossi, di hari terakhir berhasil meraih pencapaian terbaik di urutan keenam. Hasil ini bisa menjadi catatan penting baginya dan Ducati, karena sejak hari pertama GP12 masih bermasalah saat memasuki tikungan. Selisih dari pencapaian Stoner pun mulai turun hingga dibawah 1 detik. Sehingga ia cukup optimis memasuki musim kompetisi 2012 dengan kekuatan baru.

Nampaknya hasil tes selama tiga hari ini sudah cukup mewakili karakter pembalap dan mesin. Mulai dari kondisi trek normal, hujan deras pun sudah terlihat hasilnya. Setidaknya ini bisa menjadi simulasi nyata bagi para pembalap MotoGP saat musim 2012 dimulai nanti (otosport.co.id)

Hasil Sesi Tes MotoGP Jerez 2012 Hari Ketiga :
1. Casey Stoner AUS Repsol Honda (RC213V) 1m 38.780 detik (Lap 61/61)
2. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory (YZR-M1) 1m 38.953 detik (18/84)
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 39.157 detik (21/73)
4. Ben Spies USA Yamaha Factory (YZR-M1) 1m 39.495 detik (57/61)
5. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 1m 39.585 detik (79/83)
6. Valentino Rossi ITA Ducati Team (GP12) 1m 39.733 detik (68/90)
7. Andrea Dovizioso ITA Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 1m 39.860 detik (70/72)
8. Nicky Hayden USA Ducati Team (GP12) 1m 39.919 detik (73/91)
9. Alvaro Bautista ESP San Carlo Honda Gresini (RC213V) 1m 40.017 detik (83/86)
10. Stefan Bradl GER LCR Honda (RC213V) 1m 40.098 detik (60/85)
11. Hector Barbera ESP Pramac Racing (GP12) 1m 40.287 detik (55/91)
12. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (GP12) 1m 40.579 detik (68/88)
13. Randy De Puniet FRA Power Electronics Aspar (ART)* 1m 40.601 detik (64/71)
14. Aleix Espargaro ESP Power Electronics Aspar (ART)* 1m 41.645 detik (37/69)
15. Danilo Petrucci ITA Came Iodaracing (Ioda-Aprilia)* 1m 41.926 detik (87/87)
16. Franco Battaini ITA Ducati Test Rider (GP12) 1m 42.057 detik (50/85)
17. Colin Edwards USA NGM Forward Racing (Suter-BMW)* 1m 42.073 detik (19/58)
18. Mattia Pasini ITA Speed Master (ART)* 1m 42.184 detik (55/59)
19. Michele Pirro ITA San Carlo Honda Gresini (FTR-Honda)* 1m 42.212 detik (19/52)
20. James Ellison GBR PBM (ART)* 1m 42.437 detik (32/83)
21. Ivan Silva ESP Avintia (FTR-Kawasaki)* 1m 42.446 detik (70/84)
22. Yonny Hernandez COL Avintia (FTR-Kawasaki)* 1m 42.906 detik (56/59)

* CRT entry.
 

Launching Ducati Desmosedici GP 12

Selasa, 13 Maret 2012

Pabrikan Siap Cari Solusi Terbaik Buat Masa Depan MotoGP

Meski banyak yang memprediksi bahwa kategori CRT (Claiming Rule Team) akan jadi masa depan MotoGP, namun tim-tim pabrikan sepertinya belum bisa menerima jika motor prototipe digeser oleh kategori CRT. Masa depan MotoGP pun belum bisa dikatakan adalah CRT, sebab jika itu terjadi, kemungkinan tim yang bertarung di MotoGP tinggal tim privat saja.

Menyikapi hal ini, para tim pabrikan yang tergabung dalam Motor Sport Manufacturer Association (MSMA) alias asosiasi pabrikan motorsport, bakal melakukan pertemuan untuk mencari solusi terbaik buat masa depan MotoGP. Pertemuan ini rencananya bakal digelar di Jerez, Spanyol, bertepatan dengan penyelenggaraan sesi tes resmi pra musim MotoGP 2012 terakhir (23-25/3) mendatang.

“Kami akan berupaya bersikap terbuka untuk memberikan sugesti terbaik bagi Dorna Sports (promotor MotoGP) dan FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) sebagai badan tertinggi balap motor dunia. Setelah itu mereka bisa menetapkan seperti apa masa depan MotoGP nantinya,” buka Filippo Preziosi, direktur teknis tim Ducati.

Shuhei Nakamoto sebagia vice president Honda Racing Corporation (HRC) pun menjelaskan bahwa mereka akan memberikan ide terbaik yang dianggap adalah solusi terbaiknya. “Sekarang saya belum bisa ungkapkan detailnya seperti apa. Tapi alasan kami cukup kuat untuk ide yang satu ini,” timpal Nakamoto.

Semoga usulan mereka nantinya bakal jadi masa depan terbaik MotoGP dan tidak memberatkan tim-tim satelit maupun tim privat. Artinya tidak memberatkan dari sisi finansial tim-tim kecil yang konsisten dan punya kualitas berlaga di MotoGP. Jadi saat penjatuhan keputusan bulan Mei 2012 mendatang, semua regulasi disepakati oleh tim-tim yang bakal berlaga di MotoGP. (otosport.co.id)

Yamaha Soft Launching Tim Secara Eksklusif di Monza

Menyambut musim kompetisi 2012 yang bakal dimulai 8 April 2012 di Losail, Qatar, Yamaha akhirnya jadi tim pabrikan kedua yang melakukan proses peluncuran tim. Tidak seperti proses peluncuran tim yang digelar oleh Repsol Honda di Malaysia, Yamaha malah menggelar proses peluncuran di gudang penyimpanan anggur Gruppo Meregalli di Monza, Italia pada hari Minggu malam (11/3) lalu.

Dalam acara peluncuran yang sangat terbatas untuk kalangan sponsor dan rekan bisnis Yamaha di MotoGP tersebut, Jorge Lorenzo dan Ben Spies kedatangan 50 sponsor, suplier dan rekan bisnis. Kedua pembalap Yamaha itu melakukan pembukaan selubung Yamaha M1 yang sudah dilengkapi dengan livery musim 2012 di depan semua sponsor Yamaha.

“Kami mengawali musim 2012 dengan hasil bagus di sesi tes resmi pra musim MotoGP di Sepang, dan sekarang kami membagi kebahagiaan dengan para sponsor serta rekan bisnis sebagai keluarga besar Yamaha untuk musim 2012. Terimakasih pada Marcello Meregalli karena sudah memberikan kami tempat istimewa untuk acara ini,” girang Lin Jarvis, Managing Director Yamaha Motor Racing.

Usai proses peluncuran secara tertutup dan eksklusif hanya untuk sponsor dan kolega Yamaha, tim ini kabarnya bakal melakukan proses peluncuran secara terbuka di Jerez, dan siap memasuki seri pertama dengan performa terbaik. (otosport.co.id)