Semoga Blog ini Bermanfaat, selamat membaca

Selasa, 24 Januari 2012

Target Rossi Adalah Juara Dunia Dengan Ducati

Usai pembukaan Wrooom ke-22 yang digelar di Madonna di Campiglio di Italia pada Senin (9/1) lalu, Valentino Rossi langsung memberikan keterangan mengenai apa-apa saja target yang akan dicapainya bersama tim Ducati musim 2012. Salah satu target yang paling mengemuka adalah memecahkan masalah yang selama ini mereka alami dan meraih titel juara dunia bersama tim asal Italia itu.

“Saya ingin mencoba meraih kemenangan bersama Ducati kemudian berhenti dari balap MotoGP. Tapi saya masih akan berada di MotoGP beberapa tahun lagi dan memberikan kepuasan kepada Ducati yang belum pernah saya lakukan. Yah, katakanlah sekarang saya masih akan membalap untuk Ducati dan sepakat memperpanjang kontrak lagi,” jelas Rossi.

“Pasar pembalap di akhir musim 2012, memang sangat terbuka lebar dan menarik untuk dicermati. Tapi saya tidak mungkin kembali menggunakan motor Jepang. Saya juga tidak ingin memikirkan masalah kontrak sepanjang musim 2012 berjalan. Sebab saya hanya ingin fokus pada perbaikan performa dan pencapaian target diakhir musim 2012,” lanjut Rossi.

Dalam wawancara panjang di acara Wrooom 22 itu, Rossi juga menegaskan bahwa motivasi dan ambisinya meraih kemenangan di balap MotoGP masih sangat tinggi. Apalagi ia masih merasa sangat kompetitif. Hanya saja memang usia yang sudah lebih dewasa. Semoga pertambahan usia, tidak membuat skill jadi lebih lambat. (otosport.co.id)

Suzuki XA Alpha, Penerus Jimny Penantang Rush-Terios


New Delhi – Suzuki yang digandeng perusahaan lokal, Maruti dikenal sebagai salah satu produsen mobil terlaris di India. Nah, salah satu kolaborasi yang diklaim menjadi kesatuan unik antara mereka adalah mobil konsep berjuluk XA Alpha yang mendebut di New Delhi Auto Show 2012 bulan ini.

Mengusung konsep “the wild urban”yang diambil dari gulat tradisional India, XA Alpha mengandalkan tampilan gagah dengan front fascia menganut tampilan SUV legendaris Suzuki, Jimny. Hal ini tampak dari desain grilnya yang bercelah vertikal dan headlamp ‘mata elang’ yang bersudut tajam.

XA Alpha juga disertai dimensi yang kompak agar cocok dipakai bepergian di dalam kota. Yup, dengan panjang 4 meter, lebar 1,9 meter, tinggi 1,6 meter serta wheelbase yang hanya 2,5 meter XA Alpha diplot sebagai pesaing duet Toyota-Daihatsu yaitu Rush-Terios.

Desain XA Alpha sendiri diklaim menganut tema tradisional yang diambil dari unsur bela diri gulat asal India. Aura ini tercermin dari kesan berotot dengan garis tegas pada bodi. Serta pelek palang kokoh berdiameter besar di bagian kaik-kaki, dan laburan warna Lava Red di sekujur bodi.

Tak berhenti di situ, XA Alpha yang menyasar segmen anak muda juga menonjolkan buritan dengan lekukan hitam besar di bumper nya. Selain itu, untuk menunjang kodratnya sebagai SUV yang berkemampuan semi-offroad, XA Alpha dibekali ground clearance yang tinggi.

Sayangnya Suzuki masih belum menjelaskan mengenai detail mesin dan kapan konsep ini akan memasuki masa produksi massal. (mobil.otomotifnet.com)

Mengintip Lebih Dekat Suzuki Ertiga, Si Kuda Hitam All New Avanza-Xenia

 
JAKARTA - Spekulasi berita-berita hingga foto MPV Suzuki yang dikabarkan menjadi pesaing baru All New Toyota Avanza dan All New Daihatsu Xenia di Indonesia, akhirnya terjawab sudah.

Terbukti setelah menyaksikan langsung world premiere global compact MPV Maruti Suzuki Ertiga di Delhi Auto Show ke-11 di Pragati Maidan Exhibition Complex di India (6/1). Suer, mobil ini memang pantas menjadi pesaing berat dua mobil kembar tersebut.

LEBIH PENDEK
Atas undangan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), APM Suzuki di Tanah Air, kami berkesempatan langsung menyaksikan langsung sosok Ertiga yang diperkenalkan oleh Maruti Suzuki India Limited (MSIL).

Antusias wartawan terhadap mobil ini luar biasa. Tampak sekali ratusan wartawan dan undangan dalam dan luar negeri memadati panggung tempat Ertiga diperkenalkan pertama di hall 14.

Pantas kalau Ertiga menjadi pusat perhatian, karena selain Maruti Suzuki sebagai brand besar (market & volume leader) di negeri Hindustan, juga merupakan segmen baru di kelas MPV.

“Kami menciptakan segmen baru di India, yakni compact MPV segment,” ujar Shinzo Nakanishi, Managing Director & CEO MSIL.

Bicara MPV, ukuran Ertiga memang tidak terlalu besar dan juga kecil. Pas disebut kendaraan multi purpose 3 baris bangku yang kompak.

Buktinya, dimensi bodi hanya 4.265 x 1.695 x 1.685 mm (pxlxt) dengan wheelbase 2.740 mm. Cukup bersaing jika disanding dengan kompetitornya, macam All New Avanza (ANA), All New Xenia (ANEX) ataupun Nissan Grand Livina (GL).

Secara umum, Ertiga lebih panjang dan lebih lebar dari ANA/ANEX, namun sedikit lebih rendah.

Kalau boleh disebut, malah mirip dimensi GL. Hanya lebih pendek dan tidak selebar GL. Tingginya? Mirip! Bisa kebayang kan?

Soal desain ekterior, enggak neko-neko, simpel tapi kelihatan modern. Perhatikan moncongnya! Menyerupai Suzuki Splash dan Swift, Ertiga memiliki front end (kap mesin dan radiator gril) dengan lekukan yang dinamis.

Kesan modern mencuat berkat desain bumper dengan air dam hitam yang membentuk huruf X dengan radiator gril atasnya. Sedang lubang tempat foglamp dibuat meninggi menambah kesan galak.

Desain lampunya, perpaduan antara head lamp Swift dan Splash. Namun lebih besar dengan lekukan lancip di ujung lampu. Menariknya, bagian samping lampu mengikuti lekukan fender (sepatbor).

Cukup menarik ketika melihat lekukan bodi belakangnya, serasi dan simpel. Namun lampu yang mirip punya Suzuki SX4 dan APV Arena ini terlalu kecil jika dilihat dari belakang. Tapi dari samping sih cukup oke lantaran melebar ke samping.

BASIS SWIFT
Bagaimana dengan konstruksi sasis dan suspensi? Ertiga sejatinya memakai platform Swift. Hanya wheelbase dipanjangin dari 2.380 mm ke 2.740 mm. Dan artinya pula Ertiga mengusung suspensi serupa dengan sasis monokok dan penggerak roda depan (FWD).

“Pengendalian lebih mantap dan kenyamanan lebih baik daripada mobil penggerak roda belakang,” kata Gaurav Singal, Country Manager SMIL saat bertemu di pabrik Maruti Suzuki di Manisar, India.

Untuk tenaganya, MSIL menggunakan mesin baru. “Khusus Ertiga, kami memperluas range K-series engine petrol (bensin). Karena mesin K-series sangat sukses di India, terutama soal performa dan irit bahan bakar,” jelas Nakanishi san lagi.

Pengembangannya dari mesin K10 dan K12 yang juga dipakai di Suzuki Karimun Estilo dan Splash. Jadinya, Ertiga akan mengusung K14 yang berspek 4 silinder segaris 16 katup DOHC VVT dengan tenaga maksimum mencapai 95,2 dk di 6.000 rpm dan torsi 130 Nm di 4.000 rpm.

Khusus di India, disediakan pula mesin diesel DDiS (D13A) berspek 4 silinder segaris 16 katup common rail diesel turbo berkapasitas 1.300 cc. Meski minum solar, tapi sanggup menyemburkan tenaga hingga 75 dk di 4.000 rpm dengan torsi 190 Nm di 1.950 rpm.

Trus, gimana interiornya? Sabar ya, kami ulas detail edisi selanjutnya!

Pakai Bahasa Indonesia
Mendengar nama Ertiga, jelas kalau artikulasi berasal dari bahasa Indonesia. Mulanya, Ertiga hadir berupa konsep yang dilabeli R3 atau RIII pertama kali di Delhi Auto Expo 2010 silam.

Di Tanah Air, mobil ini juga pernah dipajang pada gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011, dengan labelan R3 atau RIII.

Namun akhirnya berubah nama menjadi Ertiga sekitar tengah tahun lalu. SMC (Suzuki Motor Corporation) Jepang lah yang menyetujui nama dalam bahasa Indonesia, Ertiga.

Ertiga terdiri atas dua kata; Er (dari huruf R) yang berarti row (baris). Sedangkan tiga yang berarti angka 3.

So, arti Ertiga adalah mobil yang mempunyai jumlah baris 3. Simpel kan? Namun menjadi kehormatan karena umumnya nama produk global memakai bahasa latin, Spanyol, Jepang dan lainnya. Hampir enggak pernah ada pakai bahasa Indonesia!

“Ini suatu kebanggaan akhirnya SMC memakai bahasa Indonesia di produk global,” bangga Endro Nugroho, Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales.

“Nama Ertiga bagus dan mudah diucap, terkadang bahasa Indonesia mirip dengan bahasa latin dan Spanyol ya. Saya suka itu,” bilang Shinzo Nakanishi, Managing Director & CEO MSIL yang juga BOD (Board of Director) SMC.  (mobil.otomotifnet.com)

Suzuki Siapkan Mesin Diesel dari Fiat untuk Swift dan SX4


Delhi - Setelah perceraiannya dengan VW, Suzuki kembali melirik pabrikan Eropa. Dan kali ini adalah Fiat, dengan wujud kerjasama pasokan mesin diesel untuk mobil-mobil kompak Suzuki.

Tentu saja, ini bukan mesin diesel biasa. BErteknologi Multijet, dengan konfigurasi 4 silinder berkapasitas 1.3 liter, benar-benar bakal menjadikan sebuah mesin yang kompak di balik kap mesin mobil Suzuki.

Mesin diesel Fiat Multijet ini disebut-sebut sebagai mesin yang bandel, biaya pemeliharaan yang rendah dan juga irit BBM, yang akan diproduksi di pabrik Fiat Ranjangaon dekat Pune.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 100 ribu unit mesin diesel Multijet tersebut akan disuplai oleh Fiat untuk Suzuki. Rencananya, mobil-mobil populer Suzuki, seperti Swift dan SX4 dan juga bahkan Ertiga, akan juga disematkan mesin diesel ini.

Tren mobil diesel di India melonjak sejak semakin jauhnya beda harga BBM bensin dan solar. KOndisi yang hampir mirip di Indonesia. Sehingga, bisa saja mesin diesel tersebut sampai ke Indonesia. Penasaran? (mobil.otomotifnet.com)

Toyota Limo 2004, Taksi Yang Beringas di Sirkuit


Jakarta – Memiliki sebuah Toyota Limo jahitan 2004 sebagai mobil hariannya tak membuat Rizky Basworo yang akrab disapa Rizkybas ini patah arang untuk merombaknya. Maklum, kembaran dari sedan Toyota Vios ini memang kondang sebagai armada taksi, dibanding mobil harian.

Tak percaya? Tengok saja aliran modif street sleeper nya, dimana menampilan sosok yang minimalis namun mengandalkan mesin yang beringas di balik kapnya. Bahkan, selain untuk harian, Limo ini juga kerap turun di ajang drag race.

Tidaklah mengherankan, karena modifikasi aliran balap telah digandrungi Rizkybas sejak masih duduk di bangku sekolah. “Dulu juga sempat punya Vios spek balap di tahun 2006,” sebut pria 33 tahun ini.

Agar tampil maksimal, jeroan mesin berkode 1NZ-FE original nya dirombak. Diantaranya pemasangan open air filter, aplikasi throttle body dari Corolla Altis dan mengganti sistem exhaust dari mulai header hingga muffler. 

Bagian silinder juga dijamah dengan ubahan berupa porting dan polish pada saluran intake dan exhaust, serta memapas kepala silinder sebesar 0,6 mm. Sedangkan busi turut diganti dengan jenis Iridium.

Sementara untuk untuk trek lurus sepanjang 402 meter, Rizkybas melakukan penggantian gearbox dan transmisi yang didesain khusus (custom).

Semakin sempurna, Piggyback Dastek Unichip Type C dengan Launch Control dan dengan modul limiter dipercaya untuk memanipulasi data bahan bakar di komputer Limo. "Idenya agar bisa kencang tetapi tetap irit", dilakoni punggawa Toyota Soluna Vios Club (TSVC) ini.

Hasilnya cukup memuaskan saat tes dynamometer Sigma Speed di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Tenaga "taksi" Rizkybas yang semula hanya 109 dk pada 6500 rpm, kini menjadi 141,3 dk dengan torsi sebesar 176,5 Nm.

Hebatnya lagi, Limo berkelir Silver ini sanggup mengantarkan Rizkybas naik podium juara 1 kelas 1500 FWD Challenge  di ajang dragrace D3 Achilles Corsa 2011. Pada lomba yang  diselenggarakan di Sirkuit Sentul pada 12 Desember 2011 lalu, Limo ini mencatat best time 15,938 detik pada jarak tempuh 402 meter. (mobil.otomotifnet.com)

Toyota Vios 2003, Si Kuning Pelahap Trophy


Surabaya – Aliran modifikasi racing style ekstrim memang tak pernah surut peminat. Dan salah satu pengusung modifikasi ini adalah M. Nizar Anwar dari Toyota Soluna Vios Club (TSVC) Surabaya yang mengandalkan Toyota Vios tahun 2003 warna kuning ini.

Langkah awal, agar terlihat sangar Nizar dengan nekat merombak eksterior dengan aplikasi body Kit custom wide body, headlamp model Angle Eyes, kap mesin Carbon Kevlar, GT wing Carbon dan Spion Carbon.

Menunjang tampang, kaki-kaki dikawal pelek Volk Rays TE37 19 inci, rem kit Option 6 pot dan suspensi Coilover Full Adjustable. Makin amblas cuy!

Nuansa balap turut menjalar ke interiornya. Dimana Nizar mengaplikasi brand Sparco dibeberapa perangkat. Sebut saja jok Torino, serta safety belt 4 titik, setir, pedal set hingga knob tuas transmisi. Selain itu, setirnya juga dilengkapi Quick Realese D1 Spec Carbon.

Semakin sangar, rollbar custom 6 point dengan panel Carbon Kevlar dan instrument kecepatan dari Autometer dan Autogauge turut mengawal sisi sporty kabin Vios ini. Ada pula tombol engine start dari Pivot.

Belum puas, bagian audio juga kena permak. “Head unit pakai Kenwood 2Din, 2 tweeter & split buatan Cubig, 4 speaker dari Cielo, 2 Subwofer  12 inci Soundstream, Power 4 kanal dari Soundstream Stealth dan Power Monoblok Harmonic Drive Class D 3000w ,” ujar Nizar sembari menyatakan aplikasi capasitor bank dari Momentum sebagai finalisasi modif audio.

Sebagai pemuja aliran racing style, tak sah rasanya jika mesin masih standar. Nah, langkah selanjutnya adalah aplikasi turbo bolt on dan intercooler dari Zage, serta NOS sebagai pendongkrak tenaga instan. Sangar!

Tak hanya itu, oil cooler Autobahn, piggyback Greddy Ultimate E-Manage , Map  Sensor Bar Greddy, Silicon Radiator Hose Samco, BOV HKS Black Limited, NGK Iridium Racing Spark Plug, Injector 320cc, Turbo Timer APEXI dan Oil Catch Tank Cusco turut tersemat sebagai penunjang performa.

“Sedangkan sistem pembuangan memakai knalpot custom. Ubahan lain ada di  fuel pump kini pakai Walbro, kopling Exedy Racing Clucth, oil & radiator cap dari TRD serta cover mesin carbon,” pungkas Nizar.

Tak sia-sia, ubahan ekstrim tersebut mampu mengantar Vios ini menjadi "King of Street Style" dengan merebut thropy 3 kategori lainnya seperti "the best Interior, Exterior & Audio di ajang dalam acara Auto Modification Contest di Gramedia Expo Surabaya 2011. (mobil.otomotifnet.com)

Spesialis Speedometer Mobil, Upgrade Spido Limo jadi Vios

 
JAKARTA - Belakangan ini banyak armada taksi yang melelang unit mobil mereka untuk diperbaharui dengan yang model terbaru. Ambil contoh seperti Toyota Limo banyak yang beredar di jalanan dengan pelat nopol hitam, yang menandakan ini adalah mobil pribadi.

Berhubung Toyota Limo masih mengadopsi speedometer analog, ada tawaran menarik dari SACS Speedglow, gerai spesialis speedometer. “Kini sudah ada speedometer indiglow model ODC untuk Limo model lama,” ungkap Wira sang empunya SACS.

Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, hanya Rp 600 ribu berikut pasang kini mobil sudah bergaya seperti New Vios yang bercorak gradasi warna. Oiya, tingkat kecerahan warna bisa disetel sesuai selera pemilik. “Indiglow berlabel Nippon Racing ini juga bisa diaplikasi pada Vios lama tipe E yang juga masih menggunakan spidometer analog,” tambah pria berkulit bersih ini.

Selain itu ada juga spidometer copotan Vios G lama yang sudah full digital. Harga satu setnya Rp 2,5 juta berikut pasang. “Pemasangannya cukup sulit karena harus mengubah seluruh wiring dari analog ke digital, makanya agak sedikit mahal,” tutup Wira dengan ramah.

Jika tertarik, langsung saja menuju SACS Speedglow, Jl. Pondok Gede Raya No. 24, Bekasi. Atau kontak dulu di 021-8487623, 0816-1815195.  (mobil.otomotifnet.com)

All New Toyota Avanza 1.5 VELOZ, Proyek Awal Berdandan Sport Elegan

 JAKARTA - Meski baru dirilis akhir 2011 lalu, ternyata All New Toyota Avanza sudah menggoda modifikator untuk segera mempermak tampilan standarnya. Seperti proyek perdana William Harjanto pada All New Avanza 1.5 Veloz pribadinya.

ADD-ON
Boleh jadi modifikasi ini merupakan debut awal pria yang juga penggawang rumah modifikasi W7 itu, dalam mengubah tampang standar Veloz yang memang baru kali pertama ini dilakoninya.

Mengusung konsep modifikasi bergaya sport elegan, William terapkan dandanan minimalis pada eksterior maupun interiornya. Meski up-grade yang dilakukannya tergolong tak banyak korbankan panel bawaan mobil, tapi tetap mampu menonjolkan unsur modifikasi gaya elegan.

"Konsep elegan menjadi aksen pemanis tambahan, karena desain Veloz sebenarnya sudah kental nuansa sporti. Jadi kalau digabungkan, tampilan mobil saya ini merupakan perpaduan antara gaya sporti dan elegan," papar pria yang hobi traveling ini.

Kesan elegan khas besutan VIP terdongkrak berkat pemakaian bodi kit add-on, pada bemper depan dan belakang Veloz kelir putih ini. Maksudnya agar tak mengurangi fungsi asli dari body parts bawaan mobil.

Detil ubahan terlihat jelas di bagian bawah lubang udara pada bemper depan. Tampilan asli Veloz masih dibekali desain dengan sedikit lekukan pada sisi kanan-kiri bemper. Sementara bodi kit add-on bikinan William juga berfungsi untuk menutupi lekukan tadi, dan efeknya membuat tampilan moncong mobil terkesan lebih rendah ke tanah.

Sementara buritan, yang aslinya juga didesain dengan lekukan pada bagian bawah bempernya, ditambahi panel add-on yang diberi aksen lubang muffler pada sisi kanan-kirinya. Sehingga mampu menciptakan kesan elegan berpadu nuansa sporti pada bokong MPV ini.

Sektor kaki-kaki diyakini oleh William mampu mendongkrak tampilan mobil keseluruhan. Ia pun menyusupkan pelek Exe Pegasus diameter 18 inci. "Roda depan pakai lebar 7,5 inci dan belakang dibikin agak lebar pakai 8 inci, dengan offset 45 untuk semua rodanya," jelas pria berkacamata ini.

Beralih ke interior yang sengaja dibikin bernuansa full elegan. Pertimbangannya, kata William, mobil ini jadi andalannya buat plesir. Sehingga kabin harus dibikin senyaman mungkin, agar Ia dan anak-istri tercinta tak mudah lelah di perjalanan.

Headunit Universal
Mengusung konsep daily use, William pun melakukan up-grade pada sistem audio standar All New Avanza 1.5 Veloz miliknya, tanpa mengorbankan aplikasi bawaan MPV kompak ini.

Seperti fitur steering remote, yang sudah melengkapi sistem audio Veloz. Sehingga untuk penggantian head unit model integrated bawaan mobil, mesti disesuaikan dengan aplikasi remote audio pada lingkar setirnya ini.

Pilihan jatuh pada head unit monitor versi OEM (Original Equipment Manufacturer) tipe universal. Merek i-Move dengan monitor ukuran 7 inci, sudah tersedia konektor buat sistem steering remote-nya, sehingga remote setir bawaan mobil tetap berfungsi normal," jelas William.

Begitu pula dengan penggantian speaker depan, menggunakan model coaxial sistem 2-way (midlow & tweeter). Hal ini dilakukan untuk menyamakan suara dengan versi standar mobil, bahkan dapat dikatakan level-nya sedikit di atas kualitas speaker standar mobil.

Konsekuensinya, tweeter bawaan Veloz di pilar A, sengaja dimatikan fungsinya. Supaya tidak tabrakan dengan speaker full-range 5 inci dari Pioneer ini.  (mobil.otomotifnet.com)

Toyota Alphard Vellfire Sport, Hilangkan Kesan Taksi Premium!


Jakarta - Anda pengguna Toyota Alphard, terutama yang ada emblem Vellfire, tapi kerap merasa minder karena selalu disamakan dengan taksi premium bisa melirik yang satu ini. Dijamin tidak akan terlihat pasaran dan terkesan sebagai taksi.

Tokyo Auto Saloon 2012 telah memamerkan Alphard Vellfire Sport, dengan penambahan bodikit untuk merancang tampilan luarnya menjadi semakin agresif. Mulai dari bumpernya, dan grill yang lebih lebar dan tinggi, berlabur cat hitam metalik dan cover lampu depan berdesain vertikal.

Masuk kedalam kabinnya pun, nuansa sporty akan kentara, dengan desain jok sportynya, namun tenang saja, kenyamanan tetap dipertahankan sebagai prioritas utama kok. Beberapa detail dashboard dan trim juga diganti dengan parts yang mendukung kesan spoty.

Alphard Vellfire Sport ini dibekali mesin 3.5 liter berteknologi Dual VVTi, sehingga meskipun tubuhnya gambot, masih sanggup memberikan akselarasi yang responsif, serta tentunya makin irit BBM.

Nah, silakan diintip untuk dijadikan referensi modifikasi Alphard kesayangan anda. (mobil.otomotifnet.com)

Stoner : Rival Utama Saya Lorenzo!


Kendati berharap agar Ducati dan Valentino Rossi bisa memberikan perlawanan untuk merebut kemenangan seri demi seri musim 2012, namun juara dunia MotoGP 2 kali, Casey Stoner, hanya mengakui Jorge Lorenzo sebagai rival utamanya. Tentu ungkapan tersebut berdasar hasil kompetisi tahun lalu. Dimana hanya Lorenzo yang mampu memberikan perlawanan di klasemen total pembalap.

“Rival utama saya adalah Jorge Lorenzo, sebab ia meraih juara dunia tahun 2010 dan finish di posisi runner up tahun lalu. Ia akan selalu berada di sana dan bertarung untuk kemenangan. Selain pembalap di tim pabrikan, pembalap lain yang memiliki skill setara adalah Andrea Dovizioso. Sudah pasti ia akan tampil lebih baik, apalagi ia membawa kru yang sama,” papar Stoner.

Prediksi Stoner tentang rivalitasnya dengan Jorge Lorenzo, bisa jadi benar namun juga berpotensi salah besar. Ingat! MotoGP 2012 adalah era dimana Valentino Rossi, Nicky Hayden, bahkan Dani Pedrosa meraih hasil bagus. Tidak ketinggalan Ben Spies yang tampil sangat bagus saat mengendarai motor 1000 cc di ajang World Superbike Championship (WSBK) 2009.

Jadi bukan tidak mungkin mereka akan kembali mendominasi seperti era MotoGP 990 cc 6 tahun lalu. (otosport.co.id)

Stoner Berharap Ducati Kompetitif di 2012

Kompetisi persaingan di MotoGP tahun 2011 lalu, memang terasa kurang klop tanpa kehadiran Valentino Rossi di barisan terdepan memperebutkan kemenangan di tiap seri. Hal ini membuat Casey Stoner, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo tidak mendapat persaingan dalam meraih podium utama. Tapi menjelang kompetisi musim 2012 di MotoGP, Stoner berharap Ducati lebih kompetitif agar kompetisi semakin menarik.

“Mereka (Ducati) mengatakan ada 90 persen perubahan yang ada pada Ducati GP12. Padahal mereka sudah melakukannya sejak pertengahan tahun 2011. Perubahan dari depan ke belakang, dari atas ke bawah dan tidak ada perubahan. Saya berharap Ducati bisa mengubahnya dan tampil kompetitif musim 2012 sebab kompetisi butuh itu,” harap Stoner.

“Sekarang pembalap membutuhkan semua yang berada di tim pabrikan bisa tampil kompetitif. Honda dan Yamaha menginginkan kompetisi ketat, sayangnya Suzuki dan Kawasaki keluar dari MotoGP. Makanya kami membutuhkan semua pembalap pabrikan berada di jajaran terdepan,” imbuh pembalap asal Australia itu.

Harapan Stoner agar Ducati mampu memperbaiki performanya di musim 2012, tentu jadi tantangan agar Rossi bisa bertarung lagi dengan Valentino Rossi dan Nicky Hayden musim 2012. Setidaknya jika ia bisa meraih titel juara dunia ketika performa rival-rivalnya bagus, tidak akan ada lagi alasan untuk tidak mengatakan Stoner hanya menang di motor yang sempurna. (otosport.co.id)

Cardion AB Resmi Luncurkan Ducati GP12


Setelah membocorkan beberapa detail Ducati GP12 pada Jumat (20/1) pekan lalu, tim Cardion AB akhirnya resmi menyebarkan foto-foto paket motor mereka, Senin (23/1) di situs resmi milik Karel Abraham. Persis seperti yang diungkapkan oleh Marco Grana sebagai kepala kru di tim tersebut, bahwa tidak ada perbedaan signifikan secara tampilan. Namun memiliki selisih besar pada bagian dalam fairing.

Penjelasan yang sama juga diungkapkan Grana di acara peluncuran tim tersebut. “Jika melihat secara sekilas, penampakannya sangat mirip dengan motor yang kami gunakan tahun 2011 lalu. Tapi bagian dalam fairing-nya terdapat perbedaan yang sangat besar,” jelas Grana.


Tidak jauh berbeda dengan konfigurasi warna yang mereka gunakan, juga masih menggunakan kelir biru dan putih. Sementara penampakan pada bagian rangka aluminium, sepertinya masih agak samar, karena tertutup dengan kelir motor yang berwarna putih dan berbahan karbon. (otosport.co.id)

Jaguar XF Siap Meluncur di Indonesia, Kini Pakai Mesin Diesel!

Jakarta - Tidak lama lagi, rencananya lusa (26/1) Jaguar akan menghadirkan kembali jagoannya XF terbaru. Rencananya, mobil premium ini akan dibekali dengan mesin diesel demi menghapus kesan mobil mahal selalu boros bahan bakar.

Desainnya sudah pasti berkarakter ala bangsawan Inggris yang elegan dan penuh dengan kemewahan. Namun, pada generasi XF terbaru ini, tidak ada unsur klasik pada tubuh Jaguar, karena sudah lebih futuristik dengan lekuk dan bulatan yang lebih agresif.

Mesin diesel berkode ZF  dengan kapasitas 2.200 cc yang sanggup menghasilkan tenaga hingga 187 hp dan torsi 332 Nm, bakal menjadi senjatanya, yang diklaim tidak akan kedodoran tenaga, tapi jauh lebih irit bahan bakar, apalagi setelah ditemani transmisi otomatis 8 speed.

Berapa harganya? Jaguar akan mengungkapkannya saat peluncurannya nanti. Bersabar yaaa! (mobil.otomotifnet.com)