Semoga Blog ini Bermanfaat, selamat membaca

Senin, 30 Juli 2012

Pilih Ban Tepat, Jadi Kunci Kemenangan Stoner


Mengalami perjalanan karir yang buruk pada dua seri sebelumnya, Casey Stoner akhirnya tampil sempurna meraih kemenangan di MotoGP Laguna Seca, Amerika (29/7) yang baru saja berlangsung. Dibalik performa apiknya itu, strategi pemilihan kompon ban pun menjadi kunci pembawa kemenangan bagi Stoner.

Dengan menggunakan ban berkompon lunak, ternyata mampu membawanya tampil dengan grip yang sempurna hingga menjelang balapan berakhir. Bahkan sesuai dengan prediksi usai sesi kualifikasi sehari sebelum balapan, bahwa ia lebih merekomendasikan penggunaan ban berkompon lunak dengan kondisi trek yang dingin. Nah, pada saat balapan berlangsung, permukaan trek memiliki temperatur 24 derajat celcius.

“Lorenzo membalap dengan jalur racing yang sangat sempurna. Meski saya sedikit tertinggal di awal balapan, namun perlahan kami berhasil mempersempit selisih dengan Lorenzo. Menggunakan kompon lunak rasanya memiliki performa terbaik, dimana grip ban bisa bertahan lebih lama hingga akhir balapan,” girang Stoner usai balapan berlangsung.

Stoner sendiri sudah mampu mengoleksi 4 kemenangan di musim 2012. Sayangnya ia masih tertinggal 32 poin dari Lorenzo yang memimpin klasemen pembalap dengan cukup konsisten. Pasalnya Stoner hanya meraih poin yang sangat sedikit di dua seri terakhir. (otosport.co.id)

Stoner Gagalkan Ambisi Menang Lorenzo di Laguna Seca


Gagal meraih posisi start terdepan di sesi kualifikasi, memang membuat Casey Stoner sangat kecewa. Pasalnya kesempatan untuk meraih posisi itu terbuka sangat lebar. Tapi di sesi balapan, Stoner tampil sempurna dan meninggalkan Jorge Lorenzo dengan gap yang cukup lebar. Padahal di awal-awal balapan Stoner sempat tertinggal nyaris sedetik.

Berkat upaya yang keras dan performa motor yang sempurna, Stoner melesat cukup jauh. Apalagi ia tidak melakukan kesalahan yang tidak perlu di sirkuit ini. Dengan hasil ini Lorenzo pun harus puas finish di urutan kedua dengan gap jauh dari Stoner.

Dani Pedrosa yang awalnya mampu melesat cukup bagus, ternyata harus puas finish di urutan ketiga. Performanya yang jauh di belakang kedua pembalap terdepan, membuatnya harus puas di posisi tersebut.

Pembalap yang justru mengalami nasib buruk adalah Ben Spies dan Valentino Rossi. Spies jatuh terlebih dulu setelah melalui tikungan Corkscrew, kemudian menjelang lap terakhir Rossi menyusul terjatuh sebelum melalui tikungan Corkscrew. (otosport.co.id)

Hasil MotoGP Amerika :
1.    Casey Stoner
2.    Jorge Lorenzo
3.    Dani Pedrosa
4.    Andrea Dovizioso
5.    Cal Crutchlow
6.    Nicky Hayden
7.    Stefan Bradl
8.    Alvaro Bautista
9.    Aleix Espargaro
10.    Karel Abraham

Minggu, 29 Juli 2012

Rossi Tak Tertarik Setting Lap Time Bagus di Kualifikasi


Mengukur sejauh mana kekuatannya saat balapan berlangsung nanti, adalah ciri khas yang paling utama dari seorang Valentino Rossi sejak ia bertarung di kelas GP 500 cc. Ia lebih mengutamakan konsistensi lap time ketika sesi balapan ketimbang tampil apik di sesi kualifikasi namun pada akhirnya harus finish di luar 5 besar.

Maka tidak heran jika dulu ia sering mengawali balapan dari grid pertengahan bahkan dari luar 10 besar, tapi akhirnya mampu finish di podium puncak. Tidak berubah dengan ambisinya tampil apik di sesi balapan, Rossi tetap mengutamakan setup motor untuk kompetitif di sesi balapan. Hal ini diakui langsung oleh Jeremy Burgess, bahwa pembalapnya itu sama sekali tidak tertarik meraih lap tercepat di sesi single lap.

“Pemikiran Rossi sih metodenya sedikit berbeda dengan pembalap lain. Ia selalu berpikir tentang performa motor dari perspektif balapan. Bahkan Rossi sama sekali tidak tertarik menemukan setting terbaik untuk single lap seperti di sesi kualifikasi. Sebab meski mengawali balapan dari grid start terdepan, namun tidak bisa menjaga konsistensi lap time saat balapan ya sama saja,” jelas Burgess.

Hal ini mungkin terlihat di MotoGP Mugello, Italia dua pekan lalu. Dimana ia mampu finish di urutan 5 setelah mengawali balapan dari grid start pertengahan yaitu di grid 10. Sayangnya hingga sekarang paket motor Ducati yang belum cukup kompetitif, membuatnya sulit untuk menyaingi pembalap tim pabrikan Yamaha dan Honda. Berharap saja ada peningkatan yang lebih baik di Laguna Seca nanti. (otosport.co.id)

Mengenal Trio Varian Honda Brio




Tak hanya mengandalkan Brio versi hatchback, di dunia maya telah banyak beredar akan seperti apakah sosok Brio selanjutnya. Yang sudah pasti, mesin akan jadi pembeda utama dengan pasar Indonesia. Kalau biasanya lebih kecil, kali ini Honda mendobrak pasar ketika ngotot memakai mesin dengan kapasitas lebih besar dibanding versi luar negeri.

Masih ingat trio Jazz, City dan Freed dong? Nah, tak jauh beda. Brio juga bakal dibikin versi sedan dan MPV. Mengandalkan platform sama, bisa jadi pabrik baru Honda akan punya line sendiri untuk varian lain Brio.

Paling kentara, setelah versi hatchback, akan ada Brio versi sedan dan MPV. Bisa jadi, Brio bakal berhadapan dengan Suzuki Ertiga, yang juga dikembangkan dari Swift. Hanya saja punya mesin sedikit lebih besar, dengan 1.400 cc.

Tak hanya MPV, Brio versi sedan juga digosipkan bakal beredar lebih cepat. Kalau melihat gambar sementara, paling beda melihat Brio sedan dari belakang. Lampu rem justru lebih mirip saudaranya, City. Pun begitu bagasi yang terlihat tinggi dan gemuk.

Memang, Brio baru akan meluncur dalam waktu dekat. Lalu, apakah pabrik baru Honda di Cikarang akan membuat keseluruhan trio Brio selanjutnya? Yang pasti, versi MPV akan ‘dirajut’ di Tanah Air, sedangkan sedannya masih belum jelas.

Kita tunggu saja kejutan lainnya. (mobil.otomotifnet.com)

Sabtu, 28 Juli 2012

Kawasaki Ninja 250R, Modif Sejuta Dolar Ala Race Motor






Dolar jadi mata uang yang menjadi acuan uang dunia dan selalu diperbincangkan di setiap berita persahaman dan keuangan. Selain di berita, pasti banyak juga orang yang ngomongin soal dolar, karena juga banyak keistimewaan dari mata uang ini. Sehingga banyak orang yang kepingin punya uang dolar.

“Nah.. dengan alasan itu Ninja 250R ini pengin dicat menggusung tema dolar, kayanya keren,” seru pemuda bernama Putra Raihan Poliradja itu.

Biar impian Putra tercapai punya tunggangan dibalut lukisan uang dolar, bukan pergi bersemedi di dalam gua yang gelap gulita. Namun, doi meluncur ke bengkel Race Motor yang berpengalaman buat dandanin motor kelas sport. Alamatnya di Jl. Kebon Jeruk III No. 35A Jakarta Barat. Ajian ampuh Ko Vendi, bos Race Motor dikeluarin buat dandanin si bohay ini. Nyok intip ajiannya seperti apa.

Baju bohay bawaan pabrik dilucuti. Lantas Ko Vendi komat-kamit sambil ngaduk ramuan resin, katalis, talek dan wax. Bimsalabim abrakadabra, bodi baru racikan pun telah selesai dibikin.

Setelah selesai, sekujur bodi dimandikan cat Spies Hecker kuning, biru dan merah serta dibentuk menyerupai motif duit 5 dolar. Sampai tak ada lahan yang tak kena guyuran cat Spise Hecker, liat saja kulit jok yang biasanya monoton sekarang sudah full color akibat sentuhal jail modifikator ini.

“Biar semakin menarik, ajian 'pasang susuk' pun dilakukan. Tentu bukan susuk jarum asli yang biasa digunakan untuk menarik pasangan atau pemasangan karismatik di orang. Tapi, yang dimaksud, adalah variasi bolt on yang nempel di motor,” seru pria berkumis tipis itu.

Arm belakang bukan dimutilasi sebagai tumbal sesajen, tapi diganti mono arm. Pemasangan arm ini tidak mengalami banyak perubahan. “Karena emang sudah disiapin khusus Ninja 250R,” tandasnya. Agar sok depan serupa, variasi bolt on berwarna merah diterapkan, ajian malih rupa pun dikeluarkan lewat sentuhan cat yang juga warna merah.

Buritan bagian belakang sudah menggusung single seater, namun bila ajian susuk tadi berfungsi buat cewek. Tinggal buka fiber yang nutupin dan diganti deh dengan seater yang pake busa, kan aman dan bisa bonceng.

Sedikit egoisme diterapkan di bagian depan. Nama Putra Raihan Poliradja yang punya motor ikut diukir di motor lansiran geng ijo ini. Kayanya biar enggak dicuri deh he..he..tos bro. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Mono arm: Power
Option: Full Bikers
Stabilizer stang: JFK
Knalpot: Yoshimura
Telepon: 0813-110-515-17

Webber dan Red Bull Dominan di Latihan 3 F1 Hongaria


Tidak ingin terus berada di urutan pertengahan, duo pembalap tim Red Bull kembali melakukan penetrasi yang bagus di sesi latihan 3 Formula 1 Hongaria pagi tadi (28/7). Dimana Mark Webber mampu mengungguli Lewis Hamilton untuk meraih lap tercepat pertama dengan 1 menit 21.550 detik. Meski keunggulannya cukup tipis, namun ini menunjukkan kompetitifitas Red Bull mulai membaik.

Dominasi Webber pun membuat Lewis Hamilton harus puas meraih lap tercepat kedua dengan selisih cukup tipis dari Webber yaitu 0,093 detik. Tapi ia masih memiliki harapan besar untuk tampil bagus di sesi kualifikasi. Mengingat Hamilton cukup konsisten meraih lap tercepat sejak sesi latihan pertama digelar.

Tidak ingin ketinggalan jauh dari rekan setimnya, Sebastian Vettel yang berupaya tampil apik untuk melanjutkan peningkatan performa mobilnya seperti di F1 Jerman, kali ini mengamankan lap tercepat ketiga. Pembalap asal Jerman itu mencetak 1 menit 21.671 detik. Gebrakan kecil justru ditunjukkan oleh Bruno Senna dengan meraih lap tercepat keempat.

Senna bahkan mampu mengungguli Fernando Alonso yang menempati urutan 5 serta duo pembalap tim Lotus F1 yaitu Kimi Raikkonen dan Romain Grosjean di urutan 6 dan 7. Tim yang justru mengalami penurunan performa adalah Mercedes GP. Baik Michael Schumacher maupun Nico Rosberg hanya berada di urutan 7 dan 8. Jika kondisi ini berlanjut ke sesi kualifikasi, dikhawatirkan mereka tak lolos ke Q2. (otosport.co.id)

Hasil latihan 3 F1 Hongaria :
1.    Mark Webber
2.    Lewis Hamilton
3.    Sebastian Vettel
4.    Bruno Senna
5.    Fernando Alonso
6.    Kimi Raikkonen
7.    Romain Grosjean
8.    Felipe Massa
9.    Paul di Resta
10.    Jenson Button

Massa Puas Meski Tak Bisa Lakukan Simulasi Balap di Hongaria


Pencapaian lap tercepat duo pembalap tim Ferrari yaitu Fernando Alonso dan Felipe Massa kembali menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan di sesi latihan 2 Formula 1 Hongaria (27/7) kemarin. Namun sangat disayangkan, sebab di pertengahan sesi latihan 2 hujan turun dengan cukup deras. Hingga akhirnya para pembalap langsung mengganti ban basah.

Meski demikian Felipe Massa merasa sangat puas dengan pencapaiannya di sesi tersebut, sebab ia dan rekan setimnya mampu menembus lap tercepat di urutan 5 besar. Tentu ini adalah hasil yang sangat menjanjikan bagi tim Ferrari. Setidaknya mereka mulai melihat titik terang kompetitifitas Ferrari untuk bertarung meraih kemenangan di setiap seri.

“Secara keseluruhan sesi latihan kedua ini berlangsung cukup memuaskan bagi kami di Ferrari, meski pada pertengahan sesi latihan kondisi trek jadi sangat ekstrim karena terguyur hujan. Hal ini juga menghalangi kami untuk melakukan simulasi balap alias long run. Tapi bukan hanya kami yang mengalami masalah ini, sebab semua pembalap berada dalam kondisi yang sama,” papar Massa.

“Sekarang sudah jelas, kami harus meningkatkan performa mobil khususnya pada penggunaan ban. Apalagi acuan lap tercepat di sesi latihan pertama, masih akan mengalami peningkatan signifikan. Makanya kami belum bisa melakukan komparasi yang pasti pada performa mobil,” lanjutnya.

Apa yang dirasakan oleh Massa juga sama halnya terjadi pada Alonso. Berharap saja semoga sesi latihan ketiga nanti berlangsung dalam kondisi trek kering. (otosport.co.id)

Sadis, NSX Disulap Jadi Pendaki Gunung Bertenaga 850 Dk!

Amerika – Dalam kondisi standar sosok Honda NSX lebih dikenal sebagai sportscar berdesain maskulin dan aerodinamis. Tetapi ditangan tuner asal Amerika, LoveFab Inc. NSX disulap jadi monster pendaki gunung bertenaga besar di ajang balap Pikes Peak Hill Climb di Colorado, Amerika pada Agustus nanti.

Yup, penampilan mobil yang digeber oleh Cody Loveland ini terlihat sangar. Tak ada lagi tampilan standar dari NSX. Seluruh panel bodi dirombak agar makin aerodinamis. Nyelenehnya, bumper depan dilengserkan berganti GT wing yang menyatu pada panel karbon di samping sebagai gantinya.

Bagian buritan, kesan seksi khas NSX dipermak jadi gahar berkat aplikasi wing besar yang menjulur dari atas sampai ke samping bumper belakang. Tak hanya itu, seluruh panel bumper juga diganti dengan model diffuser karbon.
Sebagai penantang mobil-mobil monster lain sekelas Suzuki SX-4 geberan Nobuhiro Tajima yang bertenaga 900 dk dan Hyundai Genesis Rhys Millen berdaya 700 dk, maka tenaga pada NSX ini tak kalah hebat. Pasalnya NSX berkelir putih yang disponsori oleh HRE Wheels ini dibekali mesin bertenaga 850 dk!

Dalam gelaran Pikes Peak 2012 yang memasuki tahun ke-90 penyelenggaraanya, NSX ini akan melewati jalur pegunungan setinggi 4300 meter diatas permukaan laut, dan melintasi variasi trek aspal dan gravel sepanjang 19,9 km, yang dilengkapi dengan 156 tikungan. (mobil.otomotifnet.com)

Kia Siap Hidupkan Sedona Tahun Depan


Seoul – Sekian lama menghilang dan mulai dilupakan, bukan berarti MPV bongsor Kia Sedona tak lagi dilirik pabrikannya. Pasalnya Kia siap merilis penerus Sedona pada tahun 2013 mendatang.

Salah seorang juru bicara Kia di Korea Selatan menyatakan jika segmen minivan merupakan salah satu pasar yang penting.

Dilepas sebagai model 2014, Sedona akan mengaplikasi model dari mobil konsep KV7 yang mendebut di North American International Auto Show 2011 silam. Tapi pihak Kia menyatakan tak akan mencontek penuh detail KV7.

Tentu saja pada Sedona produksi massal tak akan ditemui pintu gullwing, fasilitas Wi Fi, bangku putar dan panel LED seperti yang tertanam pada KV7.

Sedangkan kelegaan kabin, bodi bongsor dan moncong panjang khas Sedona yang juga sempat hadir di Tanah Air ini bakal terus dipertahankan. (mobil.otomotifnet.com)

Paket Aerodinamika Baru, Bikin Kimi Lebih Pede


Paket sistem aerodinamika yang baru dipasang pada mobil Kimi Raikkonen di sesi latihan hari pertama Formula 1 Hongaria (27/7) kemarin, membuat pembalap asal Finlandia itu jadi lebih pede. Ia terlihat sangat yakin dengan paket terbaru pada mobil itu. Meski ia sendiri tidak merasakan peningkatan performa secara langsung, tapi kenyamanan mengendarai mobil tersebut membuatnya tampil lebih bagus.

“Pada beberapa seri terakhir, kami mulai menemukan titik terang kekurangan pada mobil. Nah pengembangan yang dilakukan tim ini justru lebih membuat saya lebih nyaman mengendarai mobil sesuai dengan keinginanku. Kami juga tidak tahu bagaimana kelanjutannya di sesi latihan 3 dan kualifikasi. Tapi kami berharap performa ini berlanjut ke sesi kualifikasi dan balapan,” harap Kimi.

“Di sesi latihan hari pertama, kami langsung memberikan paket aerodinamika terbaru pada mobil Kimi Raikkonen. Hasilnya cukup menggembirakan karena Kimi setahap lebih baik dan ini akan jadi basis penggunaan part untuk sesi balapan nanti. Paling tidak, saat menggunakan dua jenis kompon ban yang dipasok Pirelli, Kimi tetap merasa kompetitif,” timpal James Allison, Direktur Teknis tim Lotus F1.

Sayangnya Allison tidak menyebutkan komponen aerodinamika yang baru tersebut di mobil Lotus F1. Tapi jelas up grade ini membuat mobil lebih gampang di kontrol.

Meski yakin bisa meraih hasil bagus di sesi kualifikasi, tapi Kimi tidak ingin menganggap enteng tim lain yang juga sedang melakukan pengembangan intensif pada mobil mereka. Apalagi perubahan antara sesi dengna sesi lainnya cukup cepat. Jadi tidak ada alasan untuk tidak fokus. (otosport.co.id)

Uang Bukan Penentu Keputusan yang Akan Diambil Rossi

Mungkin bagi sebagian besar pembalap yang baru mencicipi glamournya dunia MotoGP atau ajang balap motor kelas dunia lainnya, uang adalah segala-galanya. Meski harus pindah ke tim yang performanya lebih di bawah, namun jika gajinya cukup besar maka ia akan memilih tim tersebut. Tapi bagi Valentino Rossi, ia tidak ingin menempatkan uang sebagai dasar untuk menentukan masa depan karirnya di MotoGP.

“Sejauh ini saya tidak ingin menempatkan uang sebagai dasar pengambilan keputusan masa depan di MotoGP. Dalam hal ini uang tidak begitu penting, sebab jika saya menganggap itu sangat penting, maka pasti saya sudah memutuskan langkah untuk ke depan. Semuanya jelas punya sisi baik dan buruk, makanya saya harus lebih berhati-hati menentukan langkah,” ungkap Rossi.

“Bagi saya, kerja keras kami di Ducati sudah menunjukkan harapan untuk bisa menjadi lebih baik di masa mendatang. Tapi pilihan lain yaitu Yamaha, adalah pilihan yang paling aman dan sedikit bisa menjamin tampil kompetitif dalam jangka pendek. Jadi harus ada keputusan tepat, mengingat ini cukup penting untuk masa depan saya,” seloroh juara dunia 9 kali di grand prix motor itu.

Alasan Rossi mengkonfirmasikan hal tersebut, sebab banyak yang menganggap bahwa mungkin Rossi masih mempertimbangkan besarnya tawaran gaji dari sang sponsor. Makanya ia cenderung menunda keputusan untuk menuruti kemauan sponsor tersebut. (otosport.co.id)

Pedrosa Tercepat Lagi di Latihan 2 di Laguna Seca


Sesi latihan 2 MotoGP Laguna Seca, Amerika (28/7) hari ini kembali dikuasai oleh Dani Pedrosa. Jika di sesi latihan pertama tadi pembalap asal Spanyol itu unggul tipis dari Jorge Lorenzo yang meraih lap tercepat kedua, namun kali ini Pedrosa unggul telak dengan 0,3 detik. Ia mengamankan lap tercepat 1 menit 21.088 detik.

Urutan pembalap yang mencetak lap tercepat di sesi pertama hingga sesi latihan kedua tidak mengalami perubahan besar di 5 besar. Dimana Jorge Lorenzo kembali menjadi pembalap tercepat kedua, Casey Stoner di urutan ketiga dan Ben Spies menggenapkan urutan keempat. Namun setelah duo pembalap tim Yamaha Tech3, perubahan terlihat cukup drastis pada duo pembalap Ducati.

Nicky Hayden kembali mampu ungguli Valentino Rossi untuk sesi single lap. Meski demikian keunggulannya tidak terlalu besar, mengingat Rossi juga sudah mampu menembus lap tercepat 1 menit 22 detik. Sekarang selisihnya dengan Pedrosa, hanya terpaut 1,6 detik.

Sesi latihan kedua juga sempat dihentikan karena terjadi beberapa insiden terjatuh. Dimana Cal Crutchlow dan Valentino Rossi sendiri yang ikut mencicipi gravel di Laguna Seca. Akibatnya direktur balap menghentikan balapan karena alasan safety. (otosport.co.id)

Hasil latihan 2 MotoGP Amerika :
1. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 21.088 detik
2. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 21.422 detik
3. Casey Stoner AUS Repsol Honda (RC213V) 1m 21.457 detik
4. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 21.708 detik
5. Andrea Dovizioso ITA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 22.021 detik
6. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 22.258 detik
7. Nicky Hayden USA Ducati Team (GP12) 1m 22.434 detik
8. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V) 1m 22.568 detik
9. Valentino Rossi ITA Ducati Team (GP12) 1m 22.772 detik
10. Alvaro Bautista ESP San Carlo Honda Gresini (RC213V) 1m 22.853 detik
11. Aleix Espargaro ESP Power Electronics Aspar (ART CRT) 1m 23.835 detik
12. Randy De Puniet FRA Power Electronics Aspar (ART CRT) 1m 23.870 detik
13. Colin Edwards USA NGM Forward Racing (Suter-BMW CRT) 1m 24.732 detik
14. Toni Elias ESP Pramac Racing (GP12) 1m 24.739 detik
15. Yonny Hernandez COL Avintia Blusens (FTR-Kawasaki CRT) 1m 24.774 detik
16. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (GP12) 1m 24.849 detik
17. Mattia Pasini ITA Speed Master (ART CRT) 1m 25.000 detik
18. Michele Pirro ITA San Carlo Honda Gresini (FTR-Honda CRT) 1m 25.065 detik
19. James Ellison GBR Paul Bird Motorsport (ART CRT) 1m 25.166 detik
20. Ivan Silva ESP Avintia Blusens (FTR-Kawasaki CRT) 1m 25.405 detik
21. Danilo Petrucci ITA Came IodaRacing (Ioda-Aprilia CRT) 1m 25.422 detik
22. Steve Rapp USA Attack Performance (APR-Kawasaki CRT) 1m 28.016 detik

Stoner Ingin Ada Update Terbaru dari Honda


Di sesi tes resmi MotoGP di Mugello, Italia (16/7) lalu, Casey Stoner menganggap bahwa motor baru Honda sepertinya tidak bekerja dengan baik padanya. Sebab dari semua paket yang ada, hanya bagian mesin yang membuatnya lebih percaya diri. Berbeda halnya dengan Dani Pedrosa yang justru merasa nyaman menggunakan motor baru tersebut.

Berdasarkan hal inilah pembalap asal Kurri-Kurri, Australia itu berharap agar Honda tetap melakukan pengembangan dan mencoba beberapa komponen baru. Tentunya agar ia bisa bertarung di urutan terdepan lagi. Sebab update yang dilakukan Honda menjelang sesi tes di Mugello, malah lebih buruk dari pada motor standar yang digunakan Stoner selama ini.

“Kami mencoba banyak hal di sesi tes Mugello. Tapi jujur saja, kami hanya menemukan sedikit sekali peningkatan performa dengan motor yang kami tunggangi beberapa seri terakhir. Tapi saya berharap agar Honda tetap memasok komponen terbaru untuk kami uji coba. Tapi kita lihat saja apa yang bisa kami lakukan dengan peningkatan performa seadanya itu di Laguna Seca,” harap Stoner.

Di sesi latihan yang baru saja berlangsung di Amerika tadi, Casey Stoner mampu berada di urutan 3 besar pencetak lap tercepat. Tapi selisih waktunya dengan Dani Pedrosa sebagai pembalap tercepat masih cukup besar. Maka wajar jika Stoner ingin ada upgrade performa lebih banyak dari Honda. (otosport.co.id)

Rabu, 18 Juli 2012

Nih, Komentar Lorenzo dan Spies Tentang Jupiter Z1-nya!


Semua sudah tahu ketika Yamaha All New Jupiter Z1 resmi dijadikan kendaraan paddock tim pabrikan Yamaha di MotoGP. Kedua pembalap andalannya, Jorge Lorenzo dan Ben Spies akan menggunakan bebek 115 cc ini untuk mondar-mandir di paddock.

Tapi, pasti ada yang belum tahu komentar dan ekspresi mereka setelah menggunakan motor ini. Sesaat sebelum balap di Mugello akhir pekan lalu (15/7), keduanya umbar komentar lewat akun Twitter.

Sambil menyapa bikers di Indonesia, Lorenzo mengaku enjoy mengendarai Jupiter Z1. "Hi everybody! How are you people from indonesia? I'm using the new Jupiter-Z1 in the paddock and I enjoy a lot with it!," ungkap juara seri Mugello ini.

Selain Lorenzo, Ben Spies pun mengutarakan hal yang sama. Malah lengkap dengan foto sedang diatas Jupiter Z1. Tapi bukan foto yang banyak beredar waktu sesi foto berlangsung, yang ini foto Ben Spies setelah keliling paddock bersama Jupiter Z1.

"Cruising around mugello on my new Yamaha Jupiter Z1," kata Ben Spies yang mengakibatkan banyak komentar masuk ke akun Twitter-nya.

Selain dijadikan kendaraan paddock, nama Jupiter Z1 juga melekat di wearpack tepatnya di lengan kedua pembalap. Logo Jupiter Z1 juga menempel bagian buntut Yamaha YZR-M1 tunggangan Lorenzo dan Spies.

Sesuai filosofi desainnya, kode Z1 dan M1 di belakang nama Jupiter Z1 dan YZR-M1 memang memiliki beberapa kesamaan. Salah satunya adalah sama-sama didesain oleh orang yang sama. Mr Takeda, project leader of new Jupiter Z1 pernah menangani pengembangan YZR-M1 di era 2004 sampai 2006. (motorplus-online.com) 

Minggu, 15 Juli 2012

Lorenzo dan Spies Kagum Melihat New Jupiter Z1 di Mugello


Seperti janji PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), bahwa New Jupiter Z1 akan ikutan di MotoGP sebagai motor pendukung Jorge Lorenzo dan Ben Spies untuk beraktifitas di paddock, akhirnya diluncurkan hari ini (12/7) di Mugello. Rasa kagum pun langsung terlihat dari kedua pembalap tim Yamaha tersebut. Mereka cukup antusias untuk mengendarai motor tersebut.

“Senang rasanya memiliki New Jupiter Z1 di paddock, modelnya sangat menyenangkan dan rasanya akan nyaman digunakan berkeliling di paddock. Rasanya saya juga ingin memilikinya di rumah dan juga sebagai bentuk dukungan saya pada rekan-rekan saya di Indonesia,” ujar Lorenzo.


Tidak jauh berbeda dengan Lorenzo, Spies pun menganggap bahwa New Jupiter Z1 ini adalah sebuah pemberian yang luar biasa. “Akan selalu ada perasaan senang jika kita menggunakan motor yang unik di paddock dan saya sangat menikmati New Jupiter Z1. Saya yakin motor ini juga akan meraih kesuksesan di pasar Indonesia,” timpal Spies.

Untuk merayakan peluncuran New Jupiter Z1 di MotoGP, logo New Jupiter Z1 akan dipajang pada beberapa bagian untuk menggantikan tulisan Semakin Di Depan. Termasuk di buritan motor, lengan wearpack pembalap dan di punggung bawah pembalap. (otosport.co.id)