Semoga Blog ini Bermanfaat, selamat membaca

Selasa, 10 April 2012

Dovizioso Belum Lincah Pakai Yamaha


Ganti tunggangan di MotoGP dari Honda RC212V di tahun 2011 ke Yamaha YZR-M1 tahun 2012, sepertinya bukan perkara mudah bagi Andrea Dovizioso. Meski beberapa kali tampil apik di sesi tes resmi pra musim MotoGP 2012 lalu, namun di seri pertama MotoGP Qatar (8/4) pekan lalu, ia masih bisa dikalahkan rekan setimnya yaitu Cal Crutchlow yang tampil superior.

Meski sudah berupaya menahan selama mungkin Crutchlow di belakangnya, namun Dovi ternyata tidak bisa menahan hingga ke garis finish. Sehingga pembalap Italia itu harus puas finish di urutan kelima. Hasil ini membuat Dovi sangat kecewa, namun di sisi lain ia juga mendapat pelajaran berarti dari seri pertama.

“Rasanya performa yang kurang bagus ini disebabkan saya masih anak bawang dalam mengendarai motor Yamaha. Sementara di sisi lain ada hal yang masih kurang klop di motor, mungkin seputar setting rangka dan sistem kelistrikan. Hal ini membuat saya jadi tidak percaya diri, apalagi setelah disusul oleh Cal Crutchlow menjelang berakhirnya balapan,” ujar Dovi.

“Namun saya akan menggunakan pengalaman yang berharga ini untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Sebab tim Tech3 sudah menolong saya sebaik mungkin untuk mengerti karakter motor lebih cepat. Saya yakin bisa lebih baik di Jerez nanti,” tambah Dovi.

Ambisi Dovi untuk meraih hasil lebih baik di seri kedua nanti, cukup beralasan. Sebab dengan menggunakan motor Yamaha, ada alasan besar untuk mempelajari karakter motor jadi lebih kompetitif. (otosport.co.id)

Iannone Saya Telah Berusaha Keras Sampai Akhir


Andrea Iannone yang kemarin finish runner up di Moto2 Championship seri Qatar pada hari Minggu (8/4), terlihat tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pembalap Italia ini tampil apik di seri pertama Moto2 di Sirkuit Losail, Qatar dengan memberikan serangan kepada Marc Marquez di lap-lap terakhir.

Sayangnya Marquez ternyata tak kalah agresif dengan menyundul posisi pertama beberapa meter dari garis finish. Alhasil Iannone harus puas dengan posisi kedua walau cukup bersaing dengan selisih cuma 0.061 detik. Namun Iannone tetap terlihat tidak puas dan kecewa dengan prestasi yang ia torehkan di Moto2 Qatar kemarin.

"Saya berharap bisa menang namun kenyataannya hanya berada di urutan kedua. Hal ini memalukan tapi setidaknya saya sudah berjuang dengan semaksimal mungkin," ujar Iannone.

"Balapan kali ini memang sulit sejak start dimulai karena banyak pembalap yang bisa melesat dengan cepat. Saya berusaha untuk tetap berada di barisan terdepan namun menjadi semakin sulit ketika berada dalam satu kelompok dengan Luthi dan Marquez," cerita Iannone tentang balapannya kali ini.

Ia melanjutkan bahwa timnya telah bekerja keras untuk mengembangkan sasis Speed Up Moto2 yang kembali digunakan di musim 2012 (tahun lalu menggunakan Suter). Ternyata selisih performa Iannone dengan Marquez masih cukup jauh. "Akselarasi Marquez terlihat signifikan tahun ini. Kami perlu memaksimalkan setiap kesempatan dan detail yang ada dan tak boleh kalah lagi seperti kemarin," tegas Iannone. (otosport.co.id)

Senin, 09 April 2012

Ssst, Pesaing Toyota Rush Mulai Berseliweran di Jalan


India – Setelah mendebut di New Delhi Auto Show 2012 awal tahun ini dalam bentuk konsep, sosok produksi massal dari mini SUV Ford EcoSport mulai berseliweran di jalanan India. Bahkan beberapa spy shot dari mobil yang juga akan dijual di Indonesia ini sudah terlihat di sana.

Salah satunya adalah gambar diatas. Terlihat sosok EcoSport berbalut kamuflase hitam putih bermotif segitiga sedang melintas di jalanan India. Uniknya, ban cadangan menempel di pintu belakang tanpa pelapis. Jadi seperti konde. Sampai saat ini belum ada konfirmasi mengenai waktu peluncurannya.

Namun wujud SUV yang diambil dari platform  hatchback Fiesta ini bakal menampilkan sosok yang macho. Terlihat dari bentuk konsepnya yang menampilkan gril trapezium dan desain bodi ‘kinetic design’ khas Ford.

Pada bocoran versi produk massalnya, EcoSport akan memiliki wheelbase 2,49 m, dengan dimensi lebar 1,75 m, tinggi 1.65m dan panjang 4,17m. Selain itu, ada kawalan pelek 17 inci berbalut ban ukuran 205/55.

Ada pula beberapa fitur keselamatan standar, seperti rem ABS, ESP dan 7 airbag yang tersemat di kabin EcoSport. Sementara ruang mesinnya, akan dsesaki tipe bensin 1.0-liter EcoBoost dan 1.5 liter diesel. (mobil.otomotifnet.com)

Pedrosa Puji Strategi Kemenangan Lorenzo


Menurunnya performa Casey Stoner pada 6 lap menjelang garis finish, membuat Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa yang berada di belakangnya mulai tampil lebih semangat. Namun Jorge Lorenzo terlihat lebih apik dalam mengaplikasikan strategi kemenangan. Ia menyusul Dani Pedrosa yang sempat berada di depannya, dan kemudian menyusul Stoner yang mulai lebih lamban.

Usai menyusul kedua pembalap tersebut, Lorenzo pun langsung menjauh dan membentuk gap 2 detik sementara Dani Pedrosa agak tertahan di belakang Stoner selama 1 lap. Untuk menyusul Lorenzo yang sudah berada di depan, sepertinya agak sulit bagi Pedrosa, sebab jumlah lap tersisa adalah 2. Padahal Pedrosa sempat menyusul cepat di lap terakhir, namun sayang garis finish sudah di depan mata.

“Usai balapan saya sebenarnya agak sedih karena berharap bisa meraih kemenangan dan kesempatan itu terbuka sangat besar. Saya melakukan start dengan sangat bagus dan ini menjadi momentum kunci performa terbaik kami di Qatar,” jelas Pedrosa.

“Empat lap menjelang finish, saya mencoba untuk merebut pimpinan lomba, tapi Lorenzo lebih cerdas dalam hal strategi. Saya menyusul Lorenzo namun ia kembali membalas ketika jarak dengan Stoner sudah dekat. Bahkan ia juga menyusul Stoner dan segera menjauh. Sementara saya harus terjebak di belakang Stoner sepanjang satu lap dan kehilangan kontak dengan Lorenzo. Tapi setidaknya ini adalah awal yang baik bagi kami,” timpalnya.

Meski Pedrosa sendiri berada dalam kondisi yang kurang bagus mengawali sesi latihan di MotoGP Qatar, namun ia berhasil mengamankan podium kedua yang cukup berarti untuk bertarung meraih titel juara dunia musim 2012. (otosport.co.id)

Toyota Siapkan Mesin Baru Untuk Turun di WRC


Pabrikan otomotif raksasa asal Jepang yakni Toyota kabarnya sedang meriset mesin baru yang berjuluk "Global Race Engine". Mesin yang ditenggarai akan dipakai di berbagai ajang balap ini, juga digosipkan akan jadi andalan Toyota turun di ajang FIA World Rally Championship (WRC) karena kemiripan spesifikasi teknis.

Mesin yang sedang dibangun Toyota itu memiliki kapasitas 1.6 liter dengan suntikan turbocharger, persis seperti yang diijinkan dalam regulasi WRC. Saat ini mesin tersebut tengah dites di pusat R&D Toyota Motorsport GmbH (TMG) di Cologne, Jerman dan dikabarkan akan dipasang ke rangka Toyota Yaris.

"Kami sedang membangun mobil dengan aura balap reli S2000 yang ditujukan untuk konsumen terlebih dulu (bukan balap). Ini merupakan proyek R&D yang baru saja dimulai dan masih sangat "hijau" ujar orang dalam Toyota membocorkan proyek rahasia ini. Ia juga mengakui mesin tersebut berjuluk Global Race Engine yang bisa dipasang di mobil apa saja, termasuk Yaris.

"Untuk jangka panjang, memang kami ingin kembali ke balap WRC. Kami pernah eksis disana dan ini adalah langkah kami kembali kesana," tambah narasumber yang tak disebutkan namanya itu. Toyota sendiri sebenarnya sudah punya produk dari TMG yakni Yaris yang sudah dipermak dan terlihat siap untuk turun membalap di lintasan reli.

Semoga saja niat Toyota juga diikuti pabrikan otomotif asal Jepang lainnya agar kiprah balap WRC makin semarak! (otosport.co.id)

Rossi Jenuh, Ducati Tak Berikan Motor Sesuai Keinginannya


Malam Minggu yang kelabu bagi Valentino Rossi di sesi kualifikasi MotoGP Qatar pada Sabtu (7/4) lalu, tenyata berlanjut pada posisi finishnya di sesi balapan pada Minggu malam tadi (8/4). Dimana Rossi hanya mampu mengamankan posisi finish 10 dengan selisih 33 detik di belakang Jorge Lorenzo yang memenangi balapan, dan nyaris bertarung dengan para pembalap di kategori CRT (Claiming Rule Team).

Hasil ini tentu berdampak buruk pada anggapan fans pada performa Rossi. Pasalnya Ducati selama ini sudah memberikan apa yang diinginkan oleh Rossi, seperti penggunaan rangka twin spar dari aluminium. Namun Rossi menepis bahwa Ducati sudah memberikan apa yang diinginkannya. Bahkan masalah motor Ducati yang sulit membelok yang juiga jadi isu utama tahun lalu, masih belum hilang juga.

“Saya sempat berpikir untuk mengakhiri balapan di pit, tapi saya tetap melanjutkan balapan karena ingin menghargai member tim dan mengumpulkan data yang berguna. Namun yang jelas Ducati tidak mengikuti saran saya, tapi saya bukan mekanik, dan saya tidak punya solusi pemecahan masalah itu,” keluh Rossi.

“Masalah yang ada pada motor ini masih tetap sama, yaitu sangat tidak stabil saat melakukan pengereman untuk masuk ke tikungan. Situasi ini tidak akan berubah meski berada di sirkuit lainnya, dan penggunaan ban Bridgestone yang baru. Sebab masalah ini bukan hanya terletak pada setting motor saja, namun meliputi beberapa hal,” jengah Rossi.

Pencapaian Rossi bersama Ducati musim ini, tentu jadi sorotan yang paling besar. Sebab ini adalah tahun keduanya bersama tim pabrikan itu dan belum juga mengoleksi kemenangan. Jika dalam beberapa seri kedepan tidak ada tanda-tanda kompetitifitas dari Ducati, maka bukan hanya cemoohan dari fans pembalap lain yang bakal didapat legenda balap MotoGP itu, lebih buruk lagi akan kehilangan kepercayaan dari tim-tim besar di MotoGP. (otosport.co.id)

Yamaha Cup Race, Rilis Balap Malam di Musim 2012


Setelah sukses dengan pelaksanaan Yamaha Cup Race (YCR) tahun 2011 lalu, Yamaha akhirnya kembali merilis jadwal resmi Yamaha Cup Race (YCR) 2012. Sembilan seri akan digelar tahun ini dan akan dimulai di kota Medan pada 22 April 2012 mendatang.

Uniknya adalah 3 dari 9 seri akan menggelar balapan pada malam hari. Diantaranya adalah di Sirkuit GOR Saburai, Lampung, Sirkuit Alun-Alun Kota Jember, Jember, dan Sirkuit Trans Studio, Makassar. Besarnya animo masyarakat saat pagelaran balap malam perdana YCR di area Lapangan Gasibu (depan Gedung Sate), Bandung, September tahun lalu membuat Yamaha kembali menyajikan balapan yang berbeda dari biasanya.

Lampung dan Makassar dipilih untuk pagelaran balap malam, karena lokasi sirkuit non permanennya presentatif, sedangkan seri Jember sekaligus untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jember. Para pembalap YCR menggunakan Jupiter Z yang sudah terbukti kualitas mumpuninya menjadi tunggangan jawara-jawara pembalap Yamaha di tingkat nasional, Indoprix dan Motoprix.

Di YCR tahun ini, para pebalap menunggangi Jupiter Z di 6 kelas yaitu Bebek 125 cc 4 Tak Tune Up Seeded, Bebek 110 cc 4 Tak Tune Up Pemula, Bebek 125 cc 4 Tak Tune Up Pemula, Bebek 110 cc 4 Tak Tune Up Pemula dan Standard Showroom. Di satu kelas lagi, Matic 130 cc, menggunakan motor matik Yamaha.

Yamaha juga memberikan kesempatan bagi pembalap jalanan untuk bergabung. ”YCR fokus pada pengembangan para pebalap muda dan mendidik mereka menjadi pembalap profesional. Konsepnya ‘racetainment’ jadi ada balapan dan hiburan yang bisa diikuti klub, komunitas dan keluarga. Kualitas YCR tahun ini lebih dari sebelumnya,” papar Ari Wibisono, Manajer Motorsport Yamaha Indonesia.    

Yamaha juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pebalap yang berpartisipasi di YCR dengan memberangkatkan 10 pebalap (5 dari kelas seeded dan 5 dari kelas pemula) ke Yamaha Asean Cup Race di Fillipina. (otosport.co.id)
           
Jadwal YCR 2012 :
Seri 1 : Pancing, Medan, 22 April
Seri 2 : GOR Saburay, Lampung, 6 Mei (balapan malam)
Seri 3 : Lanud Cibeureum, Tasikmalaya, 10 Juni
Seri 4 : Alun-Alun Kota Jember, 24 Juni (balapan malam)
Seri 5 : Stadion Maulana Yusuf, Banten, 16 September
Seri 6 : Trans Studio, Makassar, 30 September (balapan malam)
Seri 7 : GOR Segiri, Samarinda, 7 Oktober
Seri 8 : Garuda Wisnu Kencana, Bali, 28 Oktober
Seri 9 : Mandala, Yogyakarta, 25 November

Selasa, 03 April 2012

Lebih Detail Melihat Foto Yamaha Soul GT!


Saat kru redaksi MOTOR Plus mendapat informasi kalau skubek baru Yamaha, Soul GT sedang dalam proses pembuatan TVC, kami segera meluncur. Hasilnya, perburuan kami bisa dilihat pada foto-foto ini. Jangan heran kalau terlihat rapi, para ridernya memang sengaja dandan untuk keperluan iklan hee..

Langsung perhatikan tampang motor berkapasitas 113cc ini, masih kental terlihat aroma Mio Soul yang agak gendut di belakang. Soul GT yang tanpa embel-embel Mio menggunakan rangka dan mesin serupa dengan Mio J.

Sistem injeksi Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) yang memang jadi andalannya Yamaha memiliki air assist passage, 2 throttle valve dan idle speed control membuatnya lebih hemat bahan bakar.

Sedang pada desain bodi juga jauh lebih berotot. Desain benar-benar baru. Lampu depan tetap satu di cover bodi depan, dengan desain head lamp membulat sedikit rada sipit.

Dari hasil jepret MOTOR Plus Soul GT ini sepertinya hanya memiliki satu varian dengan pilihan 5 warna. Yakni putih, merah, biru, cyan dan cream. Untuk versi harga sendiri, pihak YIMM memang masih mengunci rapat alias bungkam seribu bahasa.

Namun, jika melihat pola perbedaan harga antara karbu dan injeksi, diprediksi harga Soul GT hanya berbeda antara Rp 200-300 ribu. Sehingga tidak lebih dari kisaran Rp 14 juta.

Tunggu kabar selanjutnya ya! (motorplus-online.com)

Nih Spesifikasi Yamaha TTX 115, Gaya Tracker Mesin Mio J

Yuk tengok spesifikasi Yamaha TTX 115. Skubek baru asal Thailand ini punya desain yang mengagetkan. Sesuai namanya, TTX adalah singkatan dari Technology, Trendy dan Xciting.

Coba tengok, desainnya benar-benar segar! Bukan skubek konvensional yang feminim atau futuristik, bukan juga bergaya retro. TTX 115 juga punya bentuk khas tracker.

Setang telanjang, bodinya yang ramping jadi cirinya. Bahkan desain sepatbor depannya yang tinggi membuat penampilannya makin gagah. Desain stoplamp yang membulat di tengah, sepintas mirip knalpot under tail.

Kaki-kakinya tetap pakai lingkar roda 14 ini. Tapi roda belakangnya sengaja dibuat lebar. Ban depan hanya 70/90-14, sedang yang belakang pakai 100/70-14 dikawal pelek jari-jari yang tak kalah lebar.
Bagaimana dengan mesinnya? Dari luar, sekilas sama seperti Mio J. Bentuk cover CVT dan boks filter udara yang ada di atas CVT juga mirip. Sedang dari dalam banyak yang sama.

Sama-sama satu silinder SOHC dengan dua klep. Yang menarik adalah diameter piston dan stroke-nya sama seperti Mio J, pakai piston 50 mm dan stroke 57,9 mm. Dengan kompresi 9,3:1, mesin ini mampu memuntahkan tenaga hingga

Teknologi injeksi bahan bakarnya juga sudah pakai YMJET-FI yang memiliki dua throttle valve. Satu untuk putaran rendah lewat air assist dan satu lagi mengatur udara pada kecepatan tinggi.

Kalau masuk Indonesia, bakal laris manis gak ya?? (motorplus-online.com)

Spesifikasi
Mesin: 4-stroke, SOHC 2-katup satu silinder berpendingin udara
Isi silinder: 113,69 cc
Rasio kompresi: 9,30: 1
Diameter x Langkah: 50 x 57,9 mm
Busi: NGK / CR6HSA
Sistem bahan bakar: Injeksi YMJET-FI
Sistem pengapian: TCI
Bahan bakar: Bensin tanpa timbal oktan 91
Kapasitas tangki: 4,8 liter
Kapasitas oli mesin: 0,8 liter
Tipe transmisi: V-belt
Gigi rasio akhir: 9,822 (47/15 x 41/13)
Filter udara: Kertas (basah)
Jenis rangka: Steel underbone
Sudut rake / trail: 26.5O / 110 mm
Panjang x Lebar x Tinggi: 745 x 1.880 x 1.085 mm
Tinggi jok: 780 mm
Jarak terendah dari tanah: 120 mm
Sumbu roda: 1.275 mm
Radius belok: 1.900 mm
Berat isi: 99 kg
Rem depan: Rem cakram, Single-piston
Rem belakang: Rem teromol
Ban depan: 70/90-14M / C 34P
Ban belakang: 100/70 - 14M / C 51P
Headlamp: 12 V 35W/35W x 1
Baterai: Tipe kering
 

Honda Lakukan Uji Tipe PCX 150 di Indonesia, Siap Dipasarkan?

Beberapa waktu lalu sudah diberitakan kemunculan PCX 150 di Thailand. Di negeri Gajah Putih ini, skubek premium terbaru dari Honda sudah dipasarkan. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Diam-diam PT Astra Honda Motor (AHM) sudah mengajukan Tanpa Pendaftaran Tipe (TPT) PCX 150 ke Direktorat Industri Alat Transportasi Darat, Kementerian Perindustrian. Wuih, artinya besar kemungkinan akan dipasarkan juga di Indonesia.

Kodenya adalah HONDA WW150D(IN) A/T dan prosesnya dimulai sejak hari ini (26/3). Secara desain, motor ini memang tidak terlalu banyak berubah bila dibandingkan dengan varian sebelumnya. Bedanya, mesinnya benar-benar baru. Kapasitas ruang bakarnya melonjak jadi 150 cc.

Mesin ini mengusung konsep Enhanced Smart Power (eSP). Seperti yang diaplikasi pada Honda Vario Techno 125 PGM-FI, mengoptimalkan pendinginan komponen dan mengurangi gesekan untuk memperoleh tenaga maksimal dan konsumsi bahan bakar yang baik.

SOHC dan memiliki kapasitas mesin 152,9 cc yang diperoleh dari aplikasi piston 58 mm dan stroke 57,9 mm. Mesin yang memiliki kompresi 10,6:1 ini juga sudah dilengkapi dengan injeksi PGM-FI, sehingga emisinya sudah lolos Euro3.

Transmisi CVT V-Matic yang diusung PCX 150 juga mengalami penyempurnaan, begitu juga dengan sistem pendinginannya. ACG starter dan idling stop system (ISS) masih tetap dipertahankan. Pada PCX 150 indikator (ISS) di panel speedometer sedikit berubah, kini warnanya hijau.

Yuk di nanti, semoga harga jualnya enggak beda jauh dari PCX 125. Kalau sebelumnhya Rp 33 jutaan, harapannya tetap dikisaran angkat tersebut. Setuju? (motorplus-online.com) 

Etika Berkendara, Bersahabat dengan Rok Mini dan Kebaya


Berkendara itu seperti bergaul. Berinteraksi dengan sesama pengguna mobil dan jalan bukan hanya perlu skill, tapi juga perlu etika. Tak hanya bagi sang sopir, etika ini juga berlaku bagi penumpang, terutama kaum hawa. Masalah yang muncul bukan hanya serempetan, tapi bisa sampai ‘pamer’ organ tubuh dan pakaian dalam.

ROK MINI VS MOBIL CEPER

Tak hanya di gedung DPR/MPR, rok mini juga bisa jadi masalah di parkiran atau lobi mal. Apalagi kalau mobilnya berpostur rendah seperti sedan. Tak pandang bulu, selebriti seperti Britney Spears atau Paris Hilton pun sering mengalami ‘musibah’ serupa dan jadi korban jepretan paparazzi. Karena rok mini, saat keluar dari mobil, kaki sampai underwear jadi tontonan.

“Itu karena waktu keluar mobil, arah lutut langsung keluar aja. Kuncinya mainkan kaki aja. Kalau jadi penumpang depan, turunin dulu kaki kiri, tapi posisi lututnya ke arah bodi depan. Jadi aman, ketutup dan enggak bakal kelihatan. Baru habis itu angkat badan,” kata Bunda Mey, aktivis komunitas Honda Freed yang pernah bekerja sebagai karyawati bank dan tiap hari bekerja dengan rok mini tersebut. (mobil.otomotifnet.com)

Yamaha Thailand Luncurkan 2 Skubek Baru, TTX 115 dan Nouvo SX!


Hari pertama Bangkok International Motor Show (BIMS) 2012 dijadikan moment untuk meluncurkan dua skubek baru Yamaha. Dua model anyar ini adalah Yamaha TTX 115 dan Yamaha Nouvo SX. Keduanya punya desain radikal dan tampil sangat futuristik.

TTX 115 memiliki konsep matik tracker, cirinya punya setang terondol khas motor trail dan desain bodi mirip motor beraliran supermoto. Selain desain yang menarik, teknologi mesinnya juga tergolong baru. Kabarnya mesin baru yang digunakan serupa dengan yang dipakai Mio J atau yang di Thailand lebih dikenal dengan Mio 115i.

Teknologi injeksi Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) jadi andalan. Yamaha memiliki air assist passage, 2 throttle valve dan idle speed control membuatnya lebih hemat bahan bakar.

Sedang Nouvo SX sama seperti generasi terakhir Yamaha Nouvo yang diluncurkan di Vietnam awal bulan lalu. Skubek berkarakter lelaki ini mengusung mesin 125 cc. Injeksi YMJET-FI juga diaplikasi pada skubek yang memiliki tenaga puncak 7,78 kW ini. Desain yang diusung Nouvo SX makin mewah dengan aplikasi lampu LED.

Makin meriah pada peluncuran awal kedua motor ini di BIMS 2012, Yamaha sengaja menghadirkan boy bands asal Korea, BigBang. Grup vokal ini digandrungi remaja Thailand yang menjadi target market kedua skubek baru ini.

Sayangnya, detail spesifikasi dan pilihan warna kedua skubek baru ini belum dijelaskan secara gamblang. Tunggu info selanjutnya ya! (motorplus-online.com)

Mantap, Toyota Hilux Versi Kutub Selatan


Antartika – Nama Toyota Hilux di Indonesia cukup terkenal sebagai mobil angkutan pikap dan double cabin yang mampu menjelajah medan berat seperti pertambangan atau perkebunan.

Nah, agar makin memantapkan reputasinya sebagai mobil di segala medan, Toyota mengandalkan Hilux menaklukan Antartika (Kutub Selatan) yang menempuh jarak lebih dari 9.495 km selama empat bulan.

Dalam ekspedisi ekstrim ini, ada tiga Hilux yang diandalkan, termasuk model 6x6. Ketiganya menggunakan bahan bakar Jet A-1, untuk menyiasati iklim yang ekstrim di Kutub Selatan.

Hebatnya, ketiga mobil yang sudah dirombak tampangnya ini masih mengandalkan mesin diesel standar 3.0 liter D-4D juga transmisi standar.

Agar bisa beradaptasi dengan kondisi suhu yang sangat dingin, bisa mencapai -50 derajat Celcius, juga medan yang berat dan menanjak, hingga setinggi 3.400 m Hilux di persiapkan khusus oleh tuner asal Eslandia, Artic Truck

Modifikasi yang dilakukan termasuk memperkuat sistem suspensi dan sistem penggerak. Juga penambahan crawler gear pada system transmisi. Dan penggunaan ban ekstra besar yang hanya diberi tekanan angin 2 - 3 psi, jauh dari versi normal yang butuh tekanan ban diatas 29 psi.

Ubahan lain yang dilakukan untuk menunjang ekspedisi adalah pemasangan crane untuk mengangkat beban berat dan tanki bahan bakar berkapasias 280 liter (pada versi 6x6 tangkinya 800 liter).

Alhasil, tampilan Hilux makin sangar namun sesuai dengan kemampuan jelajahnya. (mobil.otomotifnet.com)

Red Bull Masih Permasalahkan Sayap Mercedes GP


Menjelang perhelatan Formula 1 seri Malaysia 2012 dua pekan lalu, Charlie Whiting (delegasi teknis F1 dari FIA) menegaskan bahwa konsep sayap belakang di mobil tim Mercedes AMG Petronas tidak melanggar regulasi F1 2012. Namun Christian Horner sebagai bos tim Red Bull masih menganggap bahwa konsep tersebut melanggar regulasi, dan butuh penegasan lagi dari FIA sebelum berupaya menjiplaknya nanti.

“Saya berharap Whiting memikirkan ulang tentang konsep yang digunakan di sayap belakang mobil Mercedes GP. Kami bukannya tidak menghargai posisi Whiting di FIA, tapi ia harus menegaskannya kepada kami menjelang F1 Cina nanti. Agar tim-tim lain yang ingin mengaplikaskan sistem tersebut juga tahu persis bagaimana sistem itu bekerja pada mobil mereka,” jelas Horner.

Pernyataan Horner di atas, mencerminkan bahwa mereka ingin mengetahui secara persis sistem tersebut bekerja sebelum menjiplaknya di mobil mereka. Jika memang prosesnya tidak melanggar regulasi, maka mereka siap mengaplikasikannya meski harganya cukup mahal. Mereka juga tidak ingin mengaplikasikannya begitu saja, sebab belum tentu konsep tersebut cocok untuk mobil Red Bull.

“Sangat penting mengetahui konsep yang akan kami aplikasikan pada mobil kami. Sebab biaya pengembangan konsep tersebut dipastikan butuh dana yang besar. Namun jika konsep tersebut tidak melanggar regulasi, maka kami siap mengeluarkan dana pengembangan untuk paket tersebut,” imbuh Horner. (otosport.co.id)

Stoner Masih Sulit Memprediksi Kekuatan Ducati GP12

Jika mengacu pada hasil sesi tes resmi pra musim MotoGP 2012 di Jerez, Spanyol pada 23-25 Maret lalu, Valentino Rossi berhasil memanfaatkan momentum hari terakhir untuk mengurangi selisihnya dengan Casey Stoner yang keluar sebagai pembalap tercepat. Meski sudah berselisih dibawah 1 detik, namun Stoner masih sulit mengukur sampai dimana kekuatan motor Ducati GP12 yang sebenarnya.

“Kondisi sekarang ini masih abu-abu alias belum jelas. Masih sulit melihat performa sebenarnya dari GP12, apalagi mereka melakukan perubahan yang besar pada pakem motor Ducati. Semuanya serba baru dan mereka masih berupaya mencari sejauh mana performa terbaik motor itu. Jadi kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya,” papar Stoner.

Hingga sesi tes terakhir berlangsung, Rossi masih mengeluhkan bagian depan motor yang masih mengalami masalah khususnya ketika kompon ban sudah mulai aus. Tim Ducati memang masih mencoba beberapa setting untuk mereduksi efek tersebut, salah satu caranya dengan memindahkan bobot berat motor. Namun hingga sekarang setting yang benar-benar tepat masih belum ditemukan.

Jika di sesi latihan yang akan dimulai pada Kamis malam nanti, Ducati berhasil mengaplikasikan setting terbaik di GP12, bukan tidak mungkin Valentino Rossi dan Nicky Hayden bisa jadi batu sandungan bagi pembalap Honda dan Yamaha. Berharap saja! (otosport.co.id)

Burgess : Kembali ke 1000 cc, Adalah Kesalahan Besar!

Usai sesi tes Sepang pertama akhir Januari 2012 lalu, Jorge Lorenzo memberikan gambaran bahwa motor 1000 cc yang dikendarainya mampu menyentuh kecepatan maksimal hingga 360 km per jam. Disaat bersamaan ia juga mengklaim akan sangat berbahaya jika motor CRT (Claiming Rule Team) tidak mampu menyentuh ritme top speed di MotoGP.

Mungkin tidak berbeda dengan Lorenzo, Jeremy Burgess sang kepala mekanik yang cukup sukses di MotoGP, pun menganggap bahwa kembalinya MotoGP ke era 1000 cc adalah kesalahan besar. Apalagi jika dikaitkan dengan kecepatan maksimal dan safety pembalap.

“Kembali ke 1000 cc adalah kebodohan, sebab pada sirkuit berkarakter cepat, pembalap yang melakukan slip-streaming (mengikut pembalap lain tepat di belakang), kemungkinan besar bisa mencapai kecepatan maksimal 360 km per jam. Regulasi memang memperbolehkan, dan rasanya pabrikan bakal mengeksplorasi kemungkinan apapun dari mesin,” ungkap Burgess.

Lebih ekstrim lagi, Burgess malah mengusulkan bahwa MotoGP harusnya dibatasi hingga 600 cc saja. Namun sepertinya campur tangan Dorna dalam pembuatan regulasi sangat besar. Sehingga suka atau tidak, FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) badan tertinggi balap motor dunia, menyepakati hal ini.  (otosport.co.id)

Yamaha Mio Sporty & Mio Soul, Sensasi Gaya Kembar


 Dulu beda karakter, sekarang temenan
Agung Lestiantoro dan Dedi Hanafi kompak bikin motor kembar bergaya matik Thailand atau biasa disebut Thai look. Agung bikin sensasi di Mio Sporty 2010, sementara Dedi gaya bersama Mio Soul 2007.

Lucunya, kedua pria ini awalnya tidak saling kenal. Kebetulan modif di bengkel yang sama. Eh malah temenan sampai sekarang. Digarap Rahmawati Flamboyan Motor (RFM) di Jl. M Kahfi No. 67, Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Yang punya Fauzi “Ale” Rahmat. Baca terus deh!

Berbeda Satu Makna

 Cover bodi Mio Z, Gaya sekaligus nyaman, teng!  
Cover bodi depan punya Mio Z yang asal Thailand bikin keduanya jadi lebih keren. Meski pilih striping berbeda. Dedi tunjuk kombinasi striping putih-oranye. "Biar tambah mirip Mio Z. Karena kebetulan juga memang suka oranye, ya sudah pilih model ini,” yakin Dedi yang bertubuh gempal itu.

Lain lagi yang dilakoni Agung. Dia orang malah pilih kombinasi dashboard dan striping putih dan merah doff. Tampilan begini kata Agung memang diseting biar menyerupai Mio Limited edition yang juga hanya beredar di Thailand.

NETRAL NUANSA SPORT

Urusan pemilihan sokbreker, Agung dan Dedi pilih produk Trusty sebagai peredam kejut depan. Pemilihan warna, sepakat silver. Sebab kelir itu terlihat lebih cocok dengan kombinasi warna dominan yang ada. “Sengaja pilih silver, supaya netral juga,” tegas Agung yang warga dari daerah Ciganjur, Jakarta Selatan.

Part pegangan slang rem juga diambil dari variasi sama. Bukan hanya di merek, tapi juga model, juga warna. Sementara di bagian belakang, kedua sahabat sejati ini memilih produk yang sudah dilengkapi tabung gas. Alasannya, agar ada nuansa sporty yang timbul dari sektor buritan. Selain itu, keduanya memang mengejar faktor kenyamanan. Kadang juga kerap ngajak hangout pasangan masing-masing! Boleh juga!

Cover CVT NOUVO

Demi mempertahankan konsep, kedua pria yang sama-sama mahasiswa jurusan hukum tapi beda universitas ini hunting bareng untruk mencari cover CVT idaman.

Mereka akhirnya memilih cover CVT milik Yamaha Nouvo yang menurut mereka lebih ringkas dan simpel. Setelah dapat, cover CVT itu langsung dicustom sendiri lewat permainan stiker karbon dan krom pada sisi atas.

Lanjut ke cover knalpot yang juga dipilih variasi ala Thailand. Yaitu, part bernuansa karbon dan list pelangi. Tapi, pada bagian leher knalpot, Agung sudah mencangkok komponen aftermarket stainless steel.

“Awalnya kita pakai knalpot bobokan. Tapi, kelamaan bosan. Mending tetap pakai standar aja,” kompak kedua mahasiswa yang juga sama-sama lagi mengerjakan tugas akhir alias skripsi. (motorplus-online.com)

Toyota Camry Anyar Bakal Mengaspal di Indonesia 4 April Nanti

Jakarta – Anda berminat membeli mobil sedan medium? Sabar sedikit, sebab pada tanggal 4 April pekan ini, PT Toyota Astra Motor bakal merilis sedan Camry terbaru mereka di Jakarta.

Eits, jangan harap Camry versi Indonesia akan sporty layaknya versi Australia atau Amerika ya. Sebab pada penampilan perdananya di Bangkok Motor Show 2012 beberapa waktu lalu, sosok Camry lebih tampak berparas mewah.

Kesan mewah ini terlihat dari bentuk front fascia yang diwakili gril besar, bentuk headlamp dan bumper yang lebih bersudut tajam.

Belum ada konfirmasi mengenai pilihan mesin pada Camry yang akan dihadirkan di Indonesia. Tetapi pada versi Thailand nya terdapat dua pilihan mesin bensin. Yakni, 2.0 liter bertenaga 148 dk dan torsi 190 Nm, serta mesin 2.5 liter berdaya 181 dk dengan torsi 231 Nm.

Mesin 2.5 liter tersebut menggusur sumber tenaga 2.4 liter bertenaga 167 dk yang tersemat pada varian Camry saat ini.

Nah, seperti apa sosoknya? Pantengin terus Otomotifnet.com ya. (mobil.otomotifnet.com)

Tes BBM Injeksi VS Karbu, Siapa Lebih Irit?

Teknologi yang diusung jadi penentu
Biar enggak sembarang bicara, sebaiknya dilakukan pengujian konsumsi bahan bakar di varian injeksi dan karburator. Tentunya buat mencari varian pacuan mana yang lebih irit.

Test dilakukan di Honda Spacy tipe karburator dan Spacy PGM-FI. Mengunakan metode pengukuran full to full, tangki bahan bakar diisi hingga penuh dan batas yang sudah ditetapkan. Dites oleh satu pengendara biar perlakuan sama. Bobot rider, 70 kg.

Motor diajak berlari dengan perlakuan berkendara harian. Bahkan, juga sentuh kecepatan 90 km/jam. Setelah menempuh jarak yang sudah ditentukan, bensin di tangki kembali diisi seperti kondisi semula. Hasil didapat!

Varian tipe karbu, memberikan hasil konsumsi BBM yang lebih boros ketimbang injeksi yang dilengkapi sensor-sensor canggih. Pacuan karburator, mencatat hasil 31,4 km/liter. Sedang varian injeksi berhasil catat lebih jauh. Yaitu, 41,5 km/liter.

So, artinya varian injeksi mampu berlari lebih jauh sekitar 10,1 km lebih jauh dari semplakan karbu. Meski di karbu sudah dilengkapi throttle position sensor atau throttle switch sensor buat bantu atur bukan venturi dan kebutuhan bahan bakar, tapi nampaknya itu tidak cukup buat saingi keiritan motor injeksi. (motorplus-online.com)