Semoga Blog ini Bermanfaat, selamat membaca

Kamis, 09 Agustus 2012

Ducati Harus Segera Cari Pembalap Pengganti Rossi Untuk 2013


Meski keputusan kesepakatan Valentino Rossi kembali ke tim Yamaha belum diumumkan secara resmi oleh pembalap yang bersangkutan maupun tim Yamaha, namun setidaknya Ducati sudah harus siap-siap cari pembalap pengganti Rossi musim 2013 nanti. Yah, memang tidak gampang tapi pilihan pembalap seperti Cal Crutchlow atau Andrea Dovizioso sepertinya masih bisa dinegosiasikan.

Beberapa kali Ducati dikabarkan sudah melakukan kontak dengan kedua pembalap tersebut, namun tidak ada sodoran surat kontrak yang benar-benar nyata. Sebab Ducati sendiri sebenarnya masih menunggu keputusan yang akan diambil oleh Rossi.

Tapi jika melihat rencana yang akan dilakukan tim Ducati jika saja Rossi tetap bersama mereka, sepertinya bakal jadi proyek besar antara Rossi, Ducati dan AUDI. Tapi dengan adanya rumor Rossi sudah tandatangan kontrak dengan Yamaha, proyek ini bisa saja berganti haluan. Namun jika Ducati ingin tetap melanjutkan proyek tersebut, maka meminang Andrea Dovizioso adalah hal yang paling masuk akal.

Lah kok bisa? Sebab Dovi sendiri mengaku punya karakter gaya balap yang lembut. Tidak seperti Casey Stoner yang mampu memaksimalkan setiap detil kekuatan motor dengan maksimal setiap saat. Tapi jika Ducati berpikir untuk mencari pembalap yang karakter balapnya seperti Stoner, maka Crutchlow bisa jadi pilihan tepat. Meski Stoner sendiri mengklaim Crutchlow punya gaya balap yang unik.

Memang tidak ada yang bisa menjamin bakal kesuksesan dua pembalap tersebut jika bergabung dengan tim Ducati. Tapi paling tidak jika proyek Ducati dan AUDI tetap berjalan, ada harapan untuk membuat motor yang karakternya berbeda dengan musim-musim lalu. Kita tunggu tunggu keputusannya nanti! (otosport.co.id)

Dovizioso Bakal Kena Efek Bola Billiard, Sebab Rossi ke Yamaha


Andrea Dovizioso adalah salah satu yang paling berharap bisa mengakuisisi posisi Ben Spies di tim Yamaha Factory Racing. Tapi rumor keputusan Valentino Rossi yang kabarnya sudah menandatangi kontrak 2 musim langsung dengan Yamaha, berimbas besar pada pengharapan Dovi. Akibatnya pilihan Dovi pun jadi tipis, yaitu bertahan di tim Tech3, pindah ke tim lain atau keluar dari MotoGP.

Tentunya ini cukup menyedihkan bagi Dovi, mengingat ia rela melepaskan kerjasamanya dengan Honda dan pindah ke tim satelit Yamaha, hanya untuk menargetkan berada di tim utama Yamaha musim 2013 mendatang.

Dovi sendiri beberapa waktu lalu, sudah menetapkan bahwa jika ia akan keluar dari Tech3 dan memilih tim lain atau keluar dari MotoGP, jika Yamaha tak merekrutnya. Tapi jika ia harus pindah ke tim lain, kemungkinan besar buka ke tim Ducati. Sebab Dovi juga pernah menegaskan bahwa bergabung dengan tim Ducati takkan bisa meraih kemenangan.

Lalu apakah pilihan keluar dari MotoGP adalah pilihan tepat bagi pembalap asal Italia itu? Mungkin iya, mungkin tidak! sebab bisa jadi ia meraih hasil yang bagus saat bergabung dengan tim satelit lain di MotoGP seperti tim Honda Gresini. Atau malah meraih kemenangan di ajang balap World Superbike Championship (WSBK) 2013 dan kembali ke MotoGP 2014 bersama tim yang baru seperti Suzuki yang berniat kembali ke MotoGP 2014. (otosport.co.id)

Rossi Kembali ke Yamaha, Tanda Suksesnya Skenario Ezpeleta


Tidak dapat dipungkiri, Valentino Rossi adalah salah satu aset paling besar di MotoGP sekarang ini. Bahkan nama Rossi bisa dikatakan lebih besar dari ajang balap MotoGP itu sendiri. Jadi wajar jika banyak pihak yang menginginkan banyak hal dari Rossi. Ada yang ingin Rossi kembali ke Honda, beberapa lainnya mendukung kembali ke tim Yamaha, ada yang ingin ia bertahan di Ducati dan juga tidak jarang yang ingin Rossi bikin tim sendiri.

Terlepas dari itu semua, ada satu hal yang tentunya masih sulit terlupakan, yaitu janji Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna Sports) akhir bulan Juni lalu. Dimana Ezpeleta mengatakan bahwa tahun depan Valentino Rossi akan kembali menggunakan motor yang kompetitif. Meski Rossi sendiri menyangkal dan merasa bingung dengan perkataan Ezpeleta, namun ternyata itu kejadian juga.

Padahal waktu itu Rossi sendiri belum tahu akan bernaung di tim mana tahun 2013 mendatang. Terlepas ini hanya kebetulan saja karena pilihannya memang lebih aman bersama Yamaha untuk mewujudkan target juara dunia lagi, jelas pernyataan Ezpeleta bisa dikatakan sebagai sebuah skenario.

Apalagi juga tersiar kabar bahwa Ezpeleta memang melakukan pembicaraan dengan sponsorship yang memboyong Rossi kembali ke Yamaha. Yup memberikan pilihan yang tepat agar ajang MotoGP lebih menarik karena Rossi kembali kompetitif dan memperlihatkan hiburan yang lebih dari sekedar balapan saja, aadlah tujuan penyelenggara (promotor) untuk menggaet penonton lebih banyak lagi.

Belum ada yang tahu persis detail keputusan Rossi memilih Yamaha, sebab belum ada rilis resmi yang terdengar dari mulutnya. Tapi jelas ini menandakan kesuksesan skenario Ezpeleta. Hmm, bisa jadi juga akan menjadi skenario untuk menggusur Jorge Lorenzo untuk hengkang ke tim lain. Uppss…! (otosport.co.id)

Rabu, 08 Agustus 2012

Apakah Yamaha Hanya Butuh Uang Dari Rossi?


Memilih Valentino Rossi mungkin bisa dikatakan sebagai tindakan yang paling tepat dari tim Yamaha. Bukan hanya karena pembalap asal Italia itu masih memiliki skill yang bagus, tapi Yamaha juga butuh sponsor utama agar konsisten di MotoGP. Memang jadi pakem, bahwa sponsor utama sebuah tim balap ibarat ‘jantung’. Jika tak ada sponsor utama maka akan sulit bertahan di ajang balap motor bergengsi di dunia itu.

Kalau hitung-hitungan secara kasarnya sih, Yamaha tidak membutuhkan sosok Valentino Rossi lagi di tim mereka untuk meraih titel juara dunia. Toh mereka sudah memiliki Jorge Lorenzo yang tampil kompetitif sejak pertama kali Lorenzo bergabung bersama tim tersebut. Apalagi sejarah kelam duel Rossi VS Lorenzo tentu tidak akan mudah terlupakan oleh Yamaha.

Yamaha hanya butuh mencari pembalap yang kompetitif untuk memberikan keseimbangan pada performa pembalap utama. Tapi sekali lagi, penegasannya tetap pada uang. Sebab tanpa sokongan dana dari pihak sponsorship, maka Yamaha bakal sulit membiayai timnya sendiri secara penuh. Mulai dari gaji pembalap/kru tim, logistik, akomodasi, survey, riset dan teknologi hingga kepentingan dana dadakan hanya mengandalkan penjualan produk saja.

Lalu apakah ini adalah anti klimaks dari karir Rossi di MotoGP? tentu tidak. Katakanlah, Yamaha berpikir hanya untuk mendapatkan sponsor utama dengan merekrut Rossi, disinilah letak kekuatan Rossi untuk mendapat kesetaraan dari tim. Paling tidak, ia bisa tetap bertarung meraih titel juara dunia lagi dan tidak terkungkung dengan sistem ‘team order’ dari Yamaha.

Namun Lin Jarvis sebagai Direktur Motorsport Yamaha menjelaskan bahwa ia akan melakukan apapun agar Yamaha konsisten di MotoGP. Bukan hanya konsisten pada hasil yang bakal diraih tim Yamaha di MotoGP, namun juga konsisten tampil di MotoGP (tidak gulung tikar seperti tim pabrikan lainnya). (otosport.co.id)

Rossi Kembali ke Yamaha Karena Faktor Usia


Atlit memang sedikit berbeda dengan seorang seniman. Faktor usia memegang peranan paling penting bagi seorang atlit, jika usia sudah di atas 35 tahun, biasanya skill sudah mulai menurun dan motivasi agak berkurang. Meski Valentino Rossi belum mengkonfirmasi secara resmi kepindahannya ke tim Yamaha, namun prediksi alasan Rossi kembali ke Yamaha adalah karena faktor usia yang tidak muda lagi.

Memang sangat masuk akal, toh usia Rossi yang sudah 33 tahun akan beresiko besar jika tetap bersama tim Ducati yang tidak kompetitif. Meski mendapat dukungan dari AUDI dari sisi teknis pengembangan motor, namun tidak ada yang bisa menjamin Ducati bisa kompetitif musim depan. Jika Rossi tetap bersama Ducati, maka ia akan membuang usianya 2 tahun jika Ducati tetap tidak kompetitif.

Sementara jika ia memilih kembali ke Yamaha, Rossi memiliki peluang untuk meraih kembali ambisinya mencetak rekor-rekor kemenangan yang belum tercatat sebelumnya. Lalu berbicara tentang reputasi, yah memang harus ada satu hal yang dikorbankan untuk meraih hal yang lain. Toh jika targetnya sudah terpenuhi di Yamaha, ia bisa kembali lagi ke tim Ducati untuk mewujudkan impian yang lain.

Hal lain yang membuat reputasi Rossi jadi turun, sebab ia pernah umbar omongan saat pindah ke Yamaha. Bahwa faktor pembalap lebih superior dari pada motor. Tapi ternyata itu tidak berlaku saat ia pindah ke Ducati. Dengan demikian, ini menjadi bukti bahwa ada basis motor yang paling penting untuk menunjang skill terbaik pembalap.

Jika memang Rossi bisa tampil kompetitif lagi bersama Yamaha musim depan, berarti teori baru tentang pembalap butuh basis motor yang kompetitif sebagai pendukung skill pembalap untuk jadi pemenang, benar adanya. Tapi jika memang ia tetap tidak tampil kompetitif, berarti faktor usia alias relfeks untuk beradaptasi memang sudah berkurang. (otosport.co.id)

Rossi ke Yamaha, Status Pembalap Kedua, Reputasi Hancur dan Gaji Turun

Pilihan paling aman bagi perjalanan karir Valentino Rossi untuk musim depan memang adalah kembali ke tim Yamaha. Selain bisa membangun kembali kepercayaan dirinya bersama tim tersebut, ia juga bisa mengakhiri karirnya di MotoGP dengan pencapaian terbaik dan melanjutkan pemecahan rekor-rekor kemenangan lagi bersama Yamaha.

Nah, berhubungan dengan santernya kabar tentang sang juara dunia 9 kali di grand prix motor itu sudah menandatangani kontrak dengan Yamaha untuk dua musim kedepan, Rossi pun menanggung beban moral yang cukup tinggi. Diantaranya adalah karena ia dikabarkan kembali ke Yamaha dengan menerima status sebagai pembalap kedua, reputasi hancur dari tim Ducati dan juga gaji yang lebih rendah.

Rossi memang sebelumnya mengatakan bahwa gaji yang lebih rendah pun tak masalah, asal ia mendapat motor yang kompetitif. Dengan ungkapan ini sebenarnya sudah menunjukkan bahwa ia menyerah untuk bertahan di Ducati. Bisa dibayangkan, ia hanya meraih 2 kali finish di podium dari 27 kali balapan bersama Ducati. Meski masih tersisa beberapa seri lagi, tapi jelas hubungan dengan Ducati tidak akan seperti sedia kala.

Nah, kembali ke tim Yamaha dengan reputasi hancur seperti itu, tentunya tidak akan mudah. Tapi mungkin ini memang ini adalah pilihan yang tepat, sebab bertahan di Ducati mungkin malah bisa terus seperti itu.

Reputasi hancur dan gaji yang lebih rendah mungkin masih bisa diterima oleh Rossi, tapi untuk menerima status sebagai pembalap kedua, rasanya ini akan sangat berat. Sebab Rossi hingga saat ini bertahan di Yamaha tentu dengan segudang ambisi untuk meraih kemenangan lagi dan mencetak rekor juara yang lebih banyak.

Masuk akal bagi Yamaha untuk memilih Jorge Lorenzo sebagai pembalap pertama, sebab tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak memprioritaskannya. Apalagi dari segi usia dan semangat, tentunya Lorenzo lebih unggul. Satu-satunya hal yang bisa membuat Rossi bernafas lega, karena ia membawa sponsor besar bagi Yamaha. Paling tidak ini membuatnya bisa bergerak lebih bebas karena masih punya pegangan. (otosport.co.id)

KTM Tambah 4 Pembalap di Moto3 Musim 2013


Kompetitifitas motor KTM di ajang Moto3 memang terlihat cukup nyata. Namun pabrikan motor asal Austria itu sepertinya merasa tidak puas pada performa pembalapnya. Pasalnya Maverick Vinales yang menggunakan motor Honda NSF250R, masih mengungguli pencapaian Sandro Cortese di beberapa karakter sirkuit.

Melihat besarnya potensi untuk meraih kemenangan, KTM pun mulai melakukan rencana untuk menancapkan dominasi mereka musim depan. Yaitu dengan melakukan penambahan skuad untuk turun di Moto3 sebanyak 4 pembalap.

“Melihat kondisi terkini musim perdana Moto3 bergulir, kami sekarang mengukuhkan posisi sebagai pemaim besar dalam balap motor Moto3. Sandro Cortese dan pembalap KTM lainnya, adalah salah satu bukti nyata kompetitifitas motor KTM di ajang Moto3,” jelas Pit Beirer sebagai KTM Head of Motorsports.

“Melihat kesuksesan tersebut kami berniat mengembangkan sayap pada musim 2013 mendatang. Rencananya KTM sendiri akan melakukan penambahan 4 pembalap rookie di Moto3. Sementara Kalex sebagai partner eksklusif kami yang khusus membuat rangka mereka sendiri menggunakan mesin KTM, kabarnya juga akan menambahkan 2 pembalap untuk musim depan,” tutup Beirer. (otosport.co.id)

Rossi Tandatangan Kontrak Dengan Yamaha Untuk 2 Musim


Setelah rumor tentang Valentino Rossi melakukan kunjungan ke markas besar tim Yamaha di Belanda, beberapa media di Italia kembali mengkonfirmasi bahwa pembalap legenda itu sudah menandatangani kontrak dengan Yamaha untuk 2 musim kedepan. Meski masih merasa de javu dengan kabar tentang Rossi ke Yamaha, tapi sepertinya rumor kali ini benar adanya.

Pasalnya kabar itu dirilis langsung di salah satu media di Italia yang cukup tenar, yaitu Gazzeta Dello Sport. Dari informasi tersebut, Rossi dikabarkan sudah melakukan tanda tangan kontrak dengan Yamaha untuk 2 musim kedepan dan akan mendampingi Jorge Lorenzo di Yamaha. Konfirmasi resminya bakal dilakukan menjelang MotoGP Indianapolis yaitu pada Rabu, 15 Agustus 2012 mendatang.

Tentunya kesepakatan Rossi untuk kembali ke Yamaha akan jadi hal yang menyedihkan bagi tim Ducati, sebab mereka kehilangan salah satu pembalap yang diharapkan bisa bekerja sama untuk membangun motor Ducati jadi lebih baik. Selain itu juga akan menjadi pertanyaan besar dengan skill seorang Valentino Rossi.

Meski belum resmi ditetapkan pindah ke tim Yamaha, namun jelas peluang Cal Crutchlow pindah ke tim Ducati sudah terbuka cukup lebar. Jika ingin mendapat support dari tim pabrikan secara penuh, harusnya pembalap asal Inggris itu mau menerima pinangan tim Ducati, jika memang ada tawaran untuk kedua kalinya.

Detail lengkap mengenai keputusan Rossi pindah ke tim Yamaha akan dirilis pada Rabu, 15 Agustus 2012 mendatang (pekan depan).(otosport.co.id)

Senin, 30 Juli 2012

Pilih Ban Tepat, Jadi Kunci Kemenangan Stoner


Mengalami perjalanan karir yang buruk pada dua seri sebelumnya, Casey Stoner akhirnya tampil sempurna meraih kemenangan di MotoGP Laguna Seca, Amerika (29/7) yang baru saja berlangsung. Dibalik performa apiknya itu, strategi pemilihan kompon ban pun menjadi kunci pembawa kemenangan bagi Stoner.

Dengan menggunakan ban berkompon lunak, ternyata mampu membawanya tampil dengan grip yang sempurna hingga menjelang balapan berakhir. Bahkan sesuai dengan prediksi usai sesi kualifikasi sehari sebelum balapan, bahwa ia lebih merekomendasikan penggunaan ban berkompon lunak dengan kondisi trek yang dingin. Nah, pada saat balapan berlangsung, permukaan trek memiliki temperatur 24 derajat celcius.

“Lorenzo membalap dengan jalur racing yang sangat sempurna. Meski saya sedikit tertinggal di awal balapan, namun perlahan kami berhasil mempersempit selisih dengan Lorenzo. Menggunakan kompon lunak rasanya memiliki performa terbaik, dimana grip ban bisa bertahan lebih lama hingga akhir balapan,” girang Stoner usai balapan berlangsung.

Stoner sendiri sudah mampu mengoleksi 4 kemenangan di musim 2012. Sayangnya ia masih tertinggal 32 poin dari Lorenzo yang memimpin klasemen pembalap dengan cukup konsisten. Pasalnya Stoner hanya meraih poin yang sangat sedikit di dua seri terakhir. (otosport.co.id)

Stoner Gagalkan Ambisi Menang Lorenzo di Laguna Seca


Gagal meraih posisi start terdepan di sesi kualifikasi, memang membuat Casey Stoner sangat kecewa. Pasalnya kesempatan untuk meraih posisi itu terbuka sangat lebar. Tapi di sesi balapan, Stoner tampil sempurna dan meninggalkan Jorge Lorenzo dengan gap yang cukup lebar. Padahal di awal-awal balapan Stoner sempat tertinggal nyaris sedetik.

Berkat upaya yang keras dan performa motor yang sempurna, Stoner melesat cukup jauh. Apalagi ia tidak melakukan kesalahan yang tidak perlu di sirkuit ini. Dengan hasil ini Lorenzo pun harus puas finish di urutan kedua dengan gap jauh dari Stoner.

Dani Pedrosa yang awalnya mampu melesat cukup bagus, ternyata harus puas finish di urutan ketiga. Performanya yang jauh di belakang kedua pembalap terdepan, membuatnya harus puas di posisi tersebut.

Pembalap yang justru mengalami nasib buruk adalah Ben Spies dan Valentino Rossi. Spies jatuh terlebih dulu setelah melalui tikungan Corkscrew, kemudian menjelang lap terakhir Rossi menyusul terjatuh sebelum melalui tikungan Corkscrew. (otosport.co.id)

Hasil MotoGP Amerika :
1.    Casey Stoner
2.    Jorge Lorenzo
3.    Dani Pedrosa
4.    Andrea Dovizioso
5.    Cal Crutchlow
6.    Nicky Hayden
7.    Stefan Bradl
8.    Alvaro Bautista
9.    Aleix Espargaro
10.    Karel Abraham

Minggu, 29 Juli 2012

Rossi Tak Tertarik Setting Lap Time Bagus di Kualifikasi


Mengukur sejauh mana kekuatannya saat balapan berlangsung nanti, adalah ciri khas yang paling utama dari seorang Valentino Rossi sejak ia bertarung di kelas GP 500 cc. Ia lebih mengutamakan konsistensi lap time ketika sesi balapan ketimbang tampil apik di sesi kualifikasi namun pada akhirnya harus finish di luar 5 besar.

Maka tidak heran jika dulu ia sering mengawali balapan dari grid pertengahan bahkan dari luar 10 besar, tapi akhirnya mampu finish di podium puncak. Tidak berubah dengan ambisinya tampil apik di sesi balapan, Rossi tetap mengutamakan setup motor untuk kompetitif di sesi balapan. Hal ini diakui langsung oleh Jeremy Burgess, bahwa pembalapnya itu sama sekali tidak tertarik meraih lap tercepat di sesi single lap.

“Pemikiran Rossi sih metodenya sedikit berbeda dengan pembalap lain. Ia selalu berpikir tentang performa motor dari perspektif balapan. Bahkan Rossi sama sekali tidak tertarik menemukan setting terbaik untuk single lap seperti di sesi kualifikasi. Sebab meski mengawali balapan dari grid start terdepan, namun tidak bisa menjaga konsistensi lap time saat balapan ya sama saja,” jelas Burgess.

Hal ini mungkin terlihat di MotoGP Mugello, Italia dua pekan lalu. Dimana ia mampu finish di urutan 5 setelah mengawali balapan dari grid start pertengahan yaitu di grid 10. Sayangnya hingga sekarang paket motor Ducati yang belum cukup kompetitif, membuatnya sulit untuk menyaingi pembalap tim pabrikan Yamaha dan Honda. Berharap saja ada peningkatan yang lebih baik di Laguna Seca nanti. (otosport.co.id)

Mengenal Trio Varian Honda Brio




Tak hanya mengandalkan Brio versi hatchback, di dunia maya telah banyak beredar akan seperti apakah sosok Brio selanjutnya. Yang sudah pasti, mesin akan jadi pembeda utama dengan pasar Indonesia. Kalau biasanya lebih kecil, kali ini Honda mendobrak pasar ketika ngotot memakai mesin dengan kapasitas lebih besar dibanding versi luar negeri.

Masih ingat trio Jazz, City dan Freed dong? Nah, tak jauh beda. Brio juga bakal dibikin versi sedan dan MPV. Mengandalkan platform sama, bisa jadi pabrik baru Honda akan punya line sendiri untuk varian lain Brio.

Paling kentara, setelah versi hatchback, akan ada Brio versi sedan dan MPV. Bisa jadi, Brio bakal berhadapan dengan Suzuki Ertiga, yang juga dikembangkan dari Swift. Hanya saja punya mesin sedikit lebih besar, dengan 1.400 cc.

Tak hanya MPV, Brio versi sedan juga digosipkan bakal beredar lebih cepat. Kalau melihat gambar sementara, paling beda melihat Brio sedan dari belakang. Lampu rem justru lebih mirip saudaranya, City. Pun begitu bagasi yang terlihat tinggi dan gemuk.

Memang, Brio baru akan meluncur dalam waktu dekat. Lalu, apakah pabrik baru Honda di Cikarang akan membuat keseluruhan trio Brio selanjutnya? Yang pasti, versi MPV akan ‘dirajut’ di Tanah Air, sedangkan sedannya masih belum jelas.

Kita tunggu saja kejutan lainnya. (mobil.otomotifnet.com)

Sabtu, 28 Juli 2012

Kawasaki Ninja 250R, Modif Sejuta Dolar Ala Race Motor






Dolar jadi mata uang yang menjadi acuan uang dunia dan selalu diperbincangkan di setiap berita persahaman dan keuangan. Selain di berita, pasti banyak juga orang yang ngomongin soal dolar, karena juga banyak keistimewaan dari mata uang ini. Sehingga banyak orang yang kepingin punya uang dolar.

“Nah.. dengan alasan itu Ninja 250R ini pengin dicat menggusung tema dolar, kayanya keren,” seru pemuda bernama Putra Raihan Poliradja itu.

Biar impian Putra tercapai punya tunggangan dibalut lukisan uang dolar, bukan pergi bersemedi di dalam gua yang gelap gulita. Namun, doi meluncur ke bengkel Race Motor yang berpengalaman buat dandanin motor kelas sport. Alamatnya di Jl. Kebon Jeruk III No. 35A Jakarta Barat. Ajian ampuh Ko Vendi, bos Race Motor dikeluarin buat dandanin si bohay ini. Nyok intip ajiannya seperti apa.

Baju bohay bawaan pabrik dilucuti. Lantas Ko Vendi komat-kamit sambil ngaduk ramuan resin, katalis, talek dan wax. Bimsalabim abrakadabra, bodi baru racikan pun telah selesai dibikin.

Setelah selesai, sekujur bodi dimandikan cat Spies Hecker kuning, biru dan merah serta dibentuk menyerupai motif duit 5 dolar. Sampai tak ada lahan yang tak kena guyuran cat Spise Hecker, liat saja kulit jok yang biasanya monoton sekarang sudah full color akibat sentuhal jail modifikator ini.

“Biar semakin menarik, ajian 'pasang susuk' pun dilakukan. Tentu bukan susuk jarum asli yang biasa digunakan untuk menarik pasangan atau pemasangan karismatik di orang. Tapi, yang dimaksud, adalah variasi bolt on yang nempel di motor,” seru pria berkumis tipis itu.

Arm belakang bukan dimutilasi sebagai tumbal sesajen, tapi diganti mono arm. Pemasangan arm ini tidak mengalami banyak perubahan. “Karena emang sudah disiapin khusus Ninja 250R,” tandasnya. Agar sok depan serupa, variasi bolt on berwarna merah diterapkan, ajian malih rupa pun dikeluarkan lewat sentuhan cat yang juga warna merah.

Buritan bagian belakang sudah menggusung single seater, namun bila ajian susuk tadi berfungsi buat cewek. Tinggal buka fiber yang nutupin dan diganti deh dengan seater yang pake busa, kan aman dan bisa bonceng.

Sedikit egoisme diterapkan di bagian depan. Nama Putra Raihan Poliradja yang punya motor ikut diukir di motor lansiran geng ijo ini. Kayanya biar enggak dicuri deh he..he..tos bro. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Mono arm: Power
Option: Full Bikers
Stabilizer stang: JFK
Knalpot: Yoshimura
Telepon: 0813-110-515-17

Webber dan Red Bull Dominan di Latihan 3 F1 Hongaria


Tidak ingin terus berada di urutan pertengahan, duo pembalap tim Red Bull kembali melakukan penetrasi yang bagus di sesi latihan 3 Formula 1 Hongaria pagi tadi (28/7). Dimana Mark Webber mampu mengungguli Lewis Hamilton untuk meraih lap tercepat pertama dengan 1 menit 21.550 detik. Meski keunggulannya cukup tipis, namun ini menunjukkan kompetitifitas Red Bull mulai membaik.

Dominasi Webber pun membuat Lewis Hamilton harus puas meraih lap tercepat kedua dengan selisih cukup tipis dari Webber yaitu 0,093 detik. Tapi ia masih memiliki harapan besar untuk tampil bagus di sesi kualifikasi. Mengingat Hamilton cukup konsisten meraih lap tercepat sejak sesi latihan pertama digelar.

Tidak ingin ketinggalan jauh dari rekan setimnya, Sebastian Vettel yang berupaya tampil apik untuk melanjutkan peningkatan performa mobilnya seperti di F1 Jerman, kali ini mengamankan lap tercepat ketiga. Pembalap asal Jerman itu mencetak 1 menit 21.671 detik. Gebrakan kecil justru ditunjukkan oleh Bruno Senna dengan meraih lap tercepat keempat.

Senna bahkan mampu mengungguli Fernando Alonso yang menempati urutan 5 serta duo pembalap tim Lotus F1 yaitu Kimi Raikkonen dan Romain Grosjean di urutan 6 dan 7. Tim yang justru mengalami penurunan performa adalah Mercedes GP. Baik Michael Schumacher maupun Nico Rosberg hanya berada di urutan 7 dan 8. Jika kondisi ini berlanjut ke sesi kualifikasi, dikhawatirkan mereka tak lolos ke Q2. (otosport.co.id)

Hasil latihan 3 F1 Hongaria :
1.    Mark Webber
2.    Lewis Hamilton
3.    Sebastian Vettel
4.    Bruno Senna
5.    Fernando Alonso
6.    Kimi Raikkonen
7.    Romain Grosjean
8.    Felipe Massa
9.    Paul di Resta
10.    Jenson Button

Massa Puas Meski Tak Bisa Lakukan Simulasi Balap di Hongaria


Pencapaian lap tercepat duo pembalap tim Ferrari yaitu Fernando Alonso dan Felipe Massa kembali menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan di sesi latihan 2 Formula 1 Hongaria (27/7) kemarin. Namun sangat disayangkan, sebab di pertengahan sesi latihan 2 hujan turun dengan cukup deras. Hingga akhirnya para pembalap langsung mengganti ban basah.

Meski demikian Felipe Massa merasa sangat puas dengan pencapaiannya di sesi tersebut, sebab ia dan rekan setimnya mampu menembus lap tercepat di urutan 5 besar. Tentu ini adalah hasil yang sangat menjanjikan bagi tim Ferrari. Setidaknya mereka mulai melihat titik terang kompetitifitas Ferrari untuk bertarung meraih kemenangan di setiap seri.

“Secara keseluruhan sesi latihan kedua ini berlangsung cukup memuaskan bagi kami di Ferrari, meski pada pertengahan sesi latihan kondisi trek jadi sangat ekstrim karena terguyur hujan. Hal ini juga menghalangi kami untuk melakukan simulasi balap alias long run. Tapi bukan hanya kami yang mengalami masalah ini, sebab semua pembalap berada dalam kondisi yang sama,” papar Massa.

“Sekarang sudah jelas, kami harus meningkatkan performa mobil khususnya pada penggunaan ban. Apalagi acuan lap tercepat di sesi latihan pertama, masih akan mengalami peningkatan signifikan. Makanya kami belum bisa melakukan komparasi yang pasti pada performa mobil,” lanjutnya.

Apa yang dirasakan oleh Massa juga sama halnya terjadi pada Alonso. Berharap saja semoga sesi latihan ketiga nanti berlangsung dalam kondisi trek kering. (otosport.co.id)

Sadis, NSX Disulap Jadi Pendaki Gunung Bertenaga 850 Dk!

Amerika – Dalam kondisi standar sosok Honda NSX lebih dikenal sebagai sportscar berdesain maskulin dan aerodinamis. Tetapi ditangan tuner asal Amerika, LoveFab Inc. NSX disulap jadi monster pendaki gunung bertenaga besar di ajang balap Pikes Peak Hill Climb di Colorado, Amerika pada Agustus nanti.

Yup, penampilan mobil yang digeber oleh Cody Loveland ini terlihat sangar. Tak ada lagi tampilan standar dari NSX. Seluruh panel bodi dirombak agar makin aerodinamis. Nyelenehnya, bumper depan dilengserkan berganti GT wing yang menyatu pada panel karbon di samping sebagai gantinya.

Bagian buritan, kesan seksi khas NSX dipermak jadi gahar berkat aplikasi wing besar yang menjulur dari atas sampai ke samping bumper belakang. Tak hanya itu, seluruh panel bumper juga diganti dengan model diffuser karbon.
Sebagai penantang mobil-mobil monster lain sekelas Suzuki SX-4 geberan Nobuhiro Tajima yang bertenaga 900 dk dan Hyundai Genesis Rhys Millen berdaya 700 dk, maka tenaga pada NSX ini tak kalah hebat. Pasalnya NSX berkelir putih yang disponsori oleh HRE Wheels ini dibekali mesin bertenaga 850 dk!

Dalam gelaran Pikes Peak 2012 yang memasuki tahun ke-90 penyelenggaraanya, NSX ini akan melewati jalur pegunungan setinggi 4300 meter diatas permukaan laut, dan melintasi variasi trek aspal dan gravel sepanjang 19,9 km, yang dilengkapi dengan 156 tikungan. (mobil.otomotifnet.com)

Kia Siap Hidupkan Sedona Tahun Depan


Seoul – Sekian lama menghilang dan mulai dilupakan, bukan berarti MPV bongsor Kia Sedona tak lagi dilirik pabrikannya. Pasalnya Kia siap merilis penerus Sedona pada tahun 2013 mendatang.

Salah seorang juru bicara Kia di Korea Selatan menyatakan jika segmen minivan merupakan salah satu pasar yang penting.

Dilepas sebagai model 2014, Sedona akan mengaplikasi model dari mobil konsep KV7 yang mendebut di North American International Auto Show 2011 silam. Tapi pihak Kia menyatakan tak akan mencontek penuh detail KV7.

Tentu saja pada Sedona produksi massal tak akan ditemui pintu gullwing, fasilitas Wi Fi, bangku putar dan panel LED seperti yang tertanam pada KV7.

Sedangkan kelegaan kabin, bodi bongsor dan moncong panjang khas Sedona yang juga sempat hadir di Tanah Air ini bakal terus dipertahankan. (mobil.otomotifnet.com)

Paket Aerodinamika Baru, Bikin Kimi Lebih Pede


Paket sistem aerodinamika yang baru dipasang pada mobil Kimi Raikkonen di sesi latihan hari pertama Formula 1 Hongaria (27/7) kemarin, membuat pembalap asal Finlandia itu jadi lebih pede. Ia terlihat sangat yakin dengan paket terbaru pada mobil itu. Meski ia sendiri tidak merasakan peningkatan performa secara langsung, tapi kenyamanan mengendarai mobil tersebut membuatnya tampil lebih bagus.

“Pada beberapa seri terakhir, kami mulai menemukan titik terang kekurangan pada mobil. Nah pengembangan yang dilakukan tim ini justru lebih membuat saya lebih nyaman mengendarai mobil sesuai dengan keinginanku. Kami juga tidak tahu bagaimana kelanjutannya di sesi latihan 3 dan kualifikasi. Tapi kami berharap performa ini berlanjut ke sesi kualifikasi dan balapan,” harap Kimi.

“Di sesi latihan hari pertama, kami langsung memberikan paket aerodinamika terbaru pada mobil Kimi Raikkonen. Hasilnya cukup menggembirakan karena Kimi setahap lebih baik dan ini akan jadi basis penggunaan part untuk sesi balapan nanti. Paling tidak, saat menggunakan dua jenis kompon ban yang dipasok Pirelli, Kimi tetap merasa kompetitif,” timpal James Allison, Direktur Teknis tim Lotus F1.

Sayangnya Allison tidak menyebutkan komponen aerodinamika yang baru tersebut di mobil Lotus F1. Tapi jelas up grade ini membuat mobil lebih gampang di kontrol.

Meski yakin bisa meraih hasil bagus di sesi kualifikasi, tapi Kimi tidak ingin menganggap enteng tim lain yang juga sedang melakukan pengembangan intensif pada mobil mereka. Apalagi perubahan antara sesi dengna sesi lainnya cukup cepat. Jadi tidak ada alasan untuk tidak fokus. (otosport.co.id)

Uang Bukan Penentu Keputusan yang Akan Diambil Rossi

Mungkin bagi sebagian besar pembalap yang baru mencicipi glamournya dunia MotoGP atau ajang balap motor kelas dunia lainnya, uang adalah segala-galanya. Meski harus pindah ke tim yang performanya lebih di bawah, namun jika gajinya cukup besar maka ia akan memilih tim tersebut. Tapi bagi Valentino Rossi, ia tidak ingin menempatkan uang sebagai dasar untuk menentukan masa depan karirnya di MotoGP.

“Sejauh ini saya tidak ingin menempatkan uang sebagai dasar pengambilan keputusan masa depan di MotoGP. Dalam hal ini uang tidak begitu penting, sebab jika saya menganggap itu sangat penting, maka pasti saya sudah memutuskan langkah untuk ke depan. Semuanya jelas punya sisi baik dan buruk, makanya saya harus lebih berhati-hati menentukan langkah,” ungkap Rossi.

“Bagi saya, kerja keras kami di Ducati sudah menunjukkan harapan untuk bisa menjadi lebih baik di masa mendatang. Tapi pilihan lain yaitu Yamaha, adalah pilihan yang paling aman dan sedikit bisa menjamin tampil kompetitif dalam jangka pendek. Jadi harus ada keputusan tepat, mengingat ini cukup penting untuk masa depan saya,” seloroh juara dunia 9 kali di grand prix motor itu.

Alasan Rossi mengkonfirmasikan hal tersebut, sebab banyak yang menganggap bahwa mungkin Rossi masih mempertimbangkan besarnya tawaran gaji dari sang sponsor. Makanya ia cenderung menunda keputusan untuk menuruti kemauan sponsor tersebut. (otosport.co.id)

Pedrosa Tercepat Lagi di Latihan 2 di Laguna Seca


Sesi latihan 2 MotoGP Laguna Seca, Amerika (28/7) hari ini kembali dikuasai oleh Dani Pedrosa. Jika di sesi latihan pertama tadi pembalap asal Spanyol itu unggul tipis dari Jorge Lorenzo yang meraih lap tercepat kedua, namun kali ini Pedrosa unggul telak dengan 0,3 detik. Ia mengamankan lap tercepat 1 menit 21.088 detik.

Urutan pembalap yang mencetak lap tercepat di sesi pertama hingga sesi latihan kedua tidak mengalami perubahan besar di 5 besar. Dimana Jorge Lorenzo kembali menjadi pembalap tercepat kedua, Casey Stoner di urutan ketiga dan Ben Spies menggenapkan urutan keempat. Namun setelah duo pembalap tim Yamaha Tech3, perubahan terlihat cukup drastis pada duo pembalap Ducati.

Nicky Hayden kembali mampu ungguli Valentino Rossi untuk sesi single lap. Meski demikian keunggulannya tidak terlalu besar, mengingat Rossi juga sudah mampu menembus lap tercepat 1 menit 22 detik. Sekarang selisihnya dengan Pedrosa, hanya terpaut 1,6 detik.

Sesi latihan kedua juga sempat dihentikan karena terjadi beberapa insiden terjatuh. Dimana Cal Crutchlow dan Valentino Rossi sendiri yang ikut mencicipi gravel di Laguna Seca. Akibatnya direktur balap menghentikan balapan karena alasan safety. (otosport.co.id)

Hasil latihan 2 MotoGP Amerika :
1. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 21.088 detik
2. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 21.422 detik
3. Casey Stoner AUS Repsol Honda (RC213V) 1m 21.457 detik
4. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 21.708 detik
5. Andrea Dovizioso ITA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 22.021 detik
6. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 22.258 detik
7. Nicky Hayden USA Ducati Team (GP12) 1m 22.434 detik
8. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V) 1m 22.568 detik
9. Valentino Rossi ITA Ducati Team (GP12) 1m 22.772 detik
10. Alvaro Bautista ESP San Carlo Honda Gresini (RC213V) 1m 22.853 detik
11. Aleix Espargaro ESP Power Electronics Aspar (ART CRT) 1m 23.835 detik
12. Randy De Puniet FRA Power Electronics Aspar (ART CRT) 1m 23.870 detik
13. Colin Edwards USA NGM Forward Racing (Suter-BMW CRT) 1m 24.732 detik
14. Toni Elias ESP Pramac Racing (GP12) 1m 24.739 detik
15. Yonny Hernandez COL Avintia Blusens (FTR-Kawasaki CRT) 1m 24.774 detik
16. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (GP12) 1m 24.849 detik
17. Mattia Pasini ITA Speed Master (ART CRT) 1m 25.000 detik
18. Michele Pirro ITA San Carlo Honda Gresini (FTR-Honda CRT) 1m 25.065 detik
19. James Ellison GBR Paul Bird Motorsport (ART CRT) 1m 25.166 detik
20. Ivan Silva ESP Avintia Blusens (FTR-Kawasaki CRT) 1m 25.405 detik
21. Danilo Petrucci ITA Came IodaRacing (Ioda-Aprilia CRT) 1m 25.422 detik
22. Steve Rapp USA Attack Performance (APR-Kawasaki CRT) 1m 28.016 detik

Stoner Ingin Ada Update Terbaru dari Honda


Di sesi tes resmi MotoGP di Mugello, Italia (16/7) lalu, Casey Stoner menganggap bahwa motor baru Honda sepertinya tidak bekerja dengan baik padanya. Sebab dari semua paket yang ada, hanya bagian mesin yang membuatnya lebih percaya diri. Berbeda halnya dengan Dani Pedrosa yang justru merasa nyaman menggunakan motor baru tersebut.

Berdasarkan hal inilah pembalap asal Kurri-Kurri, Australia itu berharap agar Honda tetap melakukan pengembangan dan mencoba beberapa komponen baru. Tentunya agar ia bisa bertarung di urutan terdepan lagi. Sebab update yang dilakukan Honda menjelang sesi tes di Mugello, malah lebih buruk dari pada motor standar yang digunakan Stoner selama ini.

“Kami mencoba banyak hal di sesi tes Mugello. Tapi jujur saja, kami hanya menemukan sedikit sekali peningkatan performa dengan motor yang kami tunggangi beberapa seri terakhir. Tapi saya berharap agar Honda tetap memasok komponen terbaru untuk kami uji coba. Tapi kita lihat saja apa yang bisa kami lakukan dengan peningkatan performa seadanya itu di Laguna Seca,” harap Stoner.

Di sesi latihan yang baru saja berlangsung di Amerika tadi, Casey Stoner mampu berada di urutan 3 besar pencetak lap tercepat. Tapi selisih waktunya dengan Dani Pedrosa sebagai pembalap tercepat masih cukup besar. Maka wajar jika Stoner ingin ada upgrade performa lebih banyak dari Honda. (otosport.co.id)

Rabu, 18 Juli 2012

Nih, Komentar Lorenzo dan Spies Tentang Jupiter Z1-nya!


Semua sudah tahu ketika Yamaha All New Jupiter Z1 resmi dijadikan kendaraan paddock tim pabrikan Yamaha di MotoGP. Kedua pembalap andalannya, Jorge Lorenzo dan Ben Spies akan menggunakan bebek 115 cc ini untuk mondar-mandir di paddock.

Tapi, pasti ada yang belum tahu komentar dan ekspresi mereka setelah menggunakan motor ini. Sesaat sebelum balap di Mugello akhir pekan lalu (15/7), keduanya umbar komentar lewat akun Twitter.

Sambil menyapa bikers di Indonesia, Lorenzo mengaku enjoy mengendarai Jupiter Z1. "Hi everybody! How are you people from indonesia? I'm using the new Jupiter-Z1 in the paddock and I enjoy a lot with it!," ungkap juara seri Mugello ini.

Selain Lorenzo, Ben Spies pun mengutarakan hal yang sama. Malah lengkap dengan foto sedang diatas Jupiter Z1. Tapi bukan foto yang banyak beredar waktu sesi foto berlangsung, yang ini foto Ben Spies setelah keliling paddock bersama Jupiter Z1.

"Cruising around mugello on my new Yamaha Jupiter Z1," kata Ben Spies yang mengakibatkan banyak komentar masuk ke akun Twitter-nya.

Selain dijadikan kendaraan paddock, nama Jupiter Z1 juga melekat di wearpack tepatnya di lengan kedua pembalap. Logo Jupiter Z1 juga menempel bagian buntut Yamaha YZR-M1 tunggangan Lorenzo dan Spies.

Sesuai filosofi desainnya, kode Z1 dan M1 di belakang nama Jupiter Z1 dan YZR-M1 memang memiliki beberapa kesamaan. Salah satunya adalah sama-sama didesain oleh orang yang sama. Mr Takeda, project leader of new Jupiter Z1 pernah menangani pengembangan YZR-M1 di era 2004 sampai 2006. (motorplus-online.com) 

Minggu, 15 Juli 2012

Lorenzo dan Spies Kagum Melihat New Jupiter Z1 di Mugello


Seperti janji PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), bahwa New Jupiter Z1 akan ikutan di MotoGP sebagai motor pendukung Jorge Lorenzo dan Ben Spies untuk beraktifitas di paddock, akhirnya diluncurkan hari ini (12/7) di Mugello. Rasa kagum pun langsung terlihat dari kedua pembalap tim Yamaha tersebut. Mereka cukup antusias untuk mengendarai motor tersebut.

“Senang rasanya memiliki New Jupiter Z1 di paddock, modelnya sangat menyenangkan dan rasanya akan nyaman digunakan berkeliling di paddock. Rasanya saya juga ingin memilikinya di rumah dan juga sebagai bentuk dukungan saya pada rekan-rekan saya di Indonesia,” ujar Lorenzo.


Tidak jauh berbeda dengan Lorenzo, Spies pun menganggap bahwa New Jupiter Z1 ini adalah sebuah pemberian yang luar biasa. “Akan selalu ada perasaan senang jika kita menggunakan motor yang unik di paddock dan saya sangat menikmati New Jupiter Z1. Saya yakin motor ini juga akan meraih kesuksesan di pasar Indonesia,” timpal Spies.

Untuk merayakan peluncuran New Jupiter Z1 di MotoGP, logo New Jupiter Z1 akan dipajang pada beberapa bagian untuk menggantikan tulisan Semakin Di Depan. Termasuk di buritan motor, lengan wearpack pembalap dan di punggung bawah pembalap. (otosport.co.id)

Selasa, 10 April 2012

Dovizioso Belum Lincah Pakai Yamaha


Ganti tunggangan di MotoGP dari Honda RC212V di tahun 2011 ke Yamaha YZR-M1 tahun 2012, sepertinya bukan perkara mudah bagi Andrea Dovizioso. Meski beberapa kali tampil apik di sesi tes resmi pra musim MotoGP 2012 lalu, namun di seri pertama MotoGP Qatar (8/4) pekan lalu, ia masih bisa dikalahkan rekan setimnya yaitu Cal Crutchlow yang tampil superior.

Meski sudah berupaya menahan selama mungkin Crutchlow di belakangnya, namun Dovi ternyata tidak bisa menahan hingga ke garis finish. Sehingga pembalap Italia itu harus puas finish di urutan kelima. Hasil ini membuat Dovi sangat kecewa, namun di sisi lain ia juga mendapat pelajaran berarti dari seri pertama.

“Rasanya performa yang kurang bagus ini disebabkan saya masih anak bawang dalam mengendarai motor Yamaha. Sementara di sisi lain ada hal yang masih kurang klop di motor, mungkin seputar setting rangka dan sistem kelistrikan. Hal ini membuat saya jadi tidak percaya diri, apalagi setelah disusul oleh Cal Crutchlow menjelang berakhirnya balapan,” ujar Dovi.

“Namun saya akan menggunakan pengalaman yang berharga ini untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Sebab tim Tech3 sudah menolong saya sebaik mungkin untuk mengerti karakter motor lebih cepat. Saya yakin bisa lebih baik di Jerez nanti,” tambah Dovi.

Ambisi Dovi untuk meraih hasil lebih baik di seri kedua nanti, cukup beralasan. Sebab dengan menggunakan motor Yamaha, ada alasan besar untuk mempelajari karakter motor jadi lebih kompetitif. (otosport.co.id)

Iannone Saya Telah Berusaha Keras Sampai Akhir


Andrea Iannone yang kemarin finish runner up di Moto2 Championship seri Qatar pada hari Minggu (8/4), terlihat tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pembalap Italia ini tampil apik di seri pertama Moto2 di Sirkuit Losail, Qatar dengan memberikan serangan kepada Marc Marquez di lap-lap terakhir.

Sayangnya Marquez ternyata tak kalah agresif dengan menyundul posisi pertama beberapa meter dari garis finish. Alhasil Iannone harus puas dengan posisi kedua walau cukup bersaing dengan selisih cuma 0.061 detik. Namun Iannone tetap terlihat tidak puas dan kecewa dengan prestasi yang ia torehkan di Moto2 Qatar kemarin.

"Saya berharap bisa menang namun kenyataannya hanya berada di urutan kedua. Hal ini memalukan tapi setidaknya saya sudah berjuang dengan semaksimal mungkin," ujar Iannone.

"Balapan kali ini memang sulit sejak start dimulai karena banyak pembalap yang bisa melesat dengan cepat. Saya berusaha untuk tetap berada di barisan terdepan namun menjadi semakin sulit ketika berada dalam satu kelompok dengan Luthi dan Marquez," cerita Iannone tentang balapannya kali ini.

Ia melanjutkan bahwa timnya telah bekerja keras untuk mengembangkan sasis Speed Up Moto2 yang kembali digunakan di musim 2012 (tahun lalu menggunakan Suter). Ternyata selisih performa Iannone dengan Marquez masih cukup jauh. "Akselarasi Marquez terlihat signifikan tahun ini. Kami perlu memaksimalkan setiap kesempatan dan detail yang ada dan tak boleh kalah lagi seperti kemarin," tegas Iannone. (otosport.co.id)

Senin, 09 April 2012

Ssst, Pesaing Toyota Rush Mulai Berseliweran di Jalan


India – Setelah mendebut di New Delhi Auto Show 2012 awal tahun ini dalam bentuk konsep, sosok produksi massal dari mini SUV Ford EcoSport mulai berseliweran di jalanan India. Bahkan beberapa spy shot dari mobil yang juga akan dijual di Indonesia ini sudah terlihat di sana.

Salah satunya adalah gambar diatas. Terlihat sosok EcoSport berbalut kamuflase hitam putih bermotif segitiga sedang melintas di jalanan India. Uniknya, ban cadangan menempel di pintu belakang tanpa pelapis. Jadi seperti konde. Sampai saat ini belum ada konfirmasi mengenai waktu peluncurannya.

Namun wujud SUV yang diambil dari platform  hatchback Fiesta ini bakal menampilkan sosok yang macho. Terlihat dari bentuk konsepnya yang menampilkan gril trapezium dan desain bodi ‘kinetic design’ khas Ford.

Pada bocoran versi produk massalnya, EcoSport akan memiliki wheelbase 2,49 m, dengan dimensi lebar 1,75 m, tinggi 1.65m dan panjang 4,17m. Selain itu, ada kawalan pelek 17 inci berbalut ban ukuran 205/55.

Ada pula beberapa fitur keselamatan standar, seperti rem ABS, ESP dan 7 airbag yang tersemat di kabin EcoSport. Sementara ruang mesinnya, akan dsesaki tipe bensin 1.0-liter EcoBoost dan 1.5 liter diesel. (mobil.otomotifnet.com)

Pedrosa Puji Strategi Kemenangan Lorenzo


Menurunnya performa Casey Stoner pada 6 lap menjelang garis finish, membuat Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa yang berada di belakangnya mulai tampil lebih semangat. Namun Jorge Lorenzo terlihat lebih apik dalam mengaplikasikan strategi kemenangan. Ia menyusul Dani Pedrosa yang sempat berada di depannya, dan kemudian menyusul Stoner yang mulai lebih lamban.

Usai menyusul kedua pembalap tersebut, Lorenzo pun langsung menjauh dan membentuk gap 2 detik sementara Dani Pedrosa agak tertahan di belakang Stoner selama 1 lap. Untuk menyusul Lorenzo yang sudah berada di depan, sepertinya agak sulit bagi Pedrosa, sebab jumlah lap tersisa adalah 2. Padahal Pedrosa sempat menyusul cepat di lap terakhir, namun sayang garis finish sudah di depan mata.

“Usai balapan saya sebenarnya agak sedih karena berharap bisa meraih kemenangan dan kesempatan itu terbuka sangat besar. Saya melakukan start dengan sangat bagus dan ini menjadi momentum kunci performa terbaik kami di Qatar,” jelas Pedrosa.

“Empat lap menjelang finish, saya mencoba untuk merebut pimpinan lomba, tapi Lorenzo lebih cerdas dalam hal strategi. Saya menyusul Lorenzo namun ia kembali membalas ketika jarak dengan Stoner sudah dekat. Bahkan ia juga menyusul Stoner dan segera menjauh. Sementara saya harus terjebak di belakang Stoner sepanjang satu lap dan kehilangan kontak dengan Lorenzo. Tapi setidaknya ini adalah awal yang baik bagi kami,” timpalnya.

Meski Pedrosa sendiri berada dalam kondisi yang kurang bagus mengawali sesi latihan di MotoGP Qatar, namun ia berhasil mengamankan podium kedua yang cukup berarti untuk bertarung meraih titel juara dunia musim 2012. (otosport.co.id)

Toyota Siapkan Mesin Baru Untuk Turun di WRC


Pabrikan otomotif raksasa asal Jepang yakni Toyota kabarnya sedang meriset mesin baru yang berjuluk "Global Race Engine". Mesin yang ditenggarai akan dipakai di berbagai ajang balap ini, juga digosipkan akan jadi andalan Toyota turun di ajang FIA World Rally Championship (WRC) karena kemiripan spesifikasi teknis.

Mesin yang sedang dibangun Toyota itu memiliki kapasitas 1.6 liter dengan suntikan turbocharger, persis seperti yang diijinkan dalam regulasi WRC. Saat ini mesin tersebut tengah dites di pusat R&D Toyota Motorsport GmbH (TMG) di Cologne, Jerman dan dikabarkan akan dipasang ke rangka Toyota Yaris.

"Kami sedang membangun mobil dengan aura balap reli S2000 yang ditujukan untuk konsumen terlebih dulu (bukan balap). Ini merupakan proyek R&D yang baru saja dimulai dan masih sangat "hijau" ujar orang dalam Toyota membocorkan proyek rahasia ini. Ia juga mengakui mesin tersebut berjuluk Global Race Engine yang bisa dipasang di mobil apa saja, termasuk Yaris.

"Untuk jangka panjang, memang kami ingin kembali ke balap WRC. Kami pernah eksis disana dan ini adalah langkah kami kembali kesana," tambah narasumber yang tak disebutkan namanya itu. Toyota sendiri sebenarnya sudah punya produk dari TMG yakni Yaris yang sudah dipermak dan terlihat siap untuk turun membalap di lintasan reli.

Semoga saja niat Toyota juga diikuti pabrikan otomotif asal Jepang lainnya agar kiprah balap WRC makin semarak! (otosport.co.id)

Rossi Jenuh, Ducati Tak Berikan Motor Sesuai Keinginannya


Malam Minggu yang kelabu bagi Valentino Rossi di sesi kualifikasi MotoGP Qatar pada Sabtu (7/4) lalu, tenyata berlanjut pada posisi finishnya di sesi balapan pada Minggu malam tadi (8/4). Dimana Rossi hanya mampu mengamankan posisi finish 10 dengan selisih 33 detik di belakang Jorge Lorenzo yang memenangi balapan, dan nyaris bertarung dengan para pembalap di kategori CRT (Claiming Rule Team).

Hasil ini tentu berdampak buruk pada anggapan fans pada performa Rossi. Pasalnya Ducati selama ini sudah memberikan apa yang diinginkan oleh Rossi, seperti penggunaan rangka twin spar dari aluminium. Namun Rossi menepis bahwa Ducati sudah memberikan apa yang diinginkannya. Bahkan masalah motor Ducati yang sulit membelok yang juiga jadi isu utama tahun lalu, masih belum hilang juga.

“Saya sempat berpikir untuk mengakhiri balapan di pit, tapi saya tetap melanjutkan balapan karena ingin menghargai member tim dan mengumpulkan data yang berguna. Namun yang jelas Ducati tidak mengikuti saran saya, tapi saya bukan mekanik, dan saya tidak punya solusi pemecahan masalah itu,” keluh Rossi.

“Masalah yang ada pada motor ini masih tetap sama, yaitu sangat tidak stabil saat melakukan pengereman untuk masuk ke tikungan. Situasi ini tidak akan berubah meski berada di sirkuit lainnya, dan penggunaan ban Bridgestone yang baru. Sebab masalah ini bukan hanya terletak pada setting motor saja, namun meliputi beberapa hal,” jengah Rossi.

Pencapaian Rossi bersama Ducati musim ini, tentu jadi sorotan yang paling besar. Sebab ini adalah tahun keduanya bersama tim pabrikan itu dan belum juga mengoleksi kemenangan. Jika dalam beberapa seri kedepan tidak ada tanda-tanda kompetitifitas dari Ducati, maka bukan hanya cemoohan dari fans pembalap lain yang bakal didapat legenda balap MotoGP itu, lebih buruk lagi akan kehilangan kepercayaan dari tim-tim besar di MotoGP. (otosport.co.id)

Yamaha Cup Race, Rilis Balap Malam di Musim 2012


Setelah sukses dengan pelaksanaan Yamaha Cup Race (YCR) tahun 2011 lalu, Yamaha akhirnya kembali merilis jadwal resmi Yamaha Cup Race (YCR) 2012. Sembilan seri akan digelar tahun ini dan akan dimulai di kota Medan pada 22 April 2012 mendatang.

Uniknya adalah 3 dari 9 seri akan menggelar balapan pada malam hari. Diantaranya adalah di Sirkuit GOR Saburai, Lampung, Sirkuit Alun-Alun Kota Jember, Jember, dan Sirkuit Trans Studio, Makassar. Besarnya animo masyarakat saat pagelaran balap malam perdana YCR di area Lapangan Gasibu (depan Gedung Sate), Bandung, September tahun lalu membuat Yamaha kembali menyajikan balapan yang berbeda dari biasanya.

Lampung dan Makassar dipilih untuk pagelaran balap malam, karena lokasi sirkuit non permanennya presentatif, sedangkan seri Jember sekaligus untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jember. Para pembalap YCR menggunakan Jupiter Z yang sudah terbukti kualitas mumpuninya menjadi tunggangan jawara-jawara pembalap Yamaha di tingkat nasional, Indoprix dan Motoprix.

Di YCR tahun ini, para pebalap menunggangi Jupiter Z di 6 kelas yaitu Bebek 125 cc 4 Tak Tune Up Seeded, Bebek 110 cc 4 Tak Tune Up Pemula, Bebek 125 cc 4 Tak Tune Up Pemula, Bebek 110 cc 4 Tak Tune Up Pemula dan Standard Showroom. Di satu kelas lagi, Matic 130 cc, menggunakan motor matik Yamaha.

Yamaha juga memberikan kesempatan bagi pembalap jalanan untuk bergabung. ”YCR fokus pada pengembangan para pebalap muda dan mendidik mereka menjadi pembalap profesional. Konsepnya ‘racetainment’ jadi ada balapan dan hiburan yang bisa diikuti klub, komunitas dan keluarga. Kualitas YCR tahun ini lebih dari sebelumnya,” papar Ari Wibisono, Manajer Motorsport Yamaha Indonesia.    

Yamaha juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pebalap yang berpartisipasi di YCR dengan memberangkatkan 10 pebalap (5 dari kelas seeded dan 5 dari kelas pemula) ke Yamaha Asean Cup Race di Fillipina. (otosport.co.id)
           
Jadwal YCR 2012 :
Seri 1 : Pancing, Medan, 22 April
Seri 2 : GOR Saburay, Lampung, 6 Mei (balapan malam)
Seri 3 : Lanud Cibeureum, Tasikmalaya, 10 Juni
Seri 4 : Alun-Alun Kota Jember, 24 Juni (balapan malam)
Seri 5 : Stadion Maulana Yusuf, Banten, 16 September
Seri 6 : Trans Studio, Makassar, 30 September (balapan malam)
Seri 7 : GOR Segiri, Samarinda, 7 Oktober
Seri 8 : Garuda Wisnu Kencana, Bali, 28 Oktober
Seri 9 : Mandala, Yogyakarta, 25 November

Selasa, 03 April 2012

Lebih Detail Melihat Foto Yamaha Soul GT!


Saat kru redaksi MOTOR Plus mendapat informasi kalau skubek baru Yamaha, Soul GT sedang dalam proses pembuatan TVC, kami segera meluncur. Hasilnya, perburuan kami bisa dilihat pada foto-foto ini. Jangan heran kalau terlihat rapi, para ridernya memang sengaja dandan untuk keperluan iklan hee..

Langsung perhatikan tampang motor berkapasitas 113cc ini, masih kental terlihat aroma Mio Soul yang agak gendut di belakang. Soul GT yang tanpa embel-embel Mio menggunakan rangka dan mesin serupa dengan Mio J.

Sistem injeksi Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) yang memang jadi andalannya Yamaha memiliki air assist passage, 2 throttle valve dan idle speed control membuatnya lebih hemat bahan bakar.

Sedang pada desain bodi juga jauh lebih berotot. Desain benar-benar baru. Lampu depan tetap satu di cover bodi depan, dengan desain head lamp membulat sedikit rada sipit.

Dari hasil jepret MOTOR Plus Soul GT ini sepertinya hanya memiliki satu varian dengan pilihan 5 warna. Yakni putih, merah, biru, cyan dan cream. Untuk versi harga sendiri, pihak YIMM memang masih mengunci rapat alias bungkam seribu bahasa.

Namun, jika melihat pola perbedaan harga antara karbu dan injeksi, diprediksi harga Soul GT hanya berbeda antara Rp 200-300 ribu. Sehingga tidak lebih dari kisaran Rp 14 juta.

Tunggu kabar selanjutnya ya! (motorplus-online.com)

Nih Spesifikasi Yamaha TTX 115, Gaya Tracker Mesin Mio J

Yuk tengok spesifikasi Yamaha TTX 115. Skubek baru asal Thailand ini punya desain yang mengagetkan. Sesuai namanya, TTX adalah singkatan dari Technology, Trendy dan Xciting.

Coba tengok, desainnya benar-benar segar! Bukan skubek konvensional yang feminim atau futuristik, bukan juga bergaya retro. TTX 115 juga punya bentuk khas tracker.

Setang telanjang, bodinya yang ramping jadi cirinya. Bahkan desain sepatbor depannya yang tinggi membuat penampilannya makin gagah. Desain stoplamp yang membulat di tengah, sepintas mirip knalpot under tail.

Kaki-kakinya tetap pakai lingkar roda 14 ini. Tapi roda belakangnya sengaja dibuat lebar. Ban depan hanya 70/90-14, sedang yang belakang pakai 100/70-14 dikawal pelek jari-jari yang tak kalah lebar.
Bagaimana dengan mesinnya? Dari luar, sekilas sama seperti Mio J. Bentuk cover CVT dan boks filter udara yang ada di atas CVT juga mirip. Sedang dari dalam banyak yang sama.

Sama-sama satu silinder SOHC dengan dua klep. Yang menarik adalah diameter piston dan stroke-nya sama seperti Mio J, pakai piston 50 mm dan stroke 57,9 mm. Dengan kompresi 9,3:1, mesin ini mampu memuntahkan tenaga hingga

Teknologi injeksi bahan bakarnya juga sudah pakai YMJET-FI yang memiliki dua throttle valve. Satu untuk putaran rendah lewat air assist dan satu lagi mengatur udara pada kecepatan tinggi.

Kalau masuk Indonesia, bakal laris manis gak ya?? (motorplus-online.com)

Spesifikasi
Mesin: 4-stroke, SOHC 2-katup satu silinder berpendingin udara
Isi silinder: 113,69 cc
Rasio kompresi: 9,30: 1
Diameter x Langkah: 50 x 57,9 mm
Busi: NGK / CR6HSA
Sistem bahan bakar: Injeksi YMJET-FI
Sistem pengapian: TCI
Bahan bakar: Bensin tanpa timbal oktan 91
Kapasitas tangki: 4,8 liter
Kapasitas oli mesin: 0,8 liter
Tipe transmisi: V-belt
Gigi rasio akhir: 9,822 (47/15 x 41/13)
Filter udara: Kertas (basah)
Jenis rangka: Steel underbone
Sudut rake / trail: 26.5O / 110 mm
Panjang x Lebar x Tinggi: 745 x 1.880 x 1.085 mm
Tinggi jok: 780 mm
Jarak terendah dari tanah: 120 mm
Sumbu roda: 1.275 mm
Radius belok: 1.900 mm
Berat isi: 99 kg
Rem depan: Rem cakram, Single-piston
Rem belakang: Rem teromol
Ban depan: 70/90-14M / C 34P
Ban belakang: 100/70 - 14M / C 51P
Headlamp: 12 V 35W/35W x 1
Baterai: Tipe kering
 

Honda Lakukan Uji Tipe PCX 150 di Indonesia, Siap Dipasarkan?

Beberapa waktu lalu sudah diberitakan kemunculan PCX 150 di Thailand. Di negeri Gajah Putih ini, skubek premium terbaru dari Honda sudah dipasarkan. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Diam-diam PT Astra Honda Motor (AHM) sudah mengajukan Tanpa Pendaftaran Tipe (TPT) PCX 150 ke Direktorat Industri Alat Transportasi Darat, Kementerian Perindustrian. Wuih, artinya besar kemungkinan akan dipasarkan juga di Indonesia.

Kodenya adalah HONDA WW150D(IN) A/T dan prosesnya dimulai sejak hari ini (26/3). Secara desain, motor ini memang tidak terlalu banyak berubah bila dibandingkan dengan varian sebelumnya. Bedanya, mesinnya benar-benar baru. Kapasitas ruang bakarnya melonjak jadi 150 cc.

Mesin ini mengusung konsep Enhanced Smart Power (eSP). Seperti yang diaplikasi pada Honda Vario Techno 125 PGM-FI, mengoptimalkan pendinginan komponen dan mengurangi gesekan untuk memperoleh tenaga maksimal dan konsumsi bahan bakar yang baik.

SOHC dan memiliki kapasitas mesin 152,9 cc yang diperoleh dari aplikasi piston 58 mm dan stroke 57,9 mm. Mesin yang memiliki kompresi 10,6:1 ini juga sudah dilengkapi dengan injeksi PGM-FI, sehingga emisinya sudah lolos Euro3.

Transmisi CVT V-Matic yang diusung PCX 150 juga mengalami penyempurnaan, begitu juga dengan sistem pendinginannya. ACG starter dan idling stop system (ISS) masih tetap dipertahankan. Pada PCX 150 indikator (ISS) di panel speedometer sedikit berubah, kini warnanya hijau.

Yuk di nanti, semoga harga jualnya enggak beda jauh dari PCX 125. Kalau sebelumnhya Rp 33 jutaan, harapannya tetap dikisaran angkat tersebut. Setuju? (motorplus-online.com) 

Etika Berkendara, Bersahabat dengan Rok Mini dan Kebaya


Berkendara itu seperti bergaul. Berinteraksi dengan sesama pengguna mobil dan jalan bukan hanya perlu skill, tapi juga perlu etika. Tak hanya bagi sang sopir, etika ini juga berlaku bagi penumpang, terutama kaum hawa. Masalah yang muncul bukan hanya serempetan, tapi bisa sampai ‘pamer’ organ tubuh dan pakaian dalam.

ROK MINI VS MOBIL CEPER

Tak hanya di gedung DPR/MPR, rok mini juga bisa jadi masalah di parkiran atau lobi mal. Apalagi kalau mobilnya berpostur rendah seperti sedan. Tak pandang bulu, selebriti seperti Britney Spears atau Paris Hilton pun sering mengalami ‘musibah’ serupa dan jadi korban jepretan paparazzi. Karena rok mini, saat keluar dari mobil, kaki sampai underwear jadi tontonan.

“Itu karena waktu keluar mobil, arah lutut langsung keluar aja. Kuncinya mainkan kaki aja. Kalau jadi penumpang depan, turunin dulu kaki kiri, tapi posisi lututnya ke arah bodi depan. Jadi aman, ketutup dan enggak bakal kelihatan. Baru habis itu angkat badan,” kata Bunda Mey, aktivis komunitas Honda Freed yang pernah bekerja sebagai karyawati bank dan tiap hari bekerja dengan rok mini tersebut. (mobil.otomotifnet.com)

Yamaha Thailand Luncurkan 2 Skubek Baru, TTX 115 dan Nouvo SX!


Hari pertama Bangkok International Motor Show (BIMS) 2012 dijadikan moment untuk meluncurkan dua skubek baru Yamaha. Dua model anyar ini adalah Yamaha TTX 115 dan Yamaha Nouvo SX. Keduanya punya desain radikal dan tampil sangat futuristik.

TTX 115 memiliki konsep matik tracker, cirinya punya setang terondol khas motor trail dan desain bodi mirip motor beraliran supermoto. Selain desain yang menarik, teknologi mesinnya juga tergolong baru. Kabarnya mesin baru yang digunakan serupa dengan yang dipakai Mio J atau yang di Thailand lebih dikenal dengan Mio 115i.

Teknologi injeksi Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) jadi andalan. Yamaha memiliki air assist passage, 2 throttle valve dan idle speed control membuatnya lebih hemat bahan bakar.

Sedang Nouvo SX sama seperti generasi terakhir Yamaha Nouvo yang diluncurkan di Vietnam awal bulan lalu. Skubek berkarakter lelaki ini mengusung mesin 125 cc. Injeksi YMJET-FI juga diaplikasi pada skubek yang memiliki tenaga puncak 7,78 kW ini. Desain yang diusung Nouvo SX makin mewah dengan aplikasi lampu LED.

Makin meriah pada peluncuran awal kedua motor ini di BIMS 2012, Yamaha sengaja menghadirkan boy bands asal Korea, BigBang. Grup vokal ini digandrungi remaja Thailand yang menjadi target market kedua skubek baru ini.

Sayangnya, detail spesifikasi dan pilihan warna kedua skubek baru ini belum dijelaskan secara gamblang. Tunggu info selanjutnya ya! (motorplus-online.com)

Mantap, Toyota Hilux Versi Kutub Selatan


Antartika – Nama Toyota Hilux di Indonesia cukup terkenal sebagai mobil angkutan pikap dan double cabin yang mampu menjelajah medan berat seperti pertambangan atau perkebunan.

Nah, agar makin memantapkan reputasinya sebagai mobil di segala medan, Toyota mengandalkan Hilux menaklukan Antartika (Kutub Selatan) yang menempuh jarak lebih dari 9.495 km selama empat bulan.

Dalam ekspedisi ekstrim ini, ada tiga Hilux yang diandalkan, termasuk model 6x6. Ketiganya menggunakan bahan bakar Jet A-1, untuk menyiasati iklim yang ekstrim di Kutub Selatan.

Hebatnya, ketiga mobil yang sudah dirombak tampangnya ini masih mengandalkan mesin diesel standar 3.0 liter D-4D juga transmisi standar.

Agar bisa beradaptasi dengan kondisi suhu yang sangat dingin, bisa mencapai -50 derajat Celcius, juga medan yang berat dan menanjak, hingga setinggi 3.400 m Hilux di persiapkan khusus oleh tuner asal Eslandia, Artic Truck

Modifikasi yang dilakukan termasuk memperkuat sistem suspensi dan sistem penggerak. Juga penambahan crawler gear pada system transmisi. Dan penggunaan ban ekstra besar yang hanya diberi tekanan angin 2 - 3 psi, jauh dari versi normal yang butuh tekanan ban diatas 29 psi.

Ubahan lain yang dilakukan untuk menunjang ekspedisi adalah pemasangan crane untuk mengangkat beban berat dan tanki bahan bakar berkapasias 280 liter (pada versi 6x6 tangkinya 800 liter).

Alhasil, tampilan Hilux makin sangar namun sesuai dengan kemampuan jelajahnya. (mobil.otomotifnet.com)

Red Bull Masih Permasalahkan Sayap Mercedes GP


Menjelang perhelatan Formula 1 seri Malaysia 2012 dua pekan lalu, Charlie Whiting (delegasi teknis F1 dari FIA) menegaskan bahwa konsep sayap belakang di mobil tim Mercedes AMG Petronas tidak melanggar regulasi F1 2012. Namun Christian Horner sebagai bos tim Red Bull masih menganggap bahwa konsep tersebut melanggar regulasi, dan butuh penegasan lagi dari FIA sebelum berupaya menjiplaknya nanti.

“Saya berharap Whiting memikirkan ulang tentang konsep yang digunakan di sayap belakang mobil Mercedes GP. Kami bukannya tidak menghargai posisi Whiting di FIA, tapi ia harus menegaskannya kepada kami menjelang F1 Cina nanti. Agar tim-tim lain yang ingin mengaplikaskan sistem tersebut juga tahu persis bagaimana sistem itu bekerja pada mobil mereka,” jelas Horner.

Pernyataan Horner di atas, mencerminkan bahwa mereka ingin mengetahui secara persis sistem tersebut bekerja sebelum menjiplaknya di mobil mereka. Jika memang prosesnya tidak melanggar regulasi, maka mereka siap mengaplikasikannya meski harganya cukup mahal. Mereka juga tidak ingin mengaplikasikannya begitu saja, sebab belum tentu konsep tersebut cocok untuk mobil Red Bull.

“Sangat penting mengetahui konsep yang akan kami aplikasikan pada mobil kami. Sebab biaya pengembangan konsep tersebut dipastikan butuh dana yang besar. Namun jika konsep tersebut tidak melanggar regulasi, maka kami siap mengeluarkan dana pengembangan untuk paket tersebut,” imbuh Horner. (otosport.co.id)

Stoner Masih Sulit Memprediksi Kekuatan Ducati GP12

Jika mengacu pada hasil sesi tes resmi pra musim MotoGP 2012 di Jerez, Spanyol pada 23-25 Maret lalu, Valentino Rossi berhasil memanfaatkan momentum hari terakhir untuk mengurangi selisihnya dengan Casey Stoner yang keluar sebagai pembalap tercepat. Meski sudah berselisih dibawah 1 detik, namun Stoner masih sulit mengukur sampai dimana kekuatan motor Ducati GP12 yang sebenarnya.

“Kondisi sekarang ini masih abu-abu alias belum jelas. Masih sulit melihat performa sebenarnya dari GP12, apalagi mereka melakukan perubahan yang besar pada pakem motor Ducati. Semuanya serba baru dan mereka masih berupaya mencari sejauh mana performa terbaik motor itu. Jadi kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya,” papar Stoner.

Hingga sesi tes terakhir berlangsung, Rossi masih mengeluhkan bagian depan motor yang masih mengalami masalah khususnya ketika kompon ban sudah mulai aus. Tim Ducati memang masih mencoba beberapa setting untuk mereduksi efek tersebut, salah satu caranya dengan memindahkan bobot berat motor. Namun hingga sekarang setting yang benar-benar tepat masih belum ditemukan.

Jika di sesi latihan yang akan dimulai pada Kamis malam nanti, Ducati berhasil mengaplikasikan setting terbaik di GP12, bukan tidak mungkin Valentino Rossi dan Nicky Hayden bisa jadi batu sandungan bagi pembalap Honda dan Yamaha. Berharap saja! (otosport.co.id)

Burgess : Kembali ke 1000 cc, Adalah Kesalahan Besar!

Usai sesi tes Sepang pertama akhir Januari 2012 lalu, Jorge Lorenzo memberikan gambaran bahwa motor 1000 cc yang dikendarainya mampu menyentuh kecepatan maksimal hingga 360 km per jam. Disaat bersamaan ia juga mengklaim akan sangat berbahaya jika motor CRT (Claiming Rule Team) tidak mampu menyentuh ritme top speed di MotoGP.

Mungkin tidak berbeda dengan Lorenzo, Jeremy Burgess sang kepala mekanik yang cukup sukses di MotoGP, pun menganggap bahwa kembalinya MotoGP ke era 1000 cc adalah kesalahan besar. Apalagi jika dikaitkan dengan kecepatan maksimal dan safety pembalap.

“Kembali ke 1000 cc adalah kebodohan, sebab pada sirkuit berkarakter cepat, pembalap yang melakukan slip-streaming (mengikut pembalap lain tepat di belakang), kemungkinan besar bisa mencapai kecepatan maksimal 360 km per jam. Regulasi memang memperbolehkan, dan rasanya pabrikan bakal mengeksplorasi kemungkinan apapun dari mesin,” ungkap Burgess.

Lebih ekstrim lagi, Burgess malah mengusulkan bahwa MotoGP harusnya dibatasi hingga 600 cc saja. Namun sepertinya campur tangan Dorna dalam pembuatan regulasi sangat besar. Sehingga suka atau tidak, FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) badan tertinggi balap motor dunia, menyepakati hal ini.  (otosport.co.id)

Yamaha Mio Sporty & Mio Soul, Sensasi Gaya Kembar


 Dulu beda karakter, sekarang temenan
Agung Lestiantoro dan Dedi Hanafi kompak bikin motor kembar bergaya matik Thailand atau biasa disebut Thai look. Agung bikin sensasi di Mio Sporty 2010, sementara Dedi gaya bersama Mio Soul 2007.

Lucunya, kedua pria ini awalnya tidak saling kenal. Kebetulan modif di bengkel yang sama. Eh malah temenan sampai sekarang. Digarap Rahmawati Flamboyan Motor (RFM) di Jl. M Kahfi No. 67, Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Yang punya Fauzi “Ale” Rahmat. Baca terus deh!

Berbeda Satu Makna

 Cover bodi Mio Z, Gaya sekaligus nyaman, teng!  
Cover bodi depan punya Mio Z yang asal Thailand bikin keduanya jadi lebih keren. Meski pilih striping berbeda. Dedi tunjuk kombinasi striping putih-oranye. "Biar tambah mirip Mio Z. Karena kebetulan juga memang suka oranye, ya sudah pilih model ini,” yakin Dedi yang bertubuh gempal itu.

Lain lagi yang dilakoni Agung. Dia orang malah pilih kombinasi dashboard dan striping putih dan merah doff. Tampilan begini kata Agung memang diseting biar menyerupai Mio Limited edition yang juga hanya beredar di Thailand.

NETRAL NUANSA SPORT

Urusan pemilihan sokbreker, Agung dan Dedi pilih produk Trusty sebagai peredam kejut depan. Pemilihan warna, sepakat silver. Sebab kelir itu terlihat lebih cocok dengan kombinasi warna dominan yang ada. “Sengaja pilih silver, supaya netral juga,” tegas Agung yang warga dari daerah Ciganjur, Jakarta Selatan.

Part pegangan slang rem juga diambil dari variasi sama. Bukan hanya di merek, tapi juga model, juga warna. Sementara di bagian belakang, kedua sahabat sejati ini memilih produk yang sudah dilengkapi tabung gas. Alasannya, agar ada nuansa sporty yang timbul dari sektor buritan. Selain itu, keduanya memang mengejar faktor kenyamanan. Kadang juga kerap ngajak hangout pasangan masing-masing! Boleh juga!

Cover CVT NOUVO

Demi mempertahankan konsep, kedua pria yang sama-sama mahasiswa jurusan hukum tapi beda universitas ini hunting bareng untruk mencari cover CVT idaman.

Mereka akhirnya memilih cover CVT milik Yamaha Nouvo yang menurut mereka lebih ringkas dan simpel. Setelah dapat, cover CVT itu langsung dicustom sendiri lewat permainan stiker karbon dan krom pada sisi atas.

Lanjut ke cover knalpot yang juga dipilih variasi ala Thailand. Yaitu, part bernuansa karbon dan list pelangi. Tapi, pada bagian leher knalpot, Agung sudah mencangkok komponen aftermarket stainless steel.

“Awalnya kita pakai knalpot bobokan. Tapi, kelamaan bosan. Mending tetap pakai standar aja,” kompak kedua mahasiswa yang juga sama-sama lagi mengerjakan tugas akhir alias skripsi. (motorplus-online.com)