Semoga Blog ini Bermanfaat, selamat membaca

Kamis, 09 Agustus 2012

Ducati Harus Segera Cari Pembalap Pengganti Rossi Untuk 2013


Meski keputusan kesepakatan Valentino Rossi kembali ke tim Yamaha belum diumumkan secara resmi oleh pembalap yang bersangkutan maupun tim Yamaha, namun setidaknya Ducati sudah harus siap-siap cari pembalap pengganti Rossi musim 2013 nanti. Yah, memang tidak gampang tapi pilihan pembalap seperti Cal Crutchlow atau Andrea Dovizioso sepertinya masih bisa dinegosiasikan.

Beberapa kali Ducati dikabarkan sudah melakukan kontak dengan kedua pembalap tersebut, namun tidak ada sodoran surat kontrak yang benar-benar nyata. Sebab Ducati sendiri sebenarnya masih menunggu keputusan yang akan diambil oleh Rossi.

Tapi jika melihat rencana yang akan dilakukan tim Ducati jika saja Rossi tetap bersama mereka, sepertinya bakal jadi proyek besar antara Rossi, Ducati dan AUDI. Tapi dengan adanya rumor Rossi sudah tandatangan kontrak dengan Yamaha, proyek ini bisa saja berganti haluan. Namun jika Ducati ingin tetap melanjutkan proyek tersebut, maka meminang Andrea Dovizioso adalah hal yang paling masuk akal.

Lah kok bisa? Sebab Dovi sendiri mengaku punya karakter gaya balap yang lembut. Tidak seperti Casey Stoner yang mampu memaksimalkan setiap detil kekuatan motor dengan maksimal setiap saat. Tapi jika Ducati berpikir untuk mencari pembalap yang karakter balapnya seperti Stoner, maka Crutchlow bisa jadi pilihan tepat. Meski Stoner sendiri mengklaim Crutchlow punya gaya balap yang unik.

Memang tidak ada yang bisa menjamin bakal kesuksesan dua pembalap tersebut jika bergabung dengan tim Ducati. Tapi paling tidak jika proyek Ducati dan AUDI tetap berjalan, ada harapan untuk membuat motor yang karakternya berbeda dengan musim-musim lalu. Kita tunggu tunggu keputusannya nanti! (otosport.co.id)

Dovizioso Bakal Kena Efek Bola Billiard, Sebab Rossi ke Yamaha


Andrea Dovizioso adalah salah satu yang paling berharap bisa mengakuisisi posisi Ben Spies di tim Yamaha Factory Racing. Tapi rumor keputusan Valentino Rossi yang kabarnya sudah menandatangi kontrak 2 musim langsung dengan Yamaha, berimbas besar pada pengharapan Dovi. Akibatnya pilihan Dovi pun jadi tipis, yaitu bertahan di tim Tech3, pindah ke tim lain atau keluar dari MotoGP.

Tentunya ini cukup menyedihkan bagi Dovi, mengingat ia rela melepaskan kerjasamanya dengan Honda dan pindah ke tim satelit Yamaha, hanya untuk menargetkan berada di tim utama Yamaha musim 2013 mendatang.

Dovi sendiri beberapa waktu lalu, sudah menetapkan bahwa jika ia akan keluar dari Tech3 dan memilih tim lain atau keluar dari MotoGP, jika Yamaha tak merekrutnya. Tapi jika ia harus pindah ke tim lain, kemungkinan besar buka ke tim Ducati. Sebab Dovi juga pernah menegaskan bahwa bergabung dengan tim Ducati takkan bisa meraih kemenangan.

Lalu apakah pilihan keluar dari MotoGP adalah pilihan tepat bagi pembalap asal Italia itu? Mungkin iya, mungkin tidak! sebab bisa jadi ia meraih hasil yang bagus saat bergabung dengan tim satelit lain di MotoGP seperti tim Honda Gresini. Atau malah meraih kemenangan di ajang balap World Superbike Championship (WSBK) 2013 dan kembali ke MotoGP 2014 bersama tim yang baru seperti Suzuki yang berniat kembali ke MotoGP 2014. (otosport.co.id)

Rossi Kembali ke Yamaha, Tanda Suksesnya Skenario Ezpeleta


Tidak dapat dipungkiri, Valentino Rossi adalah salah satu aset paling besar di MotoGP sekarang ini. Bahkan nama Rossi bisa dikatakan lebih besar dari ajang balap MotoGP itu sendiri. Jadi wajar jika banyak pihak yang menginginkan banyak hal dari Rossi. Ada yang ingin Rossi kembali ke Honda, beberapa lainnya mendukung kembali ke tim Yamaha, ada yang ingin ia bertahan di Ducati dan juga tidak jarang yang ingin Rossi bikin tim sendiri.

Terlepas dari itu semua, ada satu hal yang tentunya masih sulit terlupakan, yaitu janji Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna Sports) akhir bulan Juni lalu. Dimana Ezpeleta mengatakan bahwa tahun depan Valentino Rossi akan kembali menggunakan motor yang kompetitif. Meski Rossi sendiri menyangkal dan merasa bingung dengan perkataan Ezpeleta, namun ternyata itu kejadian juga.

Padahal waktu itu Rossi sendiri belum tahu akan bernaung di tim mana tahun 2013 mendatang. Terlepas ini hanya kebetulan saja karena pilihannya memang lebih aman bersama Yamaha untuk mewujudkan target juara dunia lagi, jelas pernyataan Ezpeleta bisa dikatakan sebagai sebuah skenario.

Apalagi juga tersiar kabar bahwa Ezpeleta memang melakukan pembicaraan dengan sponsorship yang memboyong Rossi kembali ke Yamaha. Yup memberikan pilihan yang tepat agar ajang MotoGP lebih menarik karena Rossi kembali kompetitif dan memperlihatkan hiburan yang lebih dari sekedar balapan saja, aadlah tujuan penyelenggara (promotor) untuk menggaet penonton lebih banyak lagi.

Belum ada yang tahu persis detail keputusan Rossi memilih Yamaha, sebab belum ada rilis resmi yang terdengar dari mulutnya. Tapi jelas ini menandakan kesuksesan skenario Ezpeleta. Hmm, bisa jadi juga akan menjadi skenario untuk menggusur Jorge Lorenzo untuk hengkang ke tim lain. Uppss…! (otosport.co.id)

Rabu, 08 Agustus 2012

Apakah Yamaha Hanya Butuh Uang Dari Rossi?


Memilih Valentino Rossi mungkin bisa dikatakan sebagai tindakan yang paling tepat dari tim Yamaha. Bukan hanya karena pembalap asal Italia itu masih memiliki skill yang bagus, tapi Yamaha juga butuh sponsor utama agar konsisten di MotoGP. Memang jadi pakem, bahwa sponsor utama sebuah tim balap ibarat ‘jantung’. Jika tak ada sponsor utama maka akan sulit bertahan di ajang balap motor bergengsi di dunia itu.

Kalau hitung-hitungan secara kasarnya sih, Yamaha tidak membutuhkan sosok Valentino Rossi lagi di tim mereka untuk meraih titel juara dunia. Toh mereka sudah memiliki Jorge Lorenzo yang tampil kompetitif sejak pertama kali Lorenzo bergabung bersama tim tersebut. Apalagi sejarah kelam duel Rossi VS Lorenzo tentu tidak akan mudah terlupakan oleh Yamaha.

Yamaha hanya butuh mencari pembalap yang kompetitif untuk memberikan keseimbangan pada performa pembalap utama. Tapi sekali lagi, penegasannya tetap pada uang. Sebab tanpa sokongan dana dari pihak sponsorship, maka Yamaha bakal sulit membiayai timnya sendiri secara penuh. Mulai dari gaji pembalap/kru tim, logistik, akomodasi, survey, riset dan teknologi hingga kepentingan dana dadakan hanya mengandalkan penjualan produk saja.

Lalu apakah ini adalah anti klimaks dari karir Rossi di MotoGP? tentu tidak. Katakanlah, Yamaha berpikir hanya untuk mendapatkan sponsor utama dengan merekrut Rossi, disinilah letak kekuatan Rossi untuk mendapat kesetaraan dari tim. Paling tidak, ia bisa tetap bertarung meraih titel juara dunia lagi dan tidak terkungkung dengan sistem ‘team order’ dari Yamaha.

Namun Lin Jarvis sebagai Direktur Motorsport Yamaha menjelaskan bahwa ia akan melakukan apapun agar Yamaha konsisten di MotoGP. Bukan hanya konsisten pada hasil yang bakal diraih tim Yamaha di MotoGP, namun juga konsisten tampil di MotoGP (tidak gulung tikar seperti tim pabrikan lainnya). (otosport.co.id)

Rossi Kembali ke Yamaha Karena Faktor Usia


Atlit memang sedikit berbeda dengan seorang seniman. Faktor usia memegang peranan paling penting bagi seorang atlit, jika usia sudah di atas 35 tahun, biasanya skill sudah mulai menurun dan motivasi agak berkurang. Meski Valentino Rossi belum mengkonfirmasi secara resmi kepindahannya ke tim Yamaha, namun prediksi alasan Rossi kembali ke Yamaha adalah karena faktor usia yang tidak muda lagi.

Memang sangat masuk akal, toh usia Rossi yang sudah 33 tahun akan beresiko besar jika tetap bersama tim Ducati yang tidak kompetitif. Meski mendapat dukungan dari AUDI dari sisi teknis pengembangan motor, namun tidak ada yang bisa menjamin Ducati bisa kompetitif musim depan. Jika Rossi tetap bersama Ducati, maka ia akan membuang usianya 2 tahun jika Ducati tetap tidak kompetitif.

Sementara jika ia memilih kembali ke Yamaha, Rossi memiliki peluang untuk meraih kembali ambisinya mencetak rekor-rekor kemenangan yang belum tercatat sebelumnya. Lalu berbicara tentang reputasi, yah memang harus ada satu hal yang dikorbankan untuk meraih hal yang lain. Toh jika targetnya sudah terpenuhi di Yamaha, ia bisa kembali lagi ke tim Ducati untuk mewujudkan impian yang lain.

Hal lain yang membuat reputasi Rossi jadi turun, sebab ia pernah umbar omongan saat pindah ke Yamaha. Bahwa faktor pembalap lebih superior dari pada motor. Tapi ternyata itu tidak berlaku saat ia pindah ke Ducati. Dengan demikian, ini menjadi bukti bahwa ada basis motor yang paling penting untuk menunjang skill terbaik pembalap.

Jika memang Rossi bisa tampil kompetitif lagi bersama Yamaha musim depan, berarti teori baru tentang pembalap butuh basis motor yang kompetitif sebagai pendukung skill pembalap untuk jadi pemenang, benar adanya. Tapi jika memang ia tetap tidak tampil kompetitif, berarti faktor usia alias relfeks untuk beradaptasi memang sudah berkurang. (otosport.co.id)

Rossi ke Yamaha, Status Pembalap Kedua, Reputasi Hancur dan Gaji Turun

Pilihan paling aman bagi perjalanan karir Valentino Rossi untuk musim depan memang adalah kembali ke tim Yamaha. Selain bisa membangun kembali kepercayaan dirinya bersama tim tersebut, ia juga bisa mengakhiri karirnya di MotoGP dengan pencapaian terbaik dan melanjutkan pemecahan rekor-rekor kemenangan lagi bersama Yamaha.

Nah, berhubungan dengan santernya kabar tentang sang juara dunia 9 kali di grand prix motor itu sudah menandatangani kontrak dengan Yamaha untuk dua musim kedepan, Rossi pun menanggung beban moral yang cukup tinggi. Diantaranya adalah karena ia dikabarkan kembali ke Yamaha dengan menerima status sebagai pembalap kedua, reputasi hancur dari tim Ducati dan juga gaji yang lebih rendah.

Rossi memang sebelumnya mengatakan bahwa gaji yang lebih rendah pun tak masalah, asal ia mendapat motor yang kompetitif. Dengan ungkapan ini sebenarnya sudah menunjukkan bahwa ia menyerah untuk bertahan di Ducati. Bisa dibayangkan, ia hanya meraih 2 kali finish di podium dari 27 kali balapan bersama Ducati. Meski masih tersisa beberapa seri lagi, tapi jelas hubungan dengan Ducati tidak akan seperti sedia kala.

Nah, kembali ke tim Yamaha dengan reputasi hancur seperti itu, tentunya tidak akan mudah. Tapi mungkin ini memang ini adalah pilihan yang tepat, sebab bertahan di Ducati mungkin malah bisa terus seperti itu.

Reputasi hancur dan gaji yang lebih rendah mungkin masih bisa diterima oleh Rossi, tapi untuk menerima status sebagai pembalap kedua, rasanya ini akan sangat berat. Sebab Rossi hingga saat ini bertahan di Yamaha tentu dengan segudang ambisi untuk meraih kemenangan lagi dan mencetak rekor juara yang lebih banyak.

Masuk akal bagi Yamaha untuk memilih Jorge Lorenzo sebagai pembalap pertama, sebab tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak memprioritaskannya. Apalagi dari segi usia dan semangat, tentunya Lorenzo lebih unggul. Satu-satunya hal yang bisa membuat Rossi bernafas lega, karena ia membawa sponsor besar bagi Yamaha. Paling tidak ini membuatnya bisa bergerak lebih bebas karena masih punya pegangan. (otosport.co.id)

KTM Tambah 4 Pembalap di Moto3 Musim 2013


Kompetitifitas motor KTM di ajang Moto3 memang terlihat cukup nyata. Namun pabrikan motor asal Austria itu sepertinya merasa tidak puas pada performa pembalapnya. Pasalnya Maverick Vinales yang menggunakan motor Honda NSF250R, masih mengungguli pencapaian Sandro Cortese di beberapa karakter sirkuit.

Melihat besarnya potensi untuk meraih kemenangan, KTM pun mulai melakukan rencana untuk menancapkan dominasi mereka musim depan. Yaitu dengan melakukan penambahan skuad untuk turun di Moto3 sebanyak 4 pembalap.

“Melihat kondisi terkini musim perdana Moto3 bergulir, kami sekarang mengukuhkan posisi sebagai pemaim besar dalam balap motor Moto3. Sandro Cortese dan pembalap KTM lainnya, adalah salah satu bukti nyata kompetitifitas motor KTM di ajang Moto3,” jelas Pit Beirer sebagai KTM Head of Motorsports.

“Melihat kesuksesan tersebut kami berniat mengembangkan sayap pada musim 2013 mendatang. Rencananya KTM sendiri akan melakukan penambahan 4 pembalap rookie di Moto3. Sementara Kalex sebagai partner eksklusif kami yang khusus membuat rangka mereka sendiri menggunakan mesin KTM, kabarnya juga akan menambahkan 2 pembalap untuk musim depan,” tutup Beirer. (otosport.co.id)

Rossi Tandatangan Kontrak Dengan Yamaha Untuk 2 Musim


Setelah rumor tentang Valentino Rossi melakukan kunjungan ke markas besar tim Yamaha di Belanda, beberapa media di Italia kembali mengkonfirmasi bahwa pembalap legenda itu sudah menandatangani kontrak dengan Yamaha untuk 2 musim kedepan. Meski masih merasa de javu dengan kabar tentang Rossi ke Yamaha, tapi sepertinya rumor kali ini benar adanya.

Pasalnya kabar itu dirilis langsung di salah satu media di Italia yang cukup tenar, yaitu Gazzeta Dello Sport. Dari informasi tersebut, Rossi dikabarkan sudah melakukan tanda tangan kontrak dengan Yamaha untuk 2 musim kedepan dan akan mendampingi Jorge Lorenzo di Yamaha. Konfirmasi resminya bakal dilakukan menjelang MotoGP Indianapolis yaitu pada Rabu, 15 Agustus 2012 mendatang.

Tentunya kesepakatan Rossi untuk kembali ke Yamaha akan jadi hal yang menyedihkan bagi tim Ducati, sebab mereka kehilangan salah satu pembalap yang diharapkan bisa bekerja sama untuk membangun motor Ducati jadi lebih baik. Selain itu juga akan menjadi pertanyaan besar dengan skill seorang Valentino Rossi.

Meski belum resmi ditetapkan pindah ke tim Yamaha, namun jelas peluang Cal Crutchlow pindah ke tim Ducati sudah terbuka cukup lebar. Jika ingin mendapat support dari tim pabrikan secara penuh, harusnya pembalap asal Inggris itu mau menerima pinangan tim Ducati, jika memang ada tawaran untuk kedua kalinya.

Detail lengkap mengenai keputusan Rossi pindah ke tim Yamaha akan dirilis pada Rabu, 15 Agustus 2012 mendatang (pekan depan).(otosport.co.id)